
Sudah hampir setahun, Sarah terjebak dalam pergaulan bebas. Teman-teman yang selama ini selalu Ia hindari, kini menjadi temannya untuk melewati hari-hari yang sulit baginya. Hal ini juga tidak pernah di ketahui oleh kedua orang tuanya, tapi Anya dan Bintang mengetahui itu. Telah berulangkali mereka menasehatinya, tapi tetap saja Sarah sulit untuk meninggalkan minuman dan barang haram itu.
Hingga suatu hari, Sarah bertemu dengan sese'orang yang membuatnya merasa berarti. Membuatnya bangkit dan menjadi semangat lagi, sese'orang yang kini telah menjadi kekasihnya. Ia pun berniat untuk mengenalkan dan menceritakannya pada Anya dan Bintang, tentang sese'orang yang kini bersamanya.
"Kamu mau kan aku kenalin ke teman baik aku, sayang..?" tanya Sarah pada Sandra, kekasihnya itu.
"Teman apa mantan,mmmh.." balas Sandra.
"Bintang memang mantan aku, tapi kan sekarang jadi teman. Kenapa, sayang cemburu yaa..?" tanya Sarah lagi sembari memperhatikan raut wajah Sandra.
"Gak kok, ngapain juga cemburu. Iyaa gak apa-apa, aku juga pengen tau dan kenal sama mereka.." sahut Sandra sambil tersenyum.
"Kalau gitu nanti malam aja kita ke kost-an Anya, sekalian malam mingguan yaa sayang.." ucap Sarah sambil memeluk Sandra.
"Iyaa sayang, terserah kamu aja. Aku laper, kamu buat sarapan gih. Atau kita keluar aja, beli makanan..?" ujar Sandra yang menatap wajah Sarah.
"Aku masak nasi goreng aja buat sarapan kita, sayang tunggu aja dulu yaa.." seru Sarah seraya mencium pipi Sandra, dan Sandra pun segera membalas menciumnya.
Sarah segera berjalan menuju dapur, Ia lalu menyiapkan semua bahan untuk membuat nasi goreng. Setelah cukup lama, nasi goreng pun telah siap untuk di nikmati.
"Sayangku,, ayo kita sarapan, udah siap nih nasi goreng spesial untuk orang yang aku sayangi.." seru Sarah sembari tersenyum pada Sandra.
"Terimakasih yaa cintaa,, sepertinya enak nih. Aku cobain yaa.." ucap Sandra yang kini memakan nasi goreng buatan Sarah yang tengah menunggu respon dari Sandra.
"Mmmm,, enak banget sayang, pasti kamu masaknya pakai cinta yaa,hee.." seru Sandra sambil tertawa kecil.
"Pastinya sayang, syukurlah kalau enak sayang, yaa udah sekarang kita sarapan dulu. Setelah ini temenin aku belanja untuk kebutuhan sehari-hari kita yaa sayang, karena banyak yang udah pada habis.." ujar Sarah.
"Iyaa pasti sayang, pokoknya kalau kemana-mana harus sama aku yaa.." sahut Sandra seraya mencubit gemas pipi Sarah.
Mereka pun melanjutkan sarapannya, dan setelah selesai keduanya bersiap-siap untuk pergi ke minimarket yang berada tidak jauh dari tempat mereka tinggal.
~***********~
Malam harinya, Sarah dan Sandra kini telah berada di dalam mobil untuk menuju ke kost-an Anya. Namun tiba-tiba Sarah menepikan mobilnya, lalu turun untuk membeli sesuatu.
__ADS_1
"Ayo turun, sayang. Kita beli martabak dulu, untuk Anya dan Bintang.." seru Sarah.
"Kok martabak sih sayang, kenapa gak makanan yang lain aja..?" sahut Sandra yang berada di samping Sarah.
"Karena Bintang dan Anya suka sama martabak keju dan telur, sayang.." bisik Sarah di telinga Sandra.
"Ohh, yang udah hapal banget makanan kesukaan mantannya,mmmh.." ucap Sandra sembari menatap Sarah dengan wajah manyun.
"Ada cemburu nih ceritanya, kamu gemesin tau kalau lagi cemburu,hehee.." ledek Sarah yang tersenyum pada Sandra.
"Udah gak usah ngeledek, gak lucu juga.." gerutu Sandra.
"Tapi gak apa-apa kok, kalau kamu cemburu itu tandanya kamu sayang banget sama aku. Iyaa kan sayang..?" ucap Sarah dengan nada lirih.
