
Yumie yang baru saja keluar dari kamar mandi, kini tengah sibuk mencari pakaian di dalam lemari yang pas untuk Ia pakai. Setelah membolak-balik kan pakaian yang ada di dalam lemari, Yumie pun menemukan pakaian yang Ia suka.
"Sepertinya ini cocok, apa lagi baju ini udah lama gak aku pakai. Bintang pasti suka.." ucap Yumie sambil memakainya.
Sedang asyik berhias, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar. Yumie segera bangkit dari tempat duduknya, lalu membuka pintu kamarnya.
"Ada apa, Bik..?" tanya Yumie pada Nani.
"Itu Bu, ada Mbak Bintang sama teman-temannya datang. Sekarang mereka sedang duduk di ruang tengah, lagi nemenin Arya main.." ujar Nani.
"Ohh, iyaa Bik, sebentar saya keluar.." balas Yumie pada Nani yang kini meninggalkannya sendiri.
Yumie pun segera menyelesaikan riasannya, lalu berjalan keluar kamar dan menuju ke ruang tengah untuk menemui Bintang dan teman-temannya.
"Maaf yaa jadi nungguin, tadi aku baru selesai mandi.." ucap Yumie sambil tersenyum menatap Bintang, Mery dan juga Gemy.
"Iyaa gak apa-apa, kita juga belum lama datangnya.." sahut Bintang yang sedang asyik bermain mobil-mobilan dan robot bersama Arya.
"Ohh iyaa, ini siapa..?" tanya Yumie pada Mery, sembari menatap ke arah Gemy.
"Ohh, kenalin aku Gemy, Kak.." ucap Gemy seraya mengulurkan tangannya untuk bersalaman pada Yumie.
"Jadi ini yang namanya Gemy, iyaa salam kenal yaa.. Enaklah yaa, sekarang udah ketemu dan dekat,hee.." seru Yumie sambil tersenyum.
"Kak Yumie bisa aja, aku juga kan pengen seperti kalian,hehee.." sahut Mery yang membuat Gemy jadi merasa malu sendiri.
"Ohh yaa Kak, Bintang bilang katanya ada lowongan pekerjaan di rumah makan milik Kak Yumie yang di cabang baru. Aku mau ngelamar kerjaan di sana.." ucap Gemy.
"Iyaa memang benar, Bintang juga udah cerita. Kalau kamu memang mau kerja di sana, yaa udah gak apa-apa. Gak usah pakai lamaran, udah langsung aku terima.." ujar Yumie dengan ramah.
"Beneran Kak..?! Terimakasih yaa, aku seneng banget.." seru Gemy.
"Iyaa sama-sama Gemy, ayo di minum dulu teh nya.." ajak Yumie pada semuanya.
"Terus kira-kira kapan aku bisa mulai masuk kerja, Kak..?" tanya Gemy.
"Lebih cepat lebih baik, karena memang lagi butuh banget. Nanti aku kirim alamatnya lewat Bintang yaa.." ucap Yumie.
__ADS_1
"Apa alamatnya jauh, Kak Yumie..? Apa gak bisa kalau Gemy kerja di rumah makan yang di dekat di sini..? Biar aku juga mudah antar jemput Gemy, Kak.." ujar Mery yang tidak ingin kalau harus berjauhan dengan Gemy.
"Mungkin hampir satu jam perjalanan, tapi di sana di sediakan tempat tinggal. Jadi kalau memang jauh, nanti bisa tinggal di sana aja.." jelas Yumie.
"Gak apa-apa Mer, mungkin lebih baik tinggal di sana biar lebih dekat sama tempat kerjaan.." ucap Gemy sembari tersenyum menatap Mery.
"Yaa udah gini aja, nanti aku akan pindahkan karyawan lama ke cabang yang baru. Biar nanti Gemy yang gantikan di sini, karena lebih banyak karyawan lama di cabang yang baru sepertinya lebik baik.." ujar Yumie yang bisa tau, bahwa Mery merasa keberatan jika harus berjauhan dengan Gemy.
"Beneran, Kak Yumie..?" tanya Mery.
"Iyaa benar, aku juga gak mau kalau kalian berjauhan. Baru juga ketemu kan,hee.." sahut Yumie sambil tertawa kecil.
"Kak Yumie tau aja sih, terimakasih yaa, Kak.." balas Mery dengan senyum penuh semangat.
"Iyaa sama-sama, Mer." sahut Yumie.
"Maaf yaa Kak Yumie, jadi ngerepotin.." ucap Gemy yang merasa tidak enak.
"Iyaa gak apa-apa kok, Gemy.. sahut Yumie.
