
Seperti biasanya saat jam istirahat tiba, Bintang dan teman-temannya berkumpul di kantin sambil bercerita dan bercanda. Hingga kadang menarik perhatian bagi anak-anak yang lain, salah satunya adalah Riko yang saat itu juga berada di kantin.
"Hai, semua..! aku boleh gabung gak ?." tanya Riko tersenyum pada semuanya, namun tatapan matanya berakhir pada Billa.
"Iya boleh kok, sini duduk.." jawab Safa yang terlihat antusias menanggapi pertanyaan Riko.
"Makasih yaa, ohh iyaa kenalin ini temen deket aku. Namanya Farid.." seru Riko.
"Hai, aku Farid.." ucapnya sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan pada semuanya.
Setelah memperkenalkan diri, Riko dan Farid segera duduk di antara mereka.
"Farid, kamu ganteng yaa, manis lagi,hihihii.." puji Safa yang membuat wajah Farid langsung memerah, karena merasa malu.
"Hee,, kamu bisa aja Safa, aku biasa aja kok.." sahut Farid yang berusaha untuk menutupi rasa malunya.
"Dasar nih anak yaa, centil banget deh.." ucap Bintang dengan ketus.
"Tapi memang bener lho, Farid ini ganteng dan manis. Kalau gak percaya ngaca aja, nih aku bawa kaca.." seru Safa sambil mengeluarkan kaca yang berukuran kecil dari dalam saku bajunya.
Billa dan Riko yang melihat itu, mereka hanya tersenyum. Sedangkan Bintang hanya diam merasakan sesuatu yang tidak enak dalam hatinya, karena Ia mendapati bahwa sedari tadi Riko terus saja menatap Billa dengan tatapan yang aneh.
"Aku mau ke toilet dulu yaa teman-teman.." ucap Bintang yang sebenarnya ingin menetralkan hatinya yang terasa sesak, namun entah karena apa.
__ADS_1
"Aku ikut kak, Lusi juga kebelet nih.." seru Lusi yang mengikuti Bintang dari belakang.
"Jangan ketiduran yaa Bin,hee.." sahut Safa yang tengah asyik mengobrol dengan Farid.
Di sisi lain terlihat Riko yang juga asyik mengobrol dengan Billa, Ia banyak bercerita dan bertanya tentang Billa. Membuat Billa kadang tertawa dengan cerita-ceritanya.
"Nanti pulang sekolah bareng yuk, kamu mau kan, Bill ?" tanya Riko tiba-tiba.
"Iya Rik, gak papa. Nanti bareng teman-teman yang lain juga kan ?." ucap Billa yang balik bertanya.
"Iyaa kita pulang rame-rame, pasti seru kan.." sahut Riko dengan senyumannya yang tak bisa di artikan.
~**********~
"Seru nih kalau setiap hari kita pulang bareng, apa lagi ada Farid.." ucap Safa yang tak henti-hentinya menggoda Farid, hingga membuatnya jadi salah tingkah.
"Jangan godain Faris terus Faa, lihatlah wajahnya merah banget tuh.." sahut Billa yang membuat mereka semua menatap ke wajah Farid.
Bukannya berhenti, Safa justru malah semakin semangat untuk terus menggoda Farid yang sesekali menutupi wajahnya dengan kedua tangan.
"Bill, kapan-kapan aku boleh kan main ke rumah kamu ?." tanya Riko dengan suara lirih, namun masih dapat di dengar oleh Billa dan Bintang.
"Iyaa boleh, Rik.. Kamu sendiri atau sama Farid ?." kini Billa yang bertanya.
__ADS_1
"Berdua sama Farid, gak papa kan ? karena dari dulu aku dan Farid kalau kemana-mana seringnya bareng.." jelas Riko dengan tersenyum senang, karena rencananya untuk bisa mendekati Billa berjalan lancar.
Namun berbeda dengan Bintang, yang sejak tadi mendengar dan memperhatikan mereka berdua. Entah kenapa hatinya merasa tidak senang, saat melihat Billa dan Riko yang semakin dekat.
"Kamu kenapa Bin, kok diem aja sih ?." tanya Billa yang melihat Bintang tidak berbicara apapun sejak mereka pulang.
"Gak papa kok Bill, kepalaku agak pusing aja. Mungkin karena cuaca yang panas.." sahut Bintang yang tidak ingin membuat Billa curiga.
"Nanti di rumah langsung minum obat dana banyak istirahat yaa Bin, biar cepat sembuh pusingnya.." ujar Billa dengn tersenyum dan di balas oleh Bintang dengan sebuah senyuman dan anggukan.
"Kalian tau gak, ternyata Farid jomblo alias belum punya pacar lho.. Jadi aku punya kesempatan donk,hehee.." ujar Safa tiba-tiba, masih saja dengan tingkahnya yang membuat orang lain geleng kepala sekaligus tertawa.
"Dasar ganjen nih anak satu, karena kelamaan jomblo kali yaa.." sahut Bintang sambil mencubit pipi Safa.
"Auww,, sakit Bin, boleh nambah lagi gak,hahahaa.." ucap Safa.
"Kamu juga Farid, kalau mau cubit aku gak papa kok. Aku rela.." sambung Safa lagi.
"Aiihhh,, makin ganjen aja nih anak.." Bintang memberikan cubitan lagi pada Safa, namun Safa mencoba menghindari.
Terjadilah kejar-kejaran di antara mereka berdua, hingga membuat teman-temannya yang melihat itu hanya bisa tertawa. Karena tingkah mereka yang terlihat seperti anak kecil.
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