
"Apa aku cantik?" Aishe mendongak ke atas, menatap wajah Diego yang sebagian tersorot lampu dan sebagian lagi tertutup oleh bayang-bayang. Meski begitu, wajah sang suami masih cukup tampan di matanya.
"Sangat cantik, cantik seperti biasanya." Diego mengetatkan tangan yang sejak tadi berada di pinggang Aishe. Lalu, dengan cepat memangkas jarak di antara bibir mereka.
Aishe mengangsurkan tangannya, diletakkan di kedua pundak Diego, dan mengeratkan jemarinya di tengkuk leher sang suami. Dua pasang kaki masih bergerak, maju mundur, ke kanan dan ke kiri.
Sisa wine yang tadi sempat di minum Diego, terkecap di lidah Aishe yang menjelajah bebas di dalam mulut Diego.
"Kau baru saja minum?" tanya Aishe begitu ia melepaskan pagutannya.
"Hanya sedikit. Tidak sampai satu gelas," jawab Diego membelai kening Aishe.
"Tidak sampai satu gelas penuh maksudnya?"
"Hanya tiga kali tegukan. Aku bersumpah, Istriku. Tanyakan pada Ashan, dia yang menuangkan wine padaku!"
Mendengar itu, Aishe mengintip dari balik tubuh besar Diego. Menatap nyalang sosok Ashan yang sedang mengajari Guzel cara berdansa.
Awas kau Ashan! Berani-beraninya menuang Wine pada suamiku! Aishe mengerutkan keningnya.
Tidak terhitung berbohong kan? Aku hanya menyodorkan gelas, dan Ashan yang membuka wine di meja lalu menuangkannya. Diego tersenyum memandangi wajah kesal Aishe.
Ashan yang sejak tadi berdansa dengan Guzel, tiba-tiba merasakan hawa dingin di belakang punggungnya, hingga membuat bulu kudunya berdiri.
Wah, siapa yang membicarakanku?
Ashan menoleh ke belakang, melihat nyonya barunya itu menatapnya dengan nyalang, jantungnya tiba-tiba mengerut.
Oh, Nyonya. Apa lagi salahku kali ini? Aku hanya berdansa dengan salah satu pengurus rumah tanggamu.
Diego meraih dua pipi sang istri, membuat sorot Aishe fokus kembali menatap wajah tampannya.
"Jangan ditatap lagi!" ucap Diego sedikit kesal. "Ini adalah pestamu, jangan merusak kebahagiaan mereka."
__ADS_1
Aishe memutar bola matanya, melirik ayah angkatnya sedang asik berdansa dengan Bibi Nie. Mereka bahkan saling tertawa bahagia. Lalu ada Guzel yang beberapa kali menginjak kaki Ashan dan membuat pria itu sedikit jengkel.
...ERAZ...
Juga Eraz yang menggandeng tangan Rehan, berdansa dengan gaya wanita, dan Rehan tetao dengan gaya pria. Eraz tampak begitu senang, menari, meski ekspresi di wajah Rehan sudah tak bisa ditebak.
Berbeda dengan mereka yang berdansa, Emmil justru terlihat diam menatap ponselnya dengan senyum yang merekah.
"Apa Emmil punya kekasih?" tanya Aishe tiba-tiba.
"Tidak. Dia sama sepertiku, punya seorang istri. Bedanya, anaknya sudah dua. Lain kali aku akan memperkenalkan kalian." Diego mengakhiri dansanya lebih dulu.
"Sekarang, ayo kita makan."
Diego meraih tangan Aishe, membawanya berjalan menuju meja yang sudah tersaji banyak makanan. Sambil berdiri, ia mengambil sebotol wine dan memukulnya dengan sendok.
Bunyi denting dari pertemuan antara kaca dengan alumunium membuat semua orang menoleh, terlebih, Emmil sudah mengecilkan suara musik.
