Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Sendiri Dulu


__ADS_3

Pagi ini..


Sepulang dari berziarah ke makam Ayah, Bintang dan Ibunya mampir di sebuah toko sembako untuk membeli kebutuhan sehari-hari yang telah habis. Selesai berbelanja, mereka pun bergegas untuk pulang ke rumah.


"Sini Bu, biar Bintang yang bawain belanjaannya.." seru Bintang sambil mengambil barang-barang yang di pegang oleh Ibunya.


"Jangan semuanya Bin, nanti kamu keberatan.." sahut Ibu.


"Gak apa-apa kok Bu, Bintang kan kuat,hee.." balas Bintang sambil tersenyum. "Hari ini Ibu mau masak apa..?" tanya Bintang.


"Kamu maunya apa, Bin..? Nanti Ibu masakin.." balas Ibu yang balik bertanya pada Bintang.


"Masak semur ayam aja yaa Bu, Bintang pengen yang manis-manis gitu.." ucap Bintang.


"Yaa udah, nanti Ibu masakin tapi kamu bantuin Ibu yaa.." seru Ibu.


"Siap Bu, beres,hee.." sahut Bintang sambil tersenyum senang.


Tak lama kemudian, Bintang dan Ibunya telah sampai di rumah. Lalu Bintang membereskan barang-barang belanjaannya, sedangkan Ibu menyiapkan bumbu dan bahan-bahan yang akan di masak.


"Ibu mau masak apa..?" tanya Tya sambil menggendong Rahma.


"Ibu mau masak semur ayam, Bintang pengen katanya.." sahut Ibu yang sudah mulai memasak.


"Ngidam kamu Bin, udah berapa bulan,hehehee.." goda Tya pada Bintang yang langsung menatap tajam ke arahnya.


"Kakak apaan sih, ngomong sembarangan gitu. Nanti ada yang dengar, di kira beneran lho.." ujar Bintang.


"Kakak kan cuma bercanda, lagi pula cuma Ibu dan Rahma kok yang dengar. Kan sayang.." ucap Tya seraya mencubit pipi tembem Rahma dengan gemas.


"Ngidam apa Mahh..?" tanya Rahma yang tiba-tiba bertanya tentang apa yang tadi Ia dengar.


"Ngidam itu nama obat sayang,hee.. Rahma mau obat..?" tanya Tya sambil tertawa kecil.


"Gak mau Mahh, pahit.." jawab Rahma dengan polosnya.


"Kalau ini Rahma mau gak..?" tanya Bintang sembari menyerahkan sebuah coklat pada Rahma yang langsung di ambilnya dengan semangat.


"Mau Tante, makacih.." sahut Rahma dengan gemasnya.

__ADS_1


"Sama-sama, sayangnya mana buat Tante.." ucap Bintang sambil mendekatkan pipinya di bibir Rahma.


"Mmmuuaacchhh.." Rahma pun mencium pipi Bintang dengan raut wajah yang malu-malu.


"Nah gitu dong, sekarang Rahma main dulu sama mamaa yaa.." seru Bintang pada Rahma yang hanya menganggukkan kepalanya.


"Kakak tinggal dulu yaa Bin, kamu yang bantuin Ibu masak gak apa-apa kan..?" tanya Tya.


"Iyaa gak apa-apa kok, Kak.." balas Bintang sambil melanjutkan membantu Ibunya memasak.


Selesai memasak dan menyiapkan semua makanan di meja makan, Bintang dan Ibu pun istirahat di ruang tengah sambil menonton televisi. Sedangkan Tya dan putrinya asyik bermain boneka, sembari menyuapi Rahma makan siang.


"Bintang.." seru Ibu yang tiba-tiba memanggilnya.


"Iyaa Bu, ada apa..?" tanya Bintang.


"Ada yang ingin Ibu tanyakan sama kamu, Bin.." ucap Ibu dengan raut wajah yang ragu.


"Iyaa Ibu mau tanya apa, tanya aja.." sahut Bintang yang kini langsung fokus mendengarkan.


"Apa saat ini kamu punya pacar, Bin..?" tanya Ibu.


"Terus yang waktu itu pernah kamu ceritakan ke Ibu, kemana..?" tanya Ibu lagi.


"Udah putus Bu, karena ternyata dia masih punya pacar.." ucap Bintang seadanya.


"Mau berapa kali kamu di bohongi dan di kecewakan oleh perempuan, Bin.. Ibu tidak mau kamu terus mengalami hal itu.." seru Ibu yang merasa sedih karena memikirkan nasib percintaan putri kesayangannya yang malang.


"Mungkin memang seperti itu nasib percintaan Bintang, Bu.." balas Bintang.


