
Hari berikutnya melaksanakan MOS sekolah, di lakukan dengan lancar oleh Bintang dan teman-temannya. Sesampainya di rumah, Bintang pun langsung merebahkan tubuhnya yang merasa sangat lelah.
"Duhh,, badanku rasanya capek sekali, kakak-kakak kelas itu sengaja banget mau ngerjain." gerutu Bintang yang masih mengingat jelas, bagaimana kakak-kakak kelasnya itu menyuruhnya dan teman-teman lain untuk mencari dan memetik semua daun dari tanaman yang ada di sekolah lalu menggambarkannya.
Di luar ruangan tepatnya di meja makan, terlihat Ibu dan kak Tya sedang menyiapkan makan siang, dengan bermacam-macam lauk dan sayuran.
"Bintang, ayo makan Nak.. Ibu udah menyiapkan makanannya." seru Ibu dari luar kamar yang menyadarkan Bintang karena ketiduran.
"Iyaa Bu, sebentar.." sahut Bintang yang segera mengganti pakaiannya, lalu bergegas keluar dari kamar dan menuju meja makan.
"Wahh,, masakan Ibu banyak hari ini, enak-enak lagi. Memang ada angin apa, Bu.." tanya Bintang asal sambil mencomot udang goreng yang ada di piring.
"Ihh,, anak ini main comot aja, cuci tangan dulu Bintang.." ujar Ibu yang melihat Bintang terkekeh.
"Hari ini kak Tya gajian, terus tadi pagi belanja banyak. Makanya Ibu masak juga bermacam-macam.." sambung Ibu lagi menjelaskan.
"Jadi gitu yaa Bu, kirain kenapa. Karena kak Tya udah gajian, beliin Bintang sesuatu donk kak.." pinta Bintang pada kak Tya yang sedang tadi sibuk dengan ponselnya.
"Kak Tya, kaakkk.." terdengar suara Bintang yang semakin keras memanggil kakaknya.
"Yaa kenapa, ada apa Bin ?" jawab kak Tya dengan tersenyum dan segera meletakkan ponselnya.
__ADS_1
"Kamu bilang apa tadi Bin, maaf ya kakak gak dengar,hee.." sembari mengambil nasi, lauk dan sayur lalu meletakkannya ke piring Bintang.
"Bintang ambil sendiri aja kak.." sambil meraih sendok yang di pegang oleh kak Tya.
"Yahhh, mulai ngambek lagi nih anak kecil,hee.." guman kak Tya dalam hati.
"Yaa udah sekarang kita makan dulu, nanti di lanjut ngobrolnya.." ucap Ibu mencairkan suasana yang dari tadi melihat tingkah kedua putrinya itu.
~************~
Malam pun telah tiba, terlihat satu keluarga bahagia berkumpul sambil menatap layar tv dengan sesekali tertawa dan saling berbicara. Namun tiba-tiba suasana hening, saat terdengar suara ketukan pintu dari luar.
"Assalamu'alaikum.." seru seseorang yang jelas anak laki-laki dari suaranya. Mendengar suara itupun, Bintang langsung lari ke kamar.
"Iyaa Pak, saya dan teman-teman mau bertemu dengan Bintang. Bintang nya ada kan, Pak ?." tanya Hardi yang berharap bisa bertemu dengan Bintang.
"Maaf yaa nak Hardi, tadi sore Bintang di jemput oleh Bibi nya dan akan menginap sana malam ini.." jawab Ayah yang secepat kilat langsung mendapatkan alasan, agar bisa membuat Hardi dan teman-temannya segera pulang.
Mendengar jawaban dari Ayah Bintang, wajah Hardi langsung terlihat suram. Tapi ia juga tidak bisa berbuat apa-apa, lalu memilih untuk segera berpamitan.
"Baiklah Pak, kalau begitu saya dan teman-teman mau pamit dulu.." seru Hardi yang menghela nafasnya dengan berat.
__ADS_1
Selesai berpamitan, bersalaman dan mengucap salam, Hardi dan teman-temannya pun segera pergi. Sedangkan ayah segera masuk ke dalam rumah sambil tersenyum, karena telah berhasil membuat Hardi tidak bisa bertemu putrinya untuk kedua kalinya.
"Siapa tadi Yah, kok gak di suruh masuk dulu ?." tanya kak Tya dengan penasaran.
"Itu lho Tya kakak kelasnya Bintang, dari kemarin malam udah datang tapi adikmu itu gak mau nemuin.." sahut Ibu yang lebih dulu menjawab pertanyaan kak Tya.
"Memang kenapa Bintang gak mau nemuin Bu..?." tanya kak Tya lagi yang semakin penasaran. "Atau jangan-jangan mereka pacaran, terus berantem..". seru kak Tya yang sudah berpikir kemana-mana.
"Sudah,,sudah.. kamu ngomong apa sih Tya. Gak mungkin adikmu itu punya pacar, Bintang itu kan masih kecil.." sahut Ayah yang tidak ingin putri pertamanya itu berpikiran yang tidak-tidak.
"Ibu juga heran sama adikmu itu, dari dulu dia tidak mau untuk berteman dengan anak laki-laki.." ucap Ibu sambil beranjak dari tempat duduknya, karena ingin ke dapur untuk membuatkan kopi Ayah.
"Memang Ayah gak merasa heran atau aneh dengan sikap dan perilaku Bintang ?." kak Tya masih saja ingin bertanya, karena merasa belum mendapatkan jawaban di inginkan nya.
"Menurut Ayah biasa aja, gak ada yang aneh." jawab Ayah. "Mungkin memang seperti itu sifat adikmu, tidak suka bergaul dengan banyak orang.." jelas Ayah lagi.
"Mungkin juga sih Yah.." ucap Tya yang sudah tidak ingin memikirkan tentang adiknya itu.
"Aku ke kamar dulu yaa Ayah, mau istirahat.." ucap Tya dengan tersenyum, dan terlihat Ayah yang hanya menganggukkan kepalanya.
Keesokan harinya saat malam tiba, Hardi dan teman-temannya datang kembali untuk yang ketiga kalinya. Seperti biasa, Ayah memberikan alasan yang lain tapi tetap dengan tujuan yang sama. Ayah tau dan juga tidak ingin, Bintang putri kesayangannya itu di dekati oleh laki-laki manapun. Hal ini di picu oleh kejadian yang menimpa Bintang beberapa tahun yang lalu, membuat Ayah menjadi terlalu sangat menjaganya.
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