
Setelah berhasil membantu Aishe melampiaskan efek obat yang di berikan Max, dan membiarkan kekasihnya itu terlelap dalam tidurnya. Diego pun segera pergi keluar usai memakai bathrobes. Dia sempat menyalakan sebatang rokok, sebelum akhirnya menemui tangan kanan andalannya yang sudah menunggu sejak tadi.
Namun saat berjalan, Diego mendengar pembicaraan yang tak terduga pada mereka.
"Kamu melihat anak buah Max bergilir merasakan tubuh Malva, kenapa tidak membantunya?" tanya Ashan tiba-tiba. Namun Rehan bukannya menjawab malah membuang muka.
Raut wajahnya seperti ketakutan juga ada sedikit rasa penyesalan. Mungkin itu karena rasa bersalahnya pada Malva, atau justru Aishe?
Melihat reaksi Rehan yang tak biasa, Emil pun menebak dengan asal. "Kau tau, jika Malva ada hubungannya dengan kecelakaan Lyra dan tuan?"
"Em, aku tak sengaja membaca laporan yang tuan berikan padamu!" Rehan menghela napas kasar sembari tertunduk untuk beberapa saat.
"Apa yang sebenarnya terjadi pada waktu itu?" Rehan menegakkan kepalanya kembali, berbicara sedikit ketus pada Emil.
Pada mulanya, Emil tidak ingin memberitahu Rehan tentang kejadian 6 tahun lalu. Namun ketika Emil melihat Diego datang sembari mengangguk, barulah ia memberitahu kenyataan yang sebenarnya, yang juga baru di dapatkan Diego beberapa hari yang lalu.
"Singkatnya, anak buah Max mencari informasi tentang kekasih tuan, dan mereka berhasil. Pada saat itu, mereka juga menyadari tentang perasaan Malva dan memanipulasinya untuk mencelakai Lyra. Dia ingin membuat gadis itu cacat sehingga tuan meninggalkannya. Tapi, anak buah Max menambahkan sedikit aksi pengejaran hingga …." Emil berhenti berbicara. Dia terlihat enggan ketika membahas tentang kecelakaan Diego 6 tahun lalu.
"Malva tidak tahu jika ular yang berbisik padanya adalah orang suruhan Max. Jika pada akhirnya dia jatuh ke tangan Max, maka itu adalah karma yang pantas dia dapatkan," timpal Diego yang kemudian duduk di kursi rodanya.
__ADS_1
Rehan tampak termenung, dalam hati dia sedikit bersyukur, karena tidak menolong Malva. Penjelasan Diego seperti masuk akal, Malva mungkin sudah mendapat karma akibat perbuatannya pada Lyra.
Perasaan Lyra untuk Diego sangat tulus, dia bahkan melindungi Diego dan rela kehilangan nyawa. Akan tetapi, perasaan Malva hanya ambisi semata. Ambisi untuk memiliki apa yang kakaknya miliki.
Mereka masih dalam pembicaraan serius, ketika tiba-tiba Aishe yang memakai bathrobes datang sembari membawa guling.
"D-I-E-G-O! Kau menipuku!" ucapnya lantang diiringi derap langkah kaki beratnya.
Kedatangan Aishe yang tiba-tiba jelas membuat mereka semua terkejut. Terutama, saat dia memukuli Diego dengan guling yang di bawanya.
"Kau menipuku! Dasar jahat! Berengsek!" serunya menimpuk tubuh Diego.
Diego dengan cekatan mengambil guling yang beberapa kali menimpuk dirinya. Bukan karena merasa kesakitan, melainkan karena bathrobes yang dia kenakan di depan ketiga tangan kanannya.
"Lihat! Apa yang kau pakai itu?" Diego sekilas menatap ketiga anak buahnya yang sejak tadi sudah membelakanginya.
"Kenapa? Kau ingin membahas masalahku?" Aishe masih terlihat kesal. "Kenapa kau masih duduk? Cepat berdiri! Kemampuanmu mendadak hilang?"
Diego tak bisa berkutik lagi. Dia tidak menyangka, jika Aishe masih cukup sadar ketika dia membantunya melepaskan hasrat.
__ADS_1
Wajah kesal Aishe tiba-tiba berubah sendu, dengan kasar ia membuang guling itu ke lantai, lalu menjatuhkan diri, duduk di dekat kaki Diego.
"Kenapa kau menipuku!" Ia menunduk, berbicara dengan suara yang terdengar serak. "Diam-diam aku mencari dokter terbaik untuk bisa membuatmu berdiri, tapi ... kamu menipuku!"
"Kenapa, Die? Kamu menganggapku apa?" Aishe menengadah, memperlihatkan wajahnya yang terurai air mata.
Diego menghela napas panjang, lalu menyuruh ketiga orang itu pergi. Setelah semua pergi, ia perlahan-lahan menurunkan kedua kakinya dan berjongkok.
"Bangunlah, lantainya dingin!" ucapnya sambil membantu Aishe berdiri. "Aku salah, jangan menangis!" Dengan lembut ia mengusap air mata yang terjatuh dari pipinya, lalu memeluk tubuh sang kekasih.
Pas di bab 100.
Hari ini cukup sekian, othor mau kerokan dulu.
Lanjut besok lagi 💋
Sajen tolong Sajen 🥲🥲
__ADS_1