Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Pulang Ke Kampung Halaman


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, waktu yang di tunggu kini telah tiba. Bintang, Sany dan Resha kini telah berada di dalam sebuah pesawat. Mereka akan melakukan perjalanan jauh, untuk berkunjung ke kampung halaman Bintang.


Setelah menempuh beberapa jam perjalanan, akhirnya kini mereka pun telah sampai. Resha yang merasa kelelahan, sedang tertidur di dalam gendongan Bintang.


Tokk,,tokk,,tokk..


"Assalamu'alaikum, Ibu, Ayah.. Bintang pulang.." seru Bintang dengan senyuman.


"Wa'alaikumsalam.." ucap Ibu sambil membukakan pintu, terlihat Ibu dan Ayah yang tersenyum bahagia menyambutnya.


"Ibu,, Ayah.." seru Bintang seraya bersalaman dan memeluk kedua orang tuanya, di ikuti oleh Sany yang juga melakukan hal yang sama.


"Ayo masuk masuk.." ajak Ibu dan Ayah sambil membantu membawakan barang-barang bawaan Bintang.


Bintang yang sudah berada di dalam rumah segera berjalan masuk ke kamarnya, lalu membaringkan Resha yang masih tertidur dengan pulas.


"Ini siapa Bin, dan anak kecil tadi...?" tanya Ibu saat melihat Bintang telah keluar dari kamarnya.


"Ini Sany teman Bintang, Bu.. Dan anak perempuan kecil itu tadi anaknya, di kota kita tinggal bareng bertiga, Bu.." jelas Bintang pada Ibunya.


"Ohh, jadi begitu yaa.. Sebentar yaa Nak Sany, Ibu mau buatin minuman dulu.." ucap Ibu yang hendak bangkit dari tempat duduknya.


"Tidak usah repot-repot, Bu.." seru Sany sambil menatap ke arah Bintang.


"Iyaa Bu, tidak usah. Bintang dan Sany mau istirahat dulu aja, pusing banget soalnya.." jelas Bintang.


"Yaa udah kalau gitu, ajak Nak Sany ke kamar istirahat.." ucap Ibu sambil tersenyum.


"Iyaa Bu, Ayah.. Bintang dan Sany istirahat dulu yaa.." seru Bintang sambil mengajak Sany ke kamar.


"Ibu pikir Bintang pulang bawa calon mantu, Yah. Ehh, ternyata teman perempuannya.." ujar Ibu pada Ayah.


"Mau bawa apapun yang penting putri kita pulang, Bu.." sahut Ayah pada Ibu.


"Bener juga sih yang Ayah katakan, yaa sudah Ibu mau ke dapur dulu beresin barang-barang yang di bawa Bintang tadi.." ucap Ibu sambil meninggalkan Ayah yang tengah memikirkan sesuatu.

__ADS_1


~**********~


Resha yang sudah bangun dari tidurnya, kini tengah asyik bermain dengan Rahma, anak Kak Tya dan di temani oleh Sany. Sedangkan Bintang masih terbaring di tempat tidur, karena kepalanya yang masih sangat pusing.


"Bintang masih belum bangun juga Tya..? tanya Ibu pada Tya.


"Belum, Bu.." jawab Tya yang belum melihat adik bungsunya itu.


"Tadi Bintang bilang, kepalanya masih pusing banget, Bu.." seru Sany menimpali.


"Ohh begitu, anak itu dari kecil memang suka mabuk perjalanan. Ibu mau buatin wedang jahe dulu buat Bintang, nanti Tya antarkan ke ka Bintang yaa.." ucap Ibu sambil menatap Tya.


"Iyaa Bu, nanti biar Tya antarkan sekalian mau lihat keadaannya.." balas Tya pada Ibu yang kini telah berjalan ke dapur.


Tak berapa lama kemudian, Ibu datang dengan segelas air di tangannya. Lalu memberikannya pada Tya, untuk di berikan pada Bintang.


