Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Tiba Waktunya


__ADS_3

Bintang yang telah selesai mengemasi barang-barangnya, kini sedang duduk di kursi teras bersama Ibu, Kakak dan ponakannya. Mereka menunggu mobil, yang akan membawa Bintang pergi ke kota P untuk bekerja. Setelah menunggu cukup lama, mobil pun telah sampai. Bintang pun lalu pamit pada Ibu dan Kakaknya, sembari memeluk mereka dengan erat.


"Bintang pergi dulu yaa Bu, Kak.. Rahma jangan nakal yaa sayang.." pamit Bintang seraya masuk ke dalam mobil.


"Kamu hati-hati yaa, Nak.. Jangan lupa berdo'a dulu.." pesan Ibu.


"Kalau udah sampai, langsung kabari yaa, Bin.." seru Tya.


"Iyaa Bu, Bintang hati-hati kok. Nanti pasti langsung Bintang kabari, Kak.. Wassalamu'alaikum.." ucap Bintang sambil melambaikan tangannya.


"Wa'alaikumsalam.." sahut Ibu dan Tya bersamaan yang juga melambaikan tangan pada Bintang.


Kini mobil yang membawa Bintang pun telah berlalu pergi semakin jauh, Tya mengajak Ibu dan putrinya untuk masuk ke dalam rumah.


"Semoga saja adikmu di sana betah dan baik-baik saja yaa, Kak.." seru Ibu pada Tya yang sedang mengajak bermain Rahma.


"Aamiin, semoga yaa Bu, kalau gak betah juga pasti nanti pulang kok. Jangan terlalu di pikirkan Bu, Bintang pasti bisa jaga dirinya dengan baik.." ujar Tya yang tidak ingin Ibunya khawatir dengan Bintang.


Di sisi lain, Bintang yang berada di dalam mobil terlihat menikmati perjalanannya. Ia berusaha untuk tetap tenang dan santai, sambil mendengarkan musik agar tidak merasa pusing dan mual.


Setelah menempuh perjalanan lebih dari dua jam, akhirnya Bintang telah sampai di tempat tujuan. Perlahan Ia mulai turun dari mobil, dan mengambil barang-barangnya yang telah di turunkan dari bagasi oleh Pak supir. Terlihat se'orang wanita menghampiri, lalu membantunya untuk membawakan barang-barang yang Ia bawa.


"Sampai juga kamu, Bin.. Gak mabuk kan,hehee.." seru wanita itu yang bernama Mery.


"Mabuk sedikit Mer,hee.." balas Bintang sambil berjalan mengikuti Mery masuk ke dalam sebuah kost-an.


"Beginilah kost-annya Bin, moga aja kamu betah yaa.." ucap Mery seraya mempersilakan Bintang untuk duduk.


"Bagus kok, pasti betah. Yang penting ada tempat untuk tinggal, Mer.." balas Bintang sambil tersenyum.

__ADS_1


"Ini Bin, di minum dulu.." ucap Mery seraya menyerahkan sebuah gelas berisi air pada Bintang.


"Iyaa Mery, terimakasih.." sahut Bintang yang langsung meminumnya.


"Sekarang kamu istirahat dulu yaa, aku mau keluar dulu sebentar.." ujar Mery.


"Iyaa Mery, kamu hati-hati.." balas Bintang seraya mengambil ponsel di saku celananya, lalu Ia segera menghubungi Ibunya untuk memberitahu bahwa Ia telah sampai.


Bintang kini bergegas membereskan semua barangnya, setelah itu Ia pun beristirahat sambil menunggu Mery pulang.


~************~


Malam harinya, Mery sengaja mengajak Bintang untuk pergi ke sebuah rumah makan yang berada tidak jauh dari kost-an. Sambil menunjukan pada Bintang, tempat-tempat perbelanjaan yang ada di kota itu.


"Ini rumah makan langganan aku, Bin.. Yang punya sama seperti kita lho,hee.." bisik Mery pada Bintang, sambil menunjukkan siapa pemiliknya.


"Masa sih Mer, perempuan yang berhijab itu yaa..?" tanya Bintang seraya menatap ke arah se'orang wanita yang berada di meja kasir.


"Ohh, kamu udah lama kenal, Mer..?" tanya Bintang penasaran.


"Iyaa udah lama Bin, namanya Ayumie. Biasa di panggil Kak Yumie, dia juga kenal sama pacar aku, Gemy.." ucap Mery sambil tersenyum melihat Yumie.


"Hey,, Mery.. Mau makan di sini atau di bungkus..?" tanya Yumie yang kini tengah menatap Bintang.


"Bungkus aja, Kak.." balas Mery sambil mengajak Bintang duduk di kursi, menunggu pesanan selesai.


"Ohh, ini siapa Mer, teman kamu..?" tanya Yumie pada Mery.


"Iyaa Kak, kenalin ini teman aku, Bintang.. Dia baru datang tadi siang, rencana mau kerja bareng aku di toko buku juga. " ujar Mery.

__ADS_1


Yumie dan Bintang pun kini saling berjabat tangan, ada sesuatu yang berbeda dari tatapan Yumie pada Bintang. Namun Bintang yang menyadari itu, hanya berusaha untuk bersikap biasa saja.


"Makanannya udah selesai di bungkus Mer, ayo sekarang kita pulang.." ajak Bintang pada Mery yang masih asyik mengobrol dengan Yumie.


"Iyaa Bin.." sahut Mery.


"Kita pamit pulang dulu yaa Kak Yumie, lain waktu kita sambung lagi ngobrolnya.." ucap Mery seraya berjalan bersama Bintang meninggalkan Yumie.


"Iyaa Mer, sering-sering aja main ke sini.." seru Yumie yang masih memandang ke arah Bintang yang terlihat semakin jauh.


"Bin,, kamu ada memperhatikan gak tadi, gimana cara Kak Yumie menatap kamu..?" tanya Mery.


"Gak ada Mer, memang ada apa dengan tatapannya..?" balas Bintang yang balik bertanya, Ia sengaja pura-pura tidak tau karena tidak ingin berpikir yang bukan-bukan.


"Sepertinya dia suka sama kamu, Bin.. Gak pernah lho aku lihat Kak Yumie melihat orang sampai seperti itu. Di pandang lama, seperti orang yang jatuh cinta pada pandangan pertama gitu,hehee.." ujar Mery sambil tertawa kecil.


"Kamu ini ada-ada aja Mer, yaa gak mungkinlah. Aku sama dia kan baru pertama kali ketemu, kamu kejauhan mikirnya.." sahut Bintang sambil tersenyum.


"Yaa kan itu cuma menurut pengamatan aku, kalau menurut kamu mungkin beda lagi. Tapi yang aku tau Kak Yumie itu gak punya pacar, Bin.." ucap Mery.


"Kamu ini sepertinya banyak tau tentang dia yaa, atau jangan-jangan kamu...." seru Bintang sambil tersenyum.


"Jangan mikir yang aneh-aneh kamu, aku sama Kak Yumie itu cuma temenan aja kok, Bin.. Lagi pula aku kan udah punya Gemy.." ujar Mery.


"Iyaa iyaa percaya.." balas Bintang.


Mereka berdua pun kini telah sampai di kost-an, dan tak menunggu waktu lama Mery dan Bintang segera menyantap makanan yang tadi mereka beli di rumah makan milik Yumie...


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59


__ADS_2