"Ohh, iyaa Mer, Hati-hati di jalan kalau gitu.." ujar Yumie sembari bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan mengikuti langkah Mery dan Gemy menuju pintu keluar.
Setelah kepergian mereka, Yumie segera masuk ke dalam rumah dan berjalan ke arah kamar untuk mengambil tas kecil yang biasa Ia bawa. Lalu menghampiri Bintang, yang masih asyik bermain dengan Arya.
"Mau main terus atau mau jalan-jalan nih.." sindir Yumie pada Bintang yang sejak tadi asyik bermain mobil-mobilan bersama putranya, Arya.
"Iyaa, ini udah selesai kok mainnya,hehee.." sahut Bintang sambil meletakkan remot kontrol yang Ia pegang.
"Tante,, kok udahan sih mainnya..?" tanya Arya yang melihat Bintang sudah tidak bermain dengannya.
"Sayang,, Mamaa sama Tante Bintang mau keluar dulu yaa, Arya di rumah sama Bik Nani. Mungkin Mamaa pulang agak malam, nanti Arya jangan tungguin Mamaa yaa.." ujar Yumie sambil mengelus kepala Arya.
"Iyaa Maa, tapi beliin Arya mainan baru yaa, Maa.." seru Arya.
"Iyaa sayang, nanti Mamaa beliin mainan baru buat anak kesayangan Mamaa ini. Tapi Arya nanti boboknya jangan malam-malam yaa.." seru Yumie.
"Iyaa Maa, nanti Arya bobok cepat deh.." balas Arya.
__ADS_1
"Anak pintar,, yaa udah kalau gitu Mamaa pergi dulu. Arya main sama Bik Nani yaa sayang.." ucap Yumie sambil mengecup kening Arya.
"Bik,, saya pergi dulu yaa, pintu langsung di kunci aja.." ujar Yumie sambil berjalan menuju pintu depan.
"Iyaa Bu, hati-hati di jalan.." seru Nani yang kini langsung mengunci pintu depan, karena Yumie dan Bintang telah berada di luar.
"Sayang,, kita pakai mobil aja, aku gak mau kamu sampai masuk angin dan sakit. Kamu kan gak kuat kena angin malam.." seru Yumie sambil mengajak Bintang masuk ke dalam mobil yang terparkir di halaman depan rumahnya.
"Iyaa sayang, terimakasih yaa kamu udah perhatian banget sama aku.." balas Bintang sambil tersenyum menatap wajah cantik Yumie.
"Sama-sama sayang, itu karena aku benar-benar sayang banget sama kamu. Jadi, kamu gak boleh ninggalin aku, awas aja kalau sampai ninggalin aku.." seru Yumie dengan wajah serius.
"Memang awas apa sayang..?" tanya Bintang penasaran.
"Pokoknya kamu gak boleh ninggalin aku, kamu harus sama aku terus dan gak boleh sama yang lain. Ingat itu yaa sayang.." ucap Yumie.
"Iyaa siap, laksanakan..!" sahut Bintang sambil tersenyum senang, mendengar ucapan Yumie barusan. Ia merasa begitu di sayangi dan di cintai oleh Yumie, kekasihnya itu.
"Aku serius lho sayang,mmmh.." balas Yumie yang terlihat manyun.
"Aku juga serius, sayang.." ucap Bintang.
"Tapi jawabnya senyum-senyum gitu, seperti gak serius aja.." sahut Yumie.
"Masa iyaa aku harus nangis sih sayang, aku senyum kan karena aku bahagia memiliki kamu yang sayang dan cinta banget sama aku.." seru Bintang sambil mencubit kedua pipi Yumie.
"Iyaa iyaa sayang, aku percaya kok. Karena aku memang sayang dan cinta banget sama kamu, Bin.. Kamu jangan pernah berubah yaa sayang, jangan pernah ninggalin aku. Aku gak bisa kalau harus tanpa kamu.." ucap Yumie yang kini memeluk erat tubuh Bintang.
"Aku takut banget kehilangan kamu, sayang.." sambung Yumie lagi.
"Iyaa sayang, kamu tenang aja yaa.. Aku gak akan ninggalin kamu kok, karena aku juga sayang dan cinta banget sama kamu.." balas Bintang.
Untuk waktu yang agak lama, Bintang dan Yumie pun larut dalam perasaannya masing-masing. Perasaan bahagia dan haru yang kini tengah menyelimuti hati mereka berdua, namun juga perasaan takut kehilangan yang begitu besar di rasakan oleh keduanya...
Bersambung...
🙏😊 A59
__ADS_1