Suasana terasa sangat romantis. Bukan hanya Aishe dan Diego saja yang merasakan kebahagian, melainkan semua orang yang ada di sana juga turut bahagia. Ada tawa bebas nan lepas yang terdengar menggema, membuat suasana bertambah hangat.
Aishe sesekali terlihat menyeka air matanya saat menikmati makan malam. Dia merasa terharu dengan semua kehangatan yang dia dapatkan saat ini. Belasan tahun ia hidup sendiri, baru beberapa bulan punya pasangan, tetapi dikhianati dan dibunuh.
Namun kini, dia mendapat anugerah yang cukup besar. Selain kehidupan baru yang lebih baik, ayah angkat yang pengertian, ia juga punya suami yang sangat menyayanginya, juga janin di dalam perutnya.
"Jangan menangis." Diego menggenggam tangan Aishe, lalu mengecup keningnya. Membuat Aishe mengangguk dan kembali bersemangat.
Tawa mereka kembali pecah. Tidak ada status atasan dan bawahan pada saat ini, yang ada hanyalah keluarga yang tidak terikat darah, tetapi cukup menghangatkan.
"Apa itu semua kado untukku?" Aishe menunjuk tumpukan kado dari berbagai merek ternama.
__ADS_1
"Iya, semua untukmu, Sayang."
Dua pasang mata itu saling bertatapan selama beberapa saat, sebelum akhirnya Aishe mendaratkan bibirnya. "Aku mencintaimu, Die!"
Dia berlari menghampiri tumpukan kado yang disiapkan Diego. "Aku akan melihat isinya. Jika semuanya bagus, aku akan memaafkanmu!" serunya dengan lantang, membuat semua orang bisa mendengarnya.
Diego hanya tersenyum, lalu bangkit dari kursinya. "Pelan-pelan, itu semua milikmu!"
"Guzel, Bibi Nie, ayo bantu aku membukanya!" Ajak Aishe penuh semangat.
Para pria berdiri di dekat pintu untuk menghirup udara segar. Eraz dan Emil terlihat menyulut sebatang rokok, sedangkan Rehan memegang gelas wine, bersulang dengan sang ayah. Diego sesekali menoleh menatap wajah bahagia sang istri yang sedang membuka kado.
"Wah lihat, Nyonya. Sekotak lipstik ini sangat cantik!" Seru Guzel membuka kotak kado berisi satu set lipstik dari merek Diors dan menunjukkannya pada Aishe.
"Wah, cantik. Coba aku pakai!" Aishe mengambil satu, membuka tutupnya lalu memutarnya. "Apa kamu membawa cermin?" tanya Aishe pada Guzel.
"Tidak, Nyonya. Pakai ponsel saja!" Guzel buru-buru berdiri, mengambil beberapa lembar tisu dan ponsel Aishe yang tadi diletakkan di atas meja.
"Wah, terima kasih, Guzel," ucap Aishe menerima tisu dan ponsel yang baru saja di ambilkan Guzel.
Aishe buru-buru mengusap lipstik lamanya, lalu mencoba memoles bibirnya lagi dengan lipstik yang baru dengan bantuan layar ponsel sebagai cermin.
"Anda terlihat cantik, Nyonya," ucap Bibi Nie memuji Aishe.
Wajah Aishe sempat merona kala mendengar pujian dari Bibi Nie dan Guzel. Namun ia merasa tak puas sebelum mendapat pujian dari sang suami. Aishe perlahan bangkit dari duduknya, hendak menunjukkan hasil polesan lipstik dari merek ternama itu pada Diego. Sedangkan Bibi Nie dan Guzel masih sibuk membuka kado.
"Die … coba lihat!" teriakan Aishe membuat diego yang berdiri di amabang pintu menoleh, menatap sang istri yang berjalan menghampirinya.
Namun tiba-tiba, Guzel melempar sesuatu, dia berlari dengan cepat ke arah Aishe dan menangkup tubuh sang nyonya, sampai ….
BOOMM!!!
...○...
__ADS_1
...○...
...TBC...