Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Mungkin Itu Yang Terbaik


__ADS_3

Beberapa hari sejak kejadian itu, Bintang jadi sering melamun. Ia berpikir keras tentang semua yang di katakan oleh Kak Tika padanya waktu itu, dan hal itu sangat berdampak pada kesehatan serta komunikasinya dengan Gia.


"Bintang, kamu sarapan dulu yaa Nak, Ibu sudah buatkan bubur ayam kesukaan kamu.." ucap Ibu yang ingin menyuapi Bintang, tapi Bintang segera menolaknya.


"Bintang makan sendiri saja yaa, Bu.." ujar Bintang yang langsung mengambil mangkok berisi bubur ayam dari tangan Ibunya.


"Yaa sudah tidak apa-apa, yang penting kamu habiskan. Setelah itu jangan lupa obatnya di minum yaa, Bin.." ucap Ibu sambil mengusap wajah putri kesayangannya itu.


"Ibu kenapa sedih ?" tanya Bintang yang melihat mata Ibunya yang berkaca-kaca.


"Siapa yang sedih, mata Ibu cuma perih kok tadi terkena asap saat bakar sampah.." balas Ibu sambil memalingkan wajahnya, karena tak ingin putrinya itu melihat kesedihan yang Ia rasakan.


"Yaa sudah kamu habiskan bubur ayamnya, Ibu mau memasak dulu.." ujar Ibu yang melihat Bintang memakan bubur buatannya dengan lahap.


"Terimakasih yaa Bu, bubur ayamnya enak banget.." seru Bintang sambil tersenyum.


"Iyaa sama-sama, Ibu tinggal dulu yaa Bin.." ucap Ibu sambil berjalan keluar dari kamar.


"Ibu tau Nak, kamu sakit pasti karena ada suatu masalah yang kamu pikirkan. Tapi tidak bisa kamu ceritakan pada Ibu.."


Gumam Ibu dalam hati yang sangat mengerti kebiasaan putrinya itu, yang jika ada masalah atau banyak pikiran pasti akan jatuh sakit.


~**********~


Di malam harinya..


Bintang yang sudah membuat keputusan tentang hubungannya dengan Gia, kini tengah memberanikan diri untuk menghubungi Gia. Setelah beberapa hari ini Ia menolak untuk bertemu dengan Gia, karena tidak ingin membuat Kak Tika benar-benar melibatkan kedua orang tuanya.

__ADS_1


Bintang: "Assalamu'alaikum.."


**Gia: " Wa'alaikumsalam, bagaimana keadaan kamu sayang ? Apa sudah baikan ?"


Bintang: "Alhamdulillah sudah baikan.."


Gia: "Syukurlah kalau begitu, besok aku aku ke rumah yaa sayang. Aku kangen banget sama kamu.." 😍**


**Bintang: "Tidak perlu Gia.."


Gia: "Kok tidak perlu, memang kamu tidak kangen sama aku ? Kamu tidak mau ketemu aku ?"


Bintang: "Lebih baik kita jangan pernah ketemu lagi.."


Gia: "Maksud kamu apa ngomong seperti itu ? Kamu kenapa sih sayang ? Sekarang kamu berubah, apa kamu ada yang lain ?!"


Gia: " Maksud kamu apa ? Kamu mau kita putus ?!"


Bintang: "Iyaa Gia, mungkin itu yang terbaik.."


Gia: "Aku tidak pernah mau putus dari kamu, apa ini karena Kak Tika ?!"


Bintang: "Karena aku sendiri Gia, aku harap kamu bisa mengerti.."


Gia: "Kamu jahat Bintang, kamu tega. Padahal kamu tau, kalau aku benar-benar sayang dan cinta banget sama kamu.."


Bintang: " Maafin aku Gia.."

__ADS_1


Gia**: .................


Dan sambungan telepon pun tiba-tiba terputus, Bintang yang tak kuasa menahan air matanya kini menangis mengingat apa yang baru saja telah Ia lakukan pada Gia. Wanita yang sangat Ia cintai, tapi dengan terpaksa harus melepaskannya.


Di sisi lain, Gia yang tidak bisa menerima keputusan yang baru saja Ia dengar dari Bintang di telepon. Langsung bergegas ke kamar Kak Tika, karena menurutnya Kak Tika adalah penyebab Bintang memutuskan hubungan dengan dirinya.


Brakkk...


Gia mendorong pintu kamar Kak Tika dengan keras, membuat Kak Tika yang saat itu sedang berbaring di tempat tidur sontak langsung bangun dan berdiri.


"Apa lagi yang sudah Kakak katakan pada Bintang, hahh..!!" bentak Gia dengan penuh amarah.


"Kenapa Kakak terus saja ikut campur ?!" tanya Gia menatap tajam ke arah Kakaknya itu.


"Kakak cuma tidak mau hidup kamu rusak Gii, harusnya kamu berterimakasih karena Kakak sudah menjauhkan kamu dari anak itu..!" balas Tika dengan nada tinggi.


"Omong kosong..!! Justru Kakak yang menjadi perusak, Kakak tidak akan pernah bisa mengerti apa yang aku rasakan. Kakak lihat saja akibat dari perbuatan Kakak itu..!!" ucap Gia seraya pergi dari kamar Tika, lalu bergegas masuk ke dalam kamar.


"Gia,, Giaa,, buka pintunya..! Ini semua Kakak lakukan untuk kebaikan kamu sendiri.."


"Giaa, Giaa,, Kakak masih ingin bicara..!"


Teriak Tika yang masih tidak mendapatkan jawaban dari Gia, yang saat ini telah mengurung diri di kamarnya. Beruntung saat itu Bu Nani sedang berada di luar kota untuk beberapa hari, karena harus menghadiri acara pertunangan anak dari adik laki-lakinya.


Bersambung...


🙏😊 A59

__ADS_1


__ADS_2