"Iyaa aku sayang banget martabak, wekk.." ejek Sandra pada Sarah seraya tertawa kecil.
"Awas yaa nanti malam, jatahnya aku kurangin.." seru Sarah.
"Gak apa-apa di kurangin, nanti biar aku yang nambahin,hehehee.." sahut Sandra dengan senyum menggodanya.
Sarah dan Sandra melanjutkan perjalanan mereka, dan tak lama mobil yang Sarah kendarai telah sampai di depan sebuah kost-an tempat Anya dan Bintang tinggal. Sarah pun segera mengetuk pintu, seraya memanggil Anya dan Bintang.
"Ternyata kamu, ayo masuk Sarah.." ucap Anya pada Sarah yang sedang menatap Sandra.
"Nindy ada di sini juga rupanya.." seru Sarah. "Ini aku bawain martabak, buat kita makan rame-rame.." ucap Sarah seraya menyerahkan bungkusan marbatak pada Anya.
"Repot-repot aja kamu, Sarah. Tadi aku sama Nindy juga udah beli makanan dan cemilan banyak, ini ayo di makan.." seru Anya.
"Iyaa Anya, terimakasih. Akhirnya kamu balik ke sini lagi Bin, aku seneng banget.." ucap Sarah sambil tersenyum pada Bintang.
"Iyaa Sarah, aku juga seneng banget akhirnya bisa ketemu lagi sama kalian semua. Ohh iyaa, ini siapa Sarah..? Pacar kamu..?" tanya Bintang.
"Ohh iyaa, kenalin semua ini Sandra pacar aku,hee.." seru Sarah sembari tersenyum malu-malu.
Sandra pun memperkenalkan dirinya pada semua, meski dalam hati Ia masih merasa cemburu melihat Bintang dan Sarah yang terlihat dekat.
__ADS_1
"Ini minumannya teman-teman, ayo di makan dan di minum.." ajak Nindy sambil menuangkan air minum ke dalam gelas masing-masing.
"Ayang Beb ku ini tau aja kalau aku haus.." ucap Anya sambil mencolek dagu Nindy.
"Apaan sih Yank, jangan mulai deh. Lagi ada teman-teman ini.." sahut Nindy yang merasa kesal dengan Anya.
"Gak apa-apa Beb, mereka pasti ngerti kok,hee.." balas Anya.
"Terus kamu kapan, Bin..?" tanya Sarah tiba-tiba.
"Apanya yang kapan, Sarah..?"sahut Bintang yang balik bertanya.
"Kapan mau punya pacar..? Anya kan udah punya Nindy, dan aku juga udah sama Sandra. Jadi tinggal nunggu kamu nih, jangan terlalu lama jomblo.." ujar Sarah.
"Iyaa benar itu yang di omongin Sarah, biar kalau ngumpul seperti sekarang ini kan kamu juga punya pacar, Bin.." ucap Anya yang ikut menimpali.
"Maunya sih punya, tapi kalau belum ketemu yang pas dan buat hati nyaman mau gimana. Lagi pula soal cinta gak bisa di rencana, kapan harus datang dan jatuh cinta.." ujar Bintang yang tidak ingin salah memilih lagi.
"Benar juga sih Bin, tapi aku kan pengen lihat kamu bisa punya pasangan dan bahagia. Iyaa kan, Beb.." seru Anya sambil mencubit pipi Nindy, lalu tanpa di duga Nindy pun balas mencubit pipi Anya tapi dengan lebih kuat.
"Auww,, sakit Beb, cubitnya pakai cinta dong sayang.." seru Anya seraya mengusap pipinya yang terasa sakit karena cubitan dari Nindy.
"Siapa suruh tangan kamu nakal, gak bisa diam.." gerutu Nindy yang kesal karena merasa malu dengan tingkah Anya.
"Iyaa iyaa Beb, udah diam nih.." balas Anya.
"Kalau lihat kalian berdua sering bersikap mesra seperti ini, aku memang jadi pengen cepat-cepat punya pacar sih,hehee.." ujar Bintang yang langsung di sambut tawa oleh Sarah dan Sandra.
"Mesra apanya, yang ada berantem terus tau, Bin.." seru Nindy.
"Berantem di kasur kan maksudnya, Beb.." balas Anya yang membuat Nindy kembali mencubitnya, namun Anya segera menghindar dan mentertawakannya.
Mereka pun kembali asyik bercerita, sambil menikmati makanan yang ada di depan mata. Hingga sampai larut malam, Sarah dan Sandra pun pamit. Di ikuti oleh Nindy yang juga pamit pulang dengan di antar oleh Anya..
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59