
Bintang yang telah berada di kost-an Anya, kini sedang beristirahat sambil memikirkan Nadya. Ia ingin menghubungi Nadya, namun Anya terus saja melarangnya.
"Aku kepikiran Nadya terus, Nya.." seru Bintang pada Anya.
"Ngapain di pikirin, belum tentu dia juga mikirin kamu, Bin.. Udahlah,, kamu istirahat aja dulu.." sahut Anya yang kini ikut berbaring di samping Bintang.
"Apa dia baik-baik aja yaa,mmmh,, Menurut kamu gimana, Nya..?" tanya Bintang pada Anya, tapi tidak juga dapat jawaban.
"Anya,, kamu kok diam aja sih, Nyaa..!" seru Bintang sambil melihat ke arah Anya yang ternyata sudah tertidur.
"Malah tidur nih anak, di tanyain juga.." ujar Bintang seraya mencoba memejamkan matanya, namun pikirannya terus saja tertuju pada Nadya. Hingga membuatnya merasa lelah, dan akhirnya pun tertidur.
"Nadya...! Jangan pergi..!!" teriak Bintang yang terbangun dari mimpi buruknya.
"Kamu kenapa, Bin..? Mimpi buruk yaa..?" tanya Anya yang ikut terbangun mendengar suara teriakan Bintang.
"Iyaa Nya, mimpi buruk tentang Nadya.." jawab Bintang dengan nafasnya yang masih tersengal-sengal.
"Kamu minum dulu yaa.." ujar Anya sambil memberikan gelas berisi air putih pada Bintang.
"Terimakasih yaa, Nya.." sahut Bintang seraya meminum habis air yang ada di dalam gelas, lalu meletakkannya di atas meja.
"Sekarang tidur lagi yaa, jangan lupa berdo'a biar kamu gak mimpi buruk lagi.." ucap Anya sambil tersenyum dan kembali berbaring.
"Iyaa Nya, maaf yaa kamu jadi kebangun gara-gara aku.." ujar Bintang yang merasa tidak enak.
"Gak apa-apa kok Bin, sekarang kita tidur yaa.. Besok kamu coba hubungi Nadya, biar kamu gak kepikiran dia terus.." sahut Anya yang kini memejamkan matanya.
"Iyaa besok akan aku hubungi dia, terimakasih yaa, Nya.." seru Bintang.
"Sama-sama, Bin.." balas Anya pada Bintang.
__ADS_1
Keduanya pun kini melanjutkan tidur mereka kembali, menanti hari esok yang entah apa yang akan terjadi.
~*************~
Pagi harinya, Anya yang bangun lebih dulu baru saja pulang dari membeli sarapan. Ia sengaja tidak membangunkan Bintang, yang masih terlelap karena mungkin merasa kelelahan.
"Kamu udah bangun Bin, ayo kita sarapan dulu.." ajak Anya saat melihat Bintang yang sedang memegang ponselnya.
"Kok kamu gak bangunin aku sih, Nya..?" tanya Bintang yang sempat bertanya-tanya, tentang kemana perginya Anya.
"Karena kamu masih tidur, jadi buat apa aku bangunin. Lagi pula bangun cepat-cepat, memang mau ngapain..?" tanya Anya sambil menikmati sarapannya.
"Yaa kan gak enak aja, masa tuan rumah bangun lebih dulu di banding tamu.." jelas Bintang.
"Alahh,, gayamu Bin, tamu apaan coba. Santai aja kali, gak usah merasa gak enak sama aku. Kita kan teman baik udah lama, jadi biasa aja yaa.."ujar Anya sambil tersenyum.
"Yaa udah buruan di makan, nanti dingin lho bubur ayamnya. Sekalian tuh satenya di makan, aku beliin khusus buat kamu. Karena aku tau kamu pasti suka.." ujar Anya.
"Terimakasih yaa Nya, aku gak tau gimana membalas semua kebaikan kamu sama aku selama ini.." ucap Bintang sambil mengingat semua kebaikan Anya padanya.
"Kamu apaan sih Nya, aku tabok juga nih.." sahut Bintang seraya mengambil bantal dan melemparkannya pada Anya.
"Aku bercanda lho, Bin.." gerutu Anya.
"Iyaa tau, aku juga bercanda lho, Nya.." balas Bintang yang membuat keduanya pun kini tertawa terkekeh-kekeh.
"Ohh yaa Bin, kamu udah ngubungin Nadya belum..?" tanya Anya.
"Iyaa udah tadi, waktu kamu pergi.." jawab Bintang.
"Terus gimana Bin, di angkat sama dia..?" tanya Anya lagi yang merasa penasaran.
__ADS_1
"Di angkat teleponnya, cuma keadaannya lagi gak baik, Nya.." ujar Bintang sambil menghela nafasnya.
"Gak baik gimana, Bin..? Kalau cerita jangan setengah-setengah gitu lho.." seru Anya yang merasa tidak sabar.
"Nadya habis kecelakaan motor dan untuk sementara waktu dia gak bisa jalan, karena ada tulang di bagian kakinya yang mengalami keretakan.." jelas Bintang dengan raut wajah sedih.
"Kasihan yaa Nadya, Bin.. Tapi gimana ceritanya dia bisa sampai kecelakaan gitu, Bin..?" tanya Anya.
"Waktu itu saat aku bilang, kalau aku ada di Bandara. Dia langsung bergegas pulang Nya, terus bawa motornya ngebut. Yaa udah deh, kecelakaan.." jelas Bintang.
"Coba aja waktu itu aku gak bilang, mungkin Nadya masih tetap baik-baik aja.." ujar Bintang yang merasa bersalah atas apa yang telah menimpa Nadya.
"Jangan ngomong gitu Bin, semua itu musibah dan kita gak tau kapan itu akan terjadi.." ucap Anya menenangkan, Ia tidak ingin Bintang merasa bersalah.
"Iyaa Nya, kamu memang benar.." sahut Bintang yang kini merasa lebih baik setelah mendengarkan apa yang barusan Anya katakan.
"Setelah ini, apa rencana kamu selanjutnya, Bin..?" tanya Anya yang telah selesai menghabiskan sarapannya.
"Aku mau cari kerja Nya, kamu bantuin aku yaa.. Kan kamu punya banyak kenalan.." seru Bintang.
"Ohh, mau cari kerja yaa, kirain mau cari pacar,hehee.." ledek Anya dengan senyum mengejeknya.
"Gak Nya, aku pengen sendiri dulu aja. Hati aku masih merasakan sakit dan kecewa, aku butuh waktu untuk menyembuhkannya.." jelas Bintang.
"Yakin tuh mau sendiri dulu..? Aku punya banyak temen jomblo lho Bin, cantik-cantik lagi. Tinggal pilih.." seru Anya seraya tertawa terkekeh-kekeh.
"Buat kamu aja Nya, kamu kan udah lama jomblo,hahaa.." balas Bintang yang ikut tertawa.
"Aku juga mau sendiri aja Bin, biar kamu ada temannya,hehehee.." ucap Anya sambil tertawa.
"Dasar kamu ini yaa,mmmh.." sahut Bintang, sambil kembali melempar bantal guling pada Anya yang masih mentertawakannya.
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59