
Sudah hampir lima bulan Bintang tinggal bersama Anya, dan selama itu juga Bintang sendiri tanpa memiliki seorang kekasih. Meski Anya telah mencoba mengenalkan Bintang pada beberapa wanita, tapi Bintang tetap menolaknya. Dengan alasan karena mereka cantik, dan wanita cantik itu lebih beresiko tinggi untuk mendua. Begitu pikir Bintang, yang membuat Anya geleng-geleng kepala.
Tapi Anya bisa mengerti dengan alasan Bintang itu, karena mengingat dari pengalamannya bersama Nadya. Hingga membuat Bintang jadi berpikir seperti itu, meski tidak semua wanita cantik yang seperti Nadya.
"Bin,, nanti malam kita ngumpul bareng lagi yaa, sama teman-teman aku.." seru Anya yang sudah memiliki rencana baru.
"Mau ngenalin aku sama cewek lagi pasti yaa..?" tebak Bintang sambil menatap Anya dengan tajam.
"Nah itu tau, memang pintar nih anak,hee.." sahut Anya.
"Gak mau aku, lagian buat apa coba kamu kenalin aku sama perempuan-perempuan yang gak kamu kenal jelas..?" ucap Bintang.
"Makanya kamu kenalan dulu, biar jelas. Ini belum apa-apa, kamu udah kabur duluan. Seneng banget main kabur-kaburan.." balas Anya.
"Mau yaa Bin, kali ini anaknya gak cantik kok. Cuma cantik banget,hee.. Dia baru aja putus sama pacarnya, karena pacarnya suka kasar sama dia. Kenalan aja dulu, mana tau kalian cocok. Karena kan sama-sama korban kekerasan dalam rumah kost-an,hahahaa.." ujar Anya yang tertawa terbahak-bahak.
"Ngeledek terus nih anak kerjaannya yaa.." sahut Bintang sambil mencubit kedua pipi tembem Anya.
"Auww,, sakit Bin, ampun nyonya. Nyonya tega sekali menyakiti pipiku yang sangat berharga ini.." rengek Anya yang merasakan sakit, namun masih sempat-sempatnya bercanda.
"Nyonya,, nyonya..! Memang nyonya meneer, memang pipi kamu enak buat di cubit.." ujar Bintang yang ingin kembali mencubit pipi Anya, tapi Ia segera menghindarinya.
~*************~
Malam harinya, setelah pulang dari bekerja. Bintang dan Anya terlihat bersiap-siap untuk pergi, meski sebenarnya Bintang tidak mau tapi Anya terus saja memaksanya.
__ADS_1
"Memang teman kamu itu siapa namanya..?" tanya Bintang tiba-tiba.
"Nanti aja langsung tanya dan kenalan sama orangnya, Bin.." jawab Anya yang masih berdandan.
"Terus dia agresif gak, Nya..?" tanya Bintang lagi.
"Agresif sedikit kok, tenang aja,hehee.." sahut Anya yang tau jelas, kalau dari dulu Bintang memang tidak suka dan takut dengan perempuan yang terlalu agresif. Karena selain bisa membuat Bintang merasa takut, tapi juga membuat Bintang langsung kabur nantinya.
"Kamu kenapa senyum-senyum sendiri gitu, pasti nanti mau ngerjain aku lagi yaa..?" tanya Bintang menatap tajam ke arah Anya.
"Su'udzon aja nih anak, orang aku lagi ngebayangin cewek cakep.." sahut Anya yang kini menahan tawanya.
"Mmmh,, mencurigakan.." ujar Bintang. "Yaa udah, ayo berangkat. Lama banget sih dandan, seperti pengantin aja.." seru Bintang yang berjalan meninggalkan Anya.
"Iyaa nih udah selesai kok, namanya juga cewek pasti lama kalau dandan. Memangnya kamu, cewek jadi-jadian.." ucap Anya yang langsung menutup mulutnya dengan tangan.
"Tadi aku bilang, semoga kamu cepat jadian, Bin.." ujar Anya yang ingin tertawa, tapi terpaksa Ia tahan.
"Ohh, kirain apaan, Nya.." balas Bintang sambil mempercepat langkah kakinya.
"Mmmh,, untung dia gak dengar.." gumam Anya sambil tersenyum.
Kini Bintang dan Anya menuju ke sebuah cafe dengan sepeda motor, Anya yang di bonceng memegang pinggang Bintang dengan kencang.
"Kamu ngapain sih pegangan sekencang itu..? Nanti di kira orang kita pacaran lagi, buruan lepas..!" seru Bintang yang merasa tidak nyaman.
__ADS_1
"Salah sendiri, siapa suruh bawa motor ngebut..!" sahut Anya yang tidak mau kalah.
"Yaa kan bia cepat sampai, terus habis itu cepat pulang.." jelas Bintang pada Anya yang tidak menjawab karena kesal.
Tak lama kemudian, tibalah mereka di depan sebuah cafe. Bintang pun memarkirkan motornya, dan mereka segera bergegas masuk ke dalam.
"Nah, itu dia orangnya, Bin.." seru Anya sambil menunjuk ke arah seorang wanita cantik yang duduk di ujung sana.
"Kok cuma satu orang Nya, katanya rame..?" tanya Bintang.
"Gak jadi rame-rame, nanti kamu malah gak nyaman terus kabur lagi seperti waktu itu,hahahaa.." ucap Anya yang masih ingat jelas kejadian itu, saat Bintang kabur setelah sempat berkenalan dengan seorang wanita yang bersikap sangat agresif.
"Mmmh,,kamu ini Nya, awas aja kalau dia agresif dan genit.." seru Bintang sambil berjalan mengikuti Anya, untuk menghampiri wanita yang sudah menunggu mereka berdua.
"Hai,, maaf yaa kita baru sampai, udah nunggu lama yaa..?" sapa Anya pada wanita itu.
"Gak apa-apa, aku juga belum lama di sini.." balas wanita itu sambil tersenyum.
"Ohh yaa, kenalin ini teman yang udah pernah aku ceritakan ke kamu.." ucap Anya yang menatap Bintang.
"Hai, aku Sarah.." ucapnya dengan senyuman ramah.
"Aku Bintang, salam kenal yaa.." balas Bintang seraya berjabat tangan.
Setelah saling berkenalan, mereka bertiga pun bercerita panjang lebar. Namun Bintang tidak banyak bicara, Ia memilih untuk menjadi pendengar. Sambil sesekali memperhatikan Sarah, yang diam-diam menatapnya. Tapi hal itu di sadari oleh Bintang, dan Bintang memilih pura-pura tidak tahu saja.
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59