Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Terlihat Aneh


__ADS_3

Kini suasana rumah telah menjadi ramai, sejak Tya dan putrinya Rahma tinggal bersama Bintang dan Ibunya. Bintang pun merasa senang dan tenang, melihat Ibu kini tidak lagi sering melamun karena teringat Ayah.


"Kamu bengong Bin, mikirin Sarah pasti yaa..?" seru Tya. "Pagi-pagi udah melamun aja, kasian nanti ayam pada pingsan.." ledek Tya pada Bintang sambil tertawa kecil.


"Gak kok Kak, apaan sih. Nanti Ibu denger tau.." sahut Bintang sambil manyun.


"Ibu gak akan denger kok, lagi asyik main sama Rahma tuh. Jadi benar kamu mikirin Sarah, apa ada masalah atau jangan-jangan kalian berantem yaa..?" tanya Tya menyelidik.


"Gak kok Kak, gak ada masalah dan kita juga baik-baik aja. Cuma Bintang merasa sekarang Sarah jadi beda, entahlah.." jelas Bintang sambil membantu Tya memasak.


"Beda gimana maksudnya kamu, apa dia berubah..?" tanya Tya yang semakin merasa penasaran.


"Iyaa mungkin seperti itu Kak, tapi Bintang belum ada ngomong apa-apa soal itu. Takutnya Sarah jadi marah, terus ngambek nanti.." ujar Bintang.


"Tapi kamu harus tetap ngomong, biar kamu tau Sarah kenapa. Terus kamu juga gak kepikiran dan bertanya-tanya.." ucap Tya.


"Iyaa juga sih Kak, nanti deh Bintang tanyain ke Sarah.." sahut Bintang.


"Yaa udah sekarang fokus bantuin Kakak masak, jangan melamun terus. Nanti gosong lagi masakannya, atau rasanya gak karuan.." ujar Tya sambil tersenyum menatap Bintang.


"Iyaa iyaa Kak, fokus kok.." balas Bintang seraya melanjutkan memotong sayuran, serta memasaknya.


"Masaknya jangan asin-asin atau manis-manis yaa Bin, nanti seperti waktu itu lagi.." seru Tya yang tau ciri khas masakan Bintang, kalau tidak asin yaa pasti manis meskipun rasanya tetap enak.

__ADS_1


"Gak apa-apa lho Kak, Bintang kan suka asin, manis, pedas dan gurih. Semua menyatu dalam kesatuan yang tak terpisahkan, karena mereka telah di takdir kan untuk bersama.." ujar Bintang sambil tertawa terkekeh-kekeh.


"Kamu ngomong apa sih Bin, Kakak jadi bingung.." sahut Tya yang menggelengkan kepalanya, melihat tingkah Bintang yang puitis.


"Kakak cukup denger aja, gak harus mengerti.." balas Bintang yang tengah sibuk mengaduk-aduk sayuran yang Ia masak. Begitu juga dengan Tya, yang sibuk menggoreng ikan dan udang.


"Gorengnya hati-hati dong Kak, minyaknya kena ke aku nih,mmmh.." seru Bintang sambil menjauh dari tempat penggorengan.


"Mungkin minyak gorengnya mau pdkt sama kamu kali, Bin.." sahut Tya yang tertawa kecil.


"Kakak nih, ada-ada aja.."


Bintang dan Tya pun meneruskan acara memasak mereka, sambil tetap bercerita dan bercanda. Hingga akhirnya mereka telah selesai memasak, lalu beristirahat di ruang tengah bersama Ibu dan Rahma.


Siang itu di restoran tempat Anya bekerja, Sarah dan se'orang teman wanitanya masuk ke dalam restoran lalu memesan makanan. Tak lama, Anya yang menyadari kedatangan Sarah segera menghampirinya.


"Akhirnya kamu datang juga Sarah, lama gak makan di sini. Punya tongkrongan baru yaa,hee.." seru Anya yang kini tengah menatap wanita yang ada di samping Sarah.


"Gak gitu Nya, cuma aku kadang makan di kantin aja yang lebih dekat.." jelas Sarah.


"Iyaa Sarah gak apa-apa, aku bercanda kok. Ohh yaa, ini siapa yaa, teman kerja..?" tanya Anya.


"Ini bukannya perempuan yang waktu malam itu aku lihat sama Sarah di cafe.." ucap Anya dalam hati.

__ADS_1


"Ohh, iyaa ini teman kerja aku, Nya.. Namanya Mulan.." jawab Sarah seraya menatap wanita yang ada di sebelahnya.


Setelah mendapat tatapan dari Sarah, Mulan pun tersenyum sambil berjabat tangan dengan Anya.


"Aku Mulan, teman sekantornya Sarah.." seru Mulan.


"Iyaa Mulan, aku Anya mantannya Sarah,hehehee.." balas Anya sambil tertawa terkekeh-kekeh.


"Jangan mulai deh, Nya.. Nanti dia cem-..." ucapan Sarah terputus, seolah Ia menyadari sesuatu saat itu juga.


"Dia kenapa Sarah..?" tanya Anya yang merasa aneh, karena Sarah tiba-tiba berhenti dan tidak meneruskan perkataannya.


"Gak kenapa-kenapa kok Nya, aku dan Mulan mau makan dulu yaa.. Itu makanannya udah datang.." ujar Sarah sambil menatap ke arah pramusaji yang membawakan makanan yang Ia dan Mulan pesan.


"Hampir aja keceplosan.." ucap Sarah dalam hati.


"Ohh, iyaa Sarah, buat kalian selamat makan siang yaa.. Aku lanjut kerja dulu.." ucap Anya sambil berjalan menuju meja kasir, meninggalkan Sarah dan Mulan yang kini tengah menikmati makan siangnya.


"Sebenarnya yang mau di katakan Sarah tadi apa yaa,mmmh.. Sikap mereka berdua terlihat aneh, seperti... ahhh, mungkin cuma perasaan aku aja.." ucap Anya lirih, sembari melihat Mulan yang begitu bersikap hangat pada Sarah.


Selesai makan, Sarah dan Mulan pun berpamitan pada Anya untuk kembali ke tempat kerjaan. Anya menatap mereka berdua dengan hati penuh tanya, hingga Sarah dan Mulan tak terlihat lagi.


Bersambung..

__ADS_1


🙏😊 A59


__ADS_2