Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Pulang Ke Kampung Halaman


__ADS_3

Keinginan Bintang untuk pulang ke kampung halaman, karena merindukan kedua orang tuanya telah Ia ceritakan pada Sarah. Sarah hanya bisa mendukungnya, meski dalam hati Ia merasa sangat berat dan sedih jika harus berjauhan dengan Bintang. Tapi Sarah juga tidak mungkin melarang dan menahannya, karena Ia bisa mengerti bagaimana rasanya jauh dari orang tua.


"Sar,, Sarah.. Kamu melamun apa sih..? Serius banget.." seru salah satu teman kerja Sarah yang melihatnya sejak tadi melamun.


"Gak melamun apa-apa kok,hee.." sahut Sarah sambil tersenyum.


"Yaa udah, ayo makan siang.." ajak teman kerja Sarah yang sambil berjalan menuju pintu keluar.


"Iyaa duluan aja, nanti aku nyusul.." sahut Sarah sambil menarik nafasnya dengan berat.


"Bintang baru cerita kalau dia mau pulang ke kampung halamannya aja, aku udah ngerasa sedih dan gak tenang banget. Gimana kalau udah pulang dan berjauhan, yaa Tuhan.." keluh Sarah sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


Sarah pun segera berjalan keluar, Ia ingin menemui Bintang, kekasih yang selalu membuatnya merasakan rindu.


Tak butuh waktu lama, kini Sarah telah berada di depan kost-an Bintang. Lalu Ia berjalan menuju pintu dan mengetuknya, tak lama pintu pun terbuka.


"Sayang,, kok kamu gak bilang kalau mau datang..?" seru Bintang. "Ayo masuk.." ajak Bintang sembari merangkul Sarah.


"Aku sengaja gak bilang, biar kamu kaget sayang,hee.." ucap Sarah sambil tersenyum manja.


"Sayang ini, ada-ada aja. Bukannya kaget, yang ada aku malah seneng banget.." ujar Bintang yang kini tengah berbaring di pangkuan Sarah, wanita yang sangat Ia sayangi.


"Aku kangen banget sayang, makanya aku ke sini. Sayang belum makan siang kan..?" tanya Sarah sambil membelai rambut Bintang dengan lembut.


"Belum sayang, tadi juga mau keluar beli makanan. Ehh, sayang datang, gak jadi deh.." jelas Bintang.


"Yaa udah sekarang kita makan dulu, aku bawain makanan buat sayang makan.." sahut Sarah sambil berdiri dan mengambil bungkusan makanan yang ada di atas meja.

__ADS_1


"Tapi sayang juga makan yaa, aku suapin.." ucap Bintang yang tersenyum menatap Sarah.


Adegan romantis pun kini terjadi lagi, Bintang menyuapi Sarah dengan perlahan. Memberinya minum, sambil sesekali membelai wajah cantik Sarah dengan lembut. Sarah yang sering kali mendapat perlakuan hangat dan mesra dari Bintang, merasa begitu sangat bahagia dan nyaman.


"Sayang juga makan dong, jangan suapin aku terus.." seru Sarah yang merasa malu di perlakukan begitu manja oleh Bintang.


"Iyaa sayangku, ini aku makan.." balas Bintang yang juga menikmati makanannya.


Selesai makan, Sarah pun bergegas pamit pada Bintang untuk kembali ke tempat kerjaan.


~***********~


Waktu itu pun telah tiba, Sarah memeluk erat Bintang dengan air matanya yang sudah membasahi pipi.


"Udah yaa, jangan nangis lagi. Nanti hilang cantiknya, kemana coba aku harus cari.." bujuk Bintang sambil mengusap air mata Sarah.


"Nanti juga aku balik lagi ke sini, yang sabar yaa.. Udah dong jangan nangis lagi, malu tuh di lihat sama Anya.." ucap Bintang sambil melirik Anya yang sejak tadi hanya diam saja.


"Aku gak lihat apa-apa kok.." seru Anya sambil membalikkan badannya.


Anya yang merasa sedih pun berusaha keras untuk menutupinya, agar air matanya tidak terjatuh.


"Sudah waktunya untuk pergi, aku pamit yaa sayang. Jaga diri baik-baik, aku pasti akan sangat merindukan sayang.." bisik Bintang pada Sarah yang semakin erat memeluknya.


"Anya,, aku pamit dulu yaa, baik-baik kamu di sini.." seru Bintang sambil tersenyum.


Setelah berpamitan pada Sarah dan Anya, Bintang pun segera masuk ke dalam Bandara. Ia melambaikan tangannya pada kekasih dan teman baiknya itu, sambil berusaha untuk tetap tersenyum.

__ADS_1


Anya yang tak kuasa lagi menahan air matanya, kini menangis tersedu-sedu bersama Sarah sambil berpelukan. Lalu Anya pun mengajak Sarah untuk segera pulang kost-an, agar bisa menangis dengan tenang tanpa takut di lihat oleh orang-orang.


Di sisi lainnya, Bintang yang sudah selesai dengan semua proses check-in segera menuju ruang tunggu untuk keberangkatan pesawat. Ia masih bisa untuk menahan air matanya, hingga pada saat telah berada di dalam pesawat. Air matanya pun kini terjatuh, sambil menatap keluar jendela yang ada di sebelahnya.


"Aku pergi dulu Sarah, Anya. Aku pasti akan sangat merindukan kalian berdua.." gumam Bintang seraya menghapus air matanya.


~************~


"Sarah,, kamu makan dulu yaa, dari pagi kamu belum makan apapun kan..?"


Seru Anya yang melihat Sarah hanya menangis hingga kelelahan, lalu tertidur. Saat terbangun, Ia menangis lagi dan tertidur lagi. Begitulah seterusnya, hingga Anya yang melihatnya merasa sedih dan kasihan tanpa bisa berbuat. Karena Anya sendiripun merasakan sedih, tapi Ia berusaha untuk tidak memperlihatkannya.


"Aku gak lapar Nya, aku kangen Bintang dan aku mau dia.." ucap Sarah yang kembali menangis, membuat Anya jadi bingung sendiri.


"Sabar yaa Sarah, Bintang kan cuma pulang ke kampung halamannya. Nanti juga dia akan kembali lagi ke sini, kamu tunggu aja.." ujar Anya mencoba menenangkan Sarah.


"Tapi kapan Nya, aku gak mau lama-lama berjauhan sama, Bintang.." sahut Sarah seraya menghapus air matanya.


"Baru juga pulang, belum sampai. Udah seperti ini aja,mmmmh.." balas Anya sambil menggelengkan kepalanya.


"Sekarang kamu makan dulu, nanti di sambung lagi nangisnya yaa.. Kalau gak makan, yang ada kamu jadi lemas dan gak punya tenaga buat nangis.."


Niatnya mau membujuk, tapi ucapan Anya justru membuat Sarah semakin menangis tersedu-sedu.


"Kok semakin nangis sih Sarah, apa aku salah ngomong yaa.." ujar Anya sambil menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59


__ADS_2