
Dari luar hingga ke dalam, semua tampak putih dengan list hitam sebagai aksen pemanis. Orang-orang turki kuno percaya, bahwa warna hitam adalah lambang kegagahan dan keberuntungan. Begitu juga yang di percayai Diego, sehingga, rumah tempatnya tinggal selama ini memiliki banyak list hitam. Selain itu, juga tampak lebih elegan dalam pandang matanya.
Selain dua warna itu, ada juga perabot dengan warna soft seperti abu-abu muda, dan coklat sebagai warna pendamping. Entah kenapa, semua dekorasi dan perpaduan warna terasa sangat pas.
Rumah seorang ahli waris dari generasi ke-3 keluarga Gulbar, tidak tampak mewah, justru terkesan sederhana. Ya, dari dulu, seperti itulah Diego. Dia tidak pernah suka rumah dan pernak-pernik dengan nuansa mewah penuh warna keemasan.
Lantas, bagaimana pendapat Aishe yang lebih menyukai gaya Eropa Classic?
Wanita yang berusaha membujuk kekasihnya itu tidak berkomentar. Dia justru berbalik arah, berjalan ke depan Diego, mengaitkan pengunci roda, lalu duduk di pangkuannya. Dua tangannya memegang pipi, dan dengan gerakan cepat, ia memangkas jarak di antara mereka.
Satu kecupan ….
Dua kecupan ….
Dan lidah itu berhasil menerobos masuk di antara dua baris gigi. Menelisik ke dalam dengan lihainya, dan membuat pertahanan lawannya perlahan luruh.
"Aku suka. Sangat menyukai tempat, dimana ada kamu di sana," kata Aishe ketika melepaskan tautan bibirnya.
"Pencuri kecil licik!" umpat Diego dengan wajah datarnya.
__ADS_1
"Eem, sangat licik. Tapi hanya kepadamu, Tuanku … kekasihku." Aishe mendadak menjadi gemas ketika memandang wajah datar Diego. Setelah mengeluarkan kata penuh bujuk rayu seperti itu, dia menggigit bibir bawah kekasihnya, hingga bibir pria itu memerah.
Diego masih diam meski di gigit Aishe, tidak berteriak, mengaduh, atau bahkan mendorong tubuh wanita itu- meski dia sangat ingin. Dia hanya memendam segala emosinya untuk pembalasan yang lebih kejam nanti malam.
"Sana sahip olduğum için mutluyum."( Aku senang memiliki mu- Turki)
Aishe masih berada di pangkuan Diego sambil menatap wajah datar pria itu lekat-lekat. Tepat ketika seorang wanita tua datang menyapa keduanya barulah dia bergegas turun.
"Selamat datang, Tuan, Nona." Senyum wanita itu terlihat ramah, membuat Aishe semakin sekan atas tindakannya tadi.
"Dia Bibi Nie. Selama disini, dia akan menemanimu. Selain itu, ada juga anaknya Guzel." Diego memperkenalkan wanita berumur lebih dari setengah abad itu pada Aishe.
"Hallo bibi Nie, sa-saya Ishe." Aishe memperkenalkan dirinya.
"Eemm, oke." Aishe mengangguk patuh, meski dalam hatinya sedikit ada ganjalan lantaran Diego yang tiba-tiba memahami dirinya.
"Pergilah ke kamar dan beristirahat. Aku akan berbicara dengan Ashan sebentar." Diego meraih tangan Aishe, lalu mengusapnya dengan lembut.
"Bibi Nie, antarkan ke kamar utama. Lalu buatkan Shalep dengan coklat dan almond." Diego melihat Bibi Nie yang masih berdiri di depannya.
"Baik, Tuan." Bibi Nie sedikit membungkuk, menyanggupi perintah Diego. "Mari, Nona."
Keduanya berjalan meninggalkan Diego, pergi ke kamar yang berada di lantai atas. Aishe pun lantas bertanya-tanya dalam hati, lantaran penasaran, kenapa kamar utama berada di lantai kedua, sedangkan Diego tidak bisa berjalan.
__ADS_1
Namun, asumsinya putus ketika Bibi Nie membawanya naik menggunakan lift yang disembunyikan di dekat tangga.
"Bibi Nie. Apa saya boleh bertanya?" Aishe berusaha akrab.
"Nona tidak perlu berbicara formal seperti itu pada saya."
"Ah. Iya"
"Apa yang Nona ingin ketahui? Apakah itu tentang saya, atau tentang Tuan?" tanya Bibi Nie yang sepertinya bisa menebak arah pembicaraan.
"Tentang Bibi Nie, juga tentang Dia." Aishe memandang lurus ke depan, menatap pintu lift yang perlahan menutup. "Aku hanya menebak, Bibi Nie sepertinya sudah lama berada di sampingnya, jadi ingin memastikannya. Jika tebakanku benar, aku ingin tahu tentang kesukaan dia."
Aishe menoleh, memandangi Bibi Nie yang pelan-pelan tersenyum.
Ting.
"Mari, Nona." Ajak Bibi Nie setelah lift berhenti dan pintunya terbuka.
Sat set Das Des.
Tengah malam pun masih othor taburin ke-uwuan mereka. Demi siapa coba????
__ADS_1
Dah lah, jempolnya di goyang dulu. Di like, Vote, kasih sajen juga 💋💋