"Sany,, titip Rahma dulu sebentar yaa.." pinta Tya pada Sany.


"Iyaa Kak Tya, gak papa kok.." sahut Sany sambil mengawasi Resha dan Rahma bermain.


Tokk,,tokk,,tokk..


"Bintang,, ini Kak Tya.. Kamu sudah bangun belum..? Kakak masuk yaa.." ucap Tya dari luar kamar.


"Iyaa Kak, masuk aja. Pintunya gak di kunci kok.." sahut Bintang dari dalam kamar.


"Kamu masih pusing banget yaa, ini Ibu buatin minuman buat kamu, Bin.." ucap Tya seraya menyerahkan gelas yang Ia bawa pada Bintang.


"Iyaa Kak, terimakasih.." ujar Bintang sambil meneguk wedang jahe hangat yang Ia pegang.


"Kak Nia apa gak pulang, Kak..? tanya Bintang tiba-tiba.


"Kakak juga belum tau, Bin.. Kalau dia masih sibuk, yaa mungkin gak bisa pulang.."


Jawab Tya yang tidak sengaja melihat layar ponsel Bintang yang menyala di atas meja, di situ terlihat foto Bintang dan Sany yang begitu mesra dengan Resha di tengah-tengah mereka.

__ADS_1


"Foto wallpaper ponsel kamu bagus Bin, mirip keluarga kecil bahagia,hehee.." celetuk Tya dengan tawa kecilnya.


"Uhukk,, uhukkk.." Bintang yang mendengar itupun langsung tersedak, lalu mencoba untuk menetralkan pernafasannya dengan perlahan.


"Masa sih Kak, biasa aja kok.." ucap Bintang yang baru teringat, bahwa wallpaper di ponselnya lupa Ia ganti.


"Iyaa itu kan menurut Kakak.." ujar Tya yang melihat perubahan wajah pada adiknya.


"Kak, Bintang mau tanya sesuatu.." ucap Bintang dengan perasaan ragu.


"Iyaa Bin, kamu mau tanya apa..?" sahut Tya.


"Emmm,, seorang perempuan yang juga menyukai perempuan, karena mereka memiliki perasaan yang berbeda pada umumnya. Menurut Kakak gimana, apa Kakak menyalahkan mereka..?" tanya Bintang dengan hati-hati, karena takut Kakaknya curiga oleh pertanyaannya.


"Kakak gak akan menyalahkan mereka, karena itu perasaan mereka yang memang sudah seperti itu. Kamu kenapa tanya seperti itu Bin, atau jangan-jangan..." Tya menatap tajam ke arah Bintang, sambil tersenyum seolah telah menduga sesuatu.


"Jangan-jangan kamu seperti itu juga, Bin..!" seru Kak Tya pada Bintang yang terlihat tersenyum.


"Hee,,iyaa Kak, Bintang juga seperti itu. Tapi Kakak jangan marah.." ucap Bintang sambil memasang wajah sedihnya.


"Beneran Bin, kamu serius..?!" tanya Tya pada Bintang yang hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Yaa ampun,, terus-terus itu Sany anunya kamu, Bin..?" tanya Tya yang semakin penasaran.


"Anu gimana, Kak..?" balas Bintang yang balik bertanya.


"Yaa gitu-gitu lah, Bin.. Iyaa yaa, Bin..?" ucap Tya dengan lirih.


"Hehee,, iyaa gitulah, Kak.." jawab Bintang yang merasa malu dan salah tingkah.


Bintang yang merasa yakin dan percaya bahwa Kakaknya bisa mengerti dan menerima dirinya yang seorang lesbi, akhirnya menceritakan semua tentang dirinya. Sejak kapan Ia menyadari bahwa Ia seorang lesbi, serta tentang hubungannya dengan Gia dan Sany..


Bersambung...


🙏😊 A59

__ADS_1


__ADS_2