Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Kesedihan Bintang


__ADS_3

Pagi ini, Bintang memilih untuk pergi ke sekolah lebih awal dari biasanya. Setelah berpamitan pada Ibu dan Ayah, Ia pun segera pergi. Meski Ibu telah menyuruhnya untuk sarapan terlebih dulu, namun Bintang menolaknya. Bintang masih merasa sedih, mengingat Ibu tidak mengijinkan untuk melihat pameran di kota A bersama teman-temannya.


"Tumben Bintang ke sekolah lebih cepat, Bu..?, biasanya kan Ayah dulu.." tanya Ayah pada Ibu yang sedang menyiapkan sarapan di dapur.


"Mungkin Bintang masih marah sama Ibu, Yah.." sahut Ibu dengan wajah terlihat sedih.


"Memang marah kenapa lagi, Bu ?, tentang kemarin yang di rumah Bibinya.." tanya Ayah lagi.


"Bukan itu Yah, kemarin sore Bintang meminta ijin pada Ibu untuk melihat pameran di kota A. Tapi Ibu gak ijinkan.." jawab Ibu masih dengan raut wajah yang sedih.


"Kenapa Ibu gak ijinin aja, lagi pula dia pasti gak pergi sendirian kan.." seru Ayah yang sebenarnya telah tau, apa alasan istrinya itu melarang putrinya untuk pergi.


"Ibu cuma gak mau Bintang kenapa-kenapa, Ayah.." sahut Ibu yang telah selesai menyiapkan sarapan, dan meletakkannya di meja makan.


"Yaa udah Ayah sarapan dulu, Ibu juga mau pergi ke pasar. Karena banyak keperluan dapur yang telah habis.." ucap Ibu sambil menyiapkan keranjang belanjanya.


"Ibu hati-hati di jalan yaa, jangan lupa periksa barang belanjaan. Nanti ketinggalan, Ibu kan sering lupa,hee.." ujar Ayah mengingatkan Ibu sambil tersenyum.


"Iya iya Ayah, nanti Ibu periksa. Ayah juga jangan lupa, tolong beri tahu kak Tya untuk menjemur pakaian yang tadi subuh sudah Ibu cuci.." yang hanya di jawab oleh Ayah dengan anggukan kepala dan senyuman, lalu Ibu pun beranjak pergi setelah berpamitan dengan Ayah.


~*************~

__ADS_1


Bintang yang telah sampai di sekolah, kini mengajak Safa untuk ke kantin. Karena Billa dan Lusi belum juga datang, mungkin karena memang jam masuk kelas masih lumayan lama.


"Gak biasanya kamu sarapan di sekolah Bin, apa Ibu mu gak membuatkan sarapan ?." tanya Safa pada Bintang yang kini sedang menikmati sarapannya.


"Di buatin sarapan kok, cuma aku pengen sarapan di sekolah Fa.." jawab Bintang yang tidak ingin mengatakan hal sebenarnya pada Safa.


"Kamu udah sarapan Faa ?." sambung Bintang yang sekarang balik bertanya.


"Iya udah kok, nih lihat perutku udah tenang, aman dan damai.." ucap Safa sambil menunjuk ke arah perutnya dan tertawa kecil.


"Kaya apa aja yaa, tenang, aman dan damai. Nanti juga belum jam istirahat, udah ribut aja.." seru Bintang yang masih menikmati sarapannya.


"Itu sih panggilan alam Bin,hehee.. Tapi gak papa lah aku isi lagi biar lebih tenang kan.." ucap Safa sembari tersenyum dan mengambil makanan yang ada di meja kantin.


Sedangkan di kelas, Billa tengah sibuk menunggu Bintang dan Safa yang belum juga kelihatan. Berbeda dengan Lusi, yang dari tadi sedang sibuk membaca buku. Namun tak lama kemudian, terlihat Bintang dan Safa yang sudah berada di pintu kelas. Di ikuti oleh bel masuk yang berbunyi, menandakan pelajaran akan segera di mulai.


~**********~


"Aku perhatiin dari tadi masuk kelas sampai pulang, kamu banyak diam Bin, kenapa ?" tanya Safa penasaran.


"Iyaa, padahal biasanya kan ceria.." ucap Billa menimpali.

__ADS_1


"Mungkin kak Bintang sariawan,hee.." sahut Lusi yang mencoba menebaknya.


"Iyaa, yang di katakan Lusi memang benar, aku sariawan. Hatiku pecah-pecah dan kurang hiburan.." jawab Bintang dengan bercanda, karena tak ingin teman-temannya tau tentang kesedihan yang Ia rasakan sekarang.


"Kau ini, orang tanya serius. Mana ada hati pecah-pecah, memang hatimu dari kaca.." seru Safa sambil mencubit lengan Bintang.


"Auww, enak Faa, kamu mau cobain juga kan.." ujar Bintang yang balik mencubit Safa, tapi mencubit pipinya yang terlihat tembem menggemaskan.


"Memang kau ini, jawab dulu kenapa ?." Safa masih saja dengan pertanyaannya.


"Aku gak papa Faa, biasa aja.." jawab Bintang yang masih enggan untuk bercerita.


"Udahlah Faa, jangan di tanya lagi. Takutnya nanti Bintang ngambek, terus nangis.." ucap Billa yang mulai menggodanya, namun Ia bisa merasakan ada kesedihan di balik diam nya Bintang.


"Ishh,, kau ini Bill, jangan mulai deh. Nanti aku keluarkan tandukku.." balas Bintang yang di sambut tawa oleh teman-temannya.


Untuk sesaat, Bintang merasakan kesedihannya menghilang. Namun entah bagaimana nanti, saat harus berhadapan dengan Ibunya di rumah. Bintang yang sejak kecil memiliki hati yang sangat sensitif, membuatnya sangat mudah senang tapi juga sangat mudah sedih. Tidak seperti anak-anak yang lain, Bintang tidak suka manja dan banyak meminta.


Hanya saja, saat Ia memiliki sebuah keinginan itu harus di penuhi. Jika tidak, Bintang pasti langsung diam tidak mau berbicara dan makan, bahkan dalam waktu lama. Itu yang kadang membuat Ayah dan Ibunya menjadi bingung, hingga akhirnya menuruti keinginannya.


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊


__ADS_2