Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Gia


__ADS_3

Beberapa tahun telah berlalu, sejak Bintang menamatkan pendidikan Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Atas Menengah. Kini Bintang telah tumbuh menjadi seorang anak remaja, dengan penampilan khasnya yang masih tetap sama, yaitu tomboy.


Sejak cinta sendirian yang Bintang rasakan pada Billa beberapa tahun lalu, kini Bintang mulai berani untuk berkenalan dan menunjukkan dirinya yang berbeda itu.


"Mana yaa nomor-nomor telepon yang nama pemiliknya perempuan.." ucap Bintang sambil melihat nomor-nomor yang ada di sebuah majalah.


Akhirnya Bintang pun menemukan sebuah nomor telepon seorang perempuan atas nama Gia, pada kolom majalah yang berisi tentang kata-kata mutiara dan di situ tertera nomor telepon dan nama penulisnya. Tanpa pikir panjang, Bintang segera mengirim pesan pada pemilik nomor telepon tersebut.


"Assalamu'alaikum..


Hai, boleh kenalan..?"


Tak lama kemudian, Bintang mendapat balasan pesan yang Ia tunggu dengan begitu senang.


"Wa'alaikumsalam,


Boleh, maaf siapa ya ?"


Tanya pemilik nomor di ujung sana, Bintang pun segera membalasnya.


"Saya Bintang, kamu Gia kan ? Saya tau nomor kamu dari kolom kata-kata mutiara di sebuah majalah..."


Balas Bintang, sambil tersenyum penuh arti.


"Iyaa saya Gia, saya memang pernah mengirim kata-kata mutiara di majalah.."

__ADS_1


Balas Gia pada Bintang yang langsung di balas kembali oleh Bintang.


"Salam kenal yaa Gia, boleh kan kita berteman dekat ?"


Tanya Bintang dengan berharap.


"Iyaa boleh kok, sambung besok lagi yaa.. Aku mau tidur dulu, sudah ngantuk.."


Balas Gia yang mengakhiri pesannya.


"Baiklah, selamat tidur Gia..!"


Balas Bintang seraya meletakkan ponselnya di samping tempat tidurnya.


"Akhirnya, dapat teman perempuan juga.." gumam Bintang dalam hati sambil tersenyum penuh arti.


Keesokan paginya..


Seperti biasa, kini Bintang tengah bersiap untuk berangkat kerja. Tiba-tiba Ia teringat pada Gia, teman yang baru tadi malam Ia ajak berkenalan. Bintang pun segera mengambil ponselnya, lalu mengirim sebuah pesan pada Gia.


"Assalamu'alaikum,


Pagi Gia, jangan lupa sarapan yaa.."


Bintang lalu menekan tombol kirim, sambil keluar kamar dengan senyum manis terukir di bibirnya.

__ADS_1


"Sudah mau berangkat, Bin..?" tanya Ibu yang tengah duduk di kursi depan teras.


"Iyaa Bu, Bintang pergi dulu yaa.. Assalamu'alaikum..!" seru Bintang sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.


"Wa'alaikumsalam, hati-hati di jalan, Nak..!" ucap Ibu yang juga tersenyum.


"Tumben anak itu terlihat ceria, biasanya pagi-pagi sudah mengeluh karena masih ngantuk,mmmh.." gumam Ibu dalam hati seraya masuk ke dalam rumah.


Tak lama kemudian, kini Bintang sudah sampai di sebuah toko perabotan tempat Ia bekerja. Karena memang jaraknya yang dekat dengan rumah, jadi Bintang hanya perlu berjalan kaki saja.


"Sudah lama sampai, Bin ?" tanya Bapak Anas, sang pemilik Toko yang baru tiba sambil memberikan kunci dan uang pada Bintang.


"Baru sampai juga kok, Pak.." jawab Bintang yang kini tengah membuka gembok pintu toko.


"Yaa sudah kalau begitu, Bapak tinggal dulu.." seru Pak Anas sambil berlalu pergi meninggalkan Bintang.


"Iyaa Pak Anas.." sahut Bintang dengan senyum ramahnya.


Setelah kepergian Pak Anas, Bintang pun mulai menata dan membersihkan barang-barang yang ada di toko. Sambil sesekali melihat ponsel yang ada di saku celananya, berharap ada pesan yang Ia terima.


"Kok belum ada balasan juga yaa dari Gia,mmmh.."


Bathin Bintang sambil meletakkan ponselnya di dalam laci, lalu melanjutkan pekerjaannya kembali.


Bersambung..

__ADS_1


🙏😊 A59


__ADS_2