
Fajar menyingsing begitu indah dari belahan bumi bagian timur. Burung-burung berkicau bersahut-sahutan, bersamaan dengan tetes embun yang memuai bersamaan dengan angin yang berhembus semilir.
Diego mengerjapkan mata perlahan. Melihat Aishe yang berada dalam dekapannya masih menutup mata, dia langsung menarik selimut, menutupi tubuh sang istri yang hanya mengenakan underwear.
Dia bangkit perlahan, membuka nakas meraih sebuah kotak bening. Di dalamnya ada beberapa beberapa obat dan plester. Dengan hati-hati ia melepas plester yang ada di lengannya dan kakinya, lalu menggantinya dengan plester baru.
Urusan plester sudah selesai. Diego pun beranjak tanpa kursi rodanya, pergi ke kamar mandi meski jalannya sedikit pincang. Ia sempat melihat sang istri, memastikan jika wanita itu masih tertidur dengan nyenyak. Bahkan sampai ia selesai bersiap, Aishe masih pulas dalam tidurnya.
"Tuan, Anda sudah bangun?"
Suara Ashan samar samar terdengar dari balik pintu yang tertutup. Membuat Diego yang sedang membetulkan dasinya menoleh sesaat, lalu berjalan ke arah pintu dan berkata lirih.
"Tunggu di bawah!"
Sangat lirih, lantaran takut membuat Aishe yang sedang terlelap terbangun. Setelah berkata demikian, Diego berjalan mendekat dan duduk di tepi ranjang.
Ditatapnya wajah sang istri yang terlihat sangat cantik pagi ini. Entah mengapa, semakin hari ia merasa wajah sang istri semakin cantik. Mungkin, itu karena hormon kehamilannya, atau dia memang sudah cantik di mata sang suami.
Diego membelai ubun-ubun Aishe, lalu mengecup keningnya. "Sayang, apa kamu tidak ingin bangun?" ucapnya lembut, sangat lembut tapi berhasil membuat mata Aishe mengerjap.
"Pukul berapa sekarang?" tanya Aishe menatap Diego.
"Sembilan pagi."
Dua mata Aishe terbelalak lebar, ia tersentak dan bangun dari tidurnya. "A-apa? Jam sembilan?"
__ADS_1
Aishe duduk menatap Diego. Melihat sang suami sudah rapi dengan kemeja, dasi, dan jas, hatinya sedikit kecewa. Dia bahkan menghela napas panjang dan tertunduk, seperti sedang menyesali sesuatu.
"Kenapa?" tanya Diego penasaran, tapi Aishe menggeleng dengan cepat.
Meskipun Aishe sudah menggelengkan kepala dan mengisyaratkan jika ia baik-baik saja, Diego tidak menyerah. Dia menebak pasti ada sesuatu yang disembunyikan sang istri.
Ia meletakkan telapak tangannya di dagu Aishe, lalu mengangkatnya. "Katakan, Sayang," ucapnya lembut.
Aishe menatap lekat wajah sang suami selama beberapa saat, sampai akhirnya ia menghela napas dan mengutarakan perasaannya.
"Semalam, aku sudah membayangkan bantu kamu bersiap. Mengancingkan kemeja, memasang dasi, dan memakaikan jasmu," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
"Tapi … tapi aku bangun terlalu siang." Tangisnya pun pecah, membuat Diego langsung mengangsurkan tangannya memeluk Aishe.
Aku mengira apa, ternyata hal ini. Hah, rasanya aku harus mulai membiasakan diri dengan moodnya.
Perlu beberapa menit, sampai tangis Aishe benar-benar mereda. Setelah puas menangis, ia melepaskan dekapannya. Diego pun langsung mengusap sisa tetesan air mata di pipi Aishe.
"Kamu mau melakukannya sekarang?" tanya Diego menatap wajah lesu Aishe.
"Kau sudah sangat terlambat, Die!" Suara Aishe terdengar sedikit serak, mungkin karena dia baru saja selesai menangis.
"Tapi kamu harus tanggung jawab, Sayang."
Aishe menengadah, menatap wajah teduh sang suami. "A-apa?" tanyanya.
__ADS_1
Namun pria itu tak menjawab, ia hanya menunduk, melihat dadanya yang sudah basah akibat perbuatan sang istri.
"Aah, itu …." Aishe paham dengan baik, arah mana yang dituju Diego. Tanpa rasa bersalah ia melanjutkan kalimatnya, "Jadi, bagaimana aku harus bertanggung jawab?"
Mata setengah sembab itu menyipit, bersamaan dengan dua sudut bibirnya yang naik. Dengan wajah menggoda, Aishe meletakkan kedua tangannya di pundak Diego.
"Haruskah dengan olahraga pagi? Aku dengar itu sangat menyehatkan."
Diego dengan santai menaikkan satu alisnya dan berkata, "Aku sungguh tidak keberatan membatalkan semua rapatku pagi ini, demi bisa membuatmu kelelahan lagi."
Aishe terdiam tak dapat membalas Diego. Demi menutupi kekalahannya, Aishe mendorong tubuh Diego lalu meraih pajamas dan memakainya.
"Ayo, aku akan membantumu berganti baju!"
...☆TBC☆...
Jangan tanya kemana aja. Siang tadi Gerd mendadak kambuh, bangun-bangun ternyata udah di IGD 🤣
...Pemberitahuan sedikit....
Berhubung besok pengumuman Give Away, untuk Rank Umum di tutup jam 13.00 WIB dan langsung di umumkan di IG. Sedangkan komentar di umumkan jam 17.00 WIB.
Sekian dan Terima Vote, Gift, Tips 🤣
__ADS_1
Like mana Like 🤭