"Semua Kakak kamu sudah menikah Bin, apa kamu tidak ada niat untuk menikah..?" tanya Ibu dengan berhati-hati, karena tidak ingin pertanyaannya menyinggung perasaan putri kesayangannya itu.


"Kenapa harus bahas masalah ini lagi sih Bu,mmmh.." gumam Bintang dalam hati.


"Maaf yaa Bu, jawaban Bintang masih sama seperti dulu. Bintang gak berniat untuk menikah, Ibu jangan memikirkan apapun perkataan orang lain. Karena semua itu Bintang yang menjalaninya, Ibu tenang aja yaa.. Yang penting Ibu selalu sehat, jangan banyak pikiran. Cukup do'ain yang terbaik untuk Bintang yaa, Bu.. Selebihnya, Bintang pasrahkan sama Allah.." ujar Bintang sambil menghela nafasnya dengan dalam.


"Apa kamu yakin, Bin..?" tanya Ibu lagi.


"Yakin Bu, buat Bintang pernikahan itu suci dan sakral. Bintang gak mau menikah cuma karena omongan orang lain, karena status sosial, dan karena keterpaksaan yang nantinya bisa berujung pada perceraian. Pernikahan itu bukan hanya menyatukan dua orang Bu, tapi juga dua keluarga. Mungkin Bintang bisa membohongi orang lain, tapi Bintang gak bisa membohongi perasaan Bintang sendiri.." jelas Bintang yang berusaha meyakinkan Ibunya, seraya menahan air matanya agar tidak terjatuh.

__ADS_1


"Kalau masalah lain, mungkin masih bisa di tawar. Tapi kalau masalah hati, buat Bintang itu udah harga mati. Lebih baik Bintang hidup sendiri, dari pada Bintang hidup bersama orang yang gak Bintang cintai, Bu.." ucap Bintang yang sangat berharap Ibunya bisa menerima dan mengerti.


"Baiklah Nak, Ibu mengerti dan menerima keputusan kamu itu. Apapun keputusan dan pilihan kamu, pasti akan Ibu dukung. Yang penting kamu senang dan bahagia, kamu juga harus selalu jaga diri baik-baik yaa.." ujar Ibu sambil memeluk Bintang.


"Terimakasih banyak yaa, Bu.. Maafin Bintang, karena belum bisa membahagiakan Ibu.." seru Bintang sambil menangis di pelukan Ibunya.


Tya yang sedari tadi melihat dan mendengar obrolan Ibu dan adiknya itu, hanya terdiam sambil menghapus air matanya yang menetes. Ia merasa terharu dan tidak menyangka, bahwa adiknya itu bisa menyakinkan Ibunya hingga bisa mengerti dan menerima keputusannya.


~**********~


Di sebuah restoran, terlihat Sarah dan Sandra sedang mengobrol dengan Anya di dekat meja kasir.


"Gimana selama gak ada Bintang, berani kan di kost-an sendirian, Nya..?" tanya Sarah dengan senyum mengejek.


"Beranilah, ngapain juga takut. Cuma jadi sepi banget, karena gak ada temannya.." sahut Anya yang kembali teringat saat bersama Bintang.


"Ajak aja Nindy ngekost bareng, biar kalian bisa berduaan terus.." ujar Sandra sambil tersenyum.


"Yaa gak bisa semudah itu, Nindy kan tinggal sama orang tuanya. Pasti gak di bolehin, walaupun sebenarnya aku pengen banget sih.." ucap Anya.


"Iyaa sih Nya, susah kalau seperti itu.." seru Sarah menimpali.


"Ohh iyaa, terus sekarang Bintang udah punya pacar belum, Nya..?" tanya Sandra.


"Belum San, dia bilang mau sendiri dulu aja. Masih kapok katanya,hehee.." sahut Anya sambil tertawa kecil.


"Memang lebih baiknya gitu, dari pada nanti sakit hati dan kecewa lagi. Iyaa kan sayang.." ucap Sandra sambil menatap Sarah.


"Iyaa benar banget sayang, kita do'ain aja semoga Bintang bisa menemukan kebahagiaannya.."


"Aamiin.." seru mereka bersamaan.


"Kalau gitu kita pamit pulang dulu yaa, Anya.. Sampai ketemu besok.." ujar Sarah sambil berjalan bersama Sandra.


"Iyaa Sarah, hati-hati di jalan.." sahut Anya sambil melihat Sarah dan Sandra yang semakin jauh.


Anya pun kembali melanjutkan pekerjaannya, berkutat dengan komputernya. Sembari mendengarkan musik yang Ia dan Nindy sukai, hingga memutarnya berulang kali...


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59


__ADS_2