
Pesawat pribadi telah lepas landas meninggalkan bandar udara Istanbul, tepat pukul 10 pagi. Pertama kali meninggalkan kekasihnya, membuat Diego was-was bahkan sebelum ia meninggalkan rumah. Namun, semua itu demi dirinya juga dan keamanan kekasihnya. Dan harapan terbesarnya pada saat ini hanya Rehan. Semoga pria itu bisa melindungi kekasihnya dengan baik.
Kuharap kau tidak bertindak ceroboh. Ishe, tunggu aku kembali!
Satu jam sejak Diego pergi ke Adana. Aishe masih begitu santai menikmati secangkir Cay (Teh Turki) dan membaca beberapa laporan. Lama-lama, dia pun menjadi bosan, sehingga terbesitlah sebuah untuk membuat beberapa kudapan bersama Bibi Nie.
Sehari tanpa Diego, sudah berhasil membuat dirinya merasa jenuh. Meski sudah belajar membuat syal untuk mengisi waktu luang, tetapi itu hanya berhasil selama dua jam saja.
Sampai pada akhirnya, dia bertekad untuk pergi bekerja besok, apapun yang terjadi. Dan dia benar-benar melakukannya keesokam harinya.
Belum genap jam di dinding menunjukkan pukul 9 pagi, tetapi Aishe sudah keluar dari kamar dengan pakaian rapi. Tentu saja hal itu menarik perhatian Rehan yang kemudian menghampirinya.
"Anda mau kemana?" Rehan bertanya dengan nada yang sedikit ketus.
"Bekerja. Kamu bisa mengantarku?" jawab Aishe tanpa ekspresi.
"Tuan Diego menyuruh Anda untuk tetap berada di rumah."
Aishe menghela napas panjang, lalu merogoh saku dan mencoba menghubungi Diego. Seper-sekian detik berlalu, panggilan itu tidak kunjung mendapat jawaban.
__ADS_1
Dan demi mengusir rasa bosannya berada di rumah, Aishe mencoba mengelabui Rehan dengan berpura-pura mendapat jawaban dari Diego.
"Emm, kau sedang sibuk?" Aishe mencoba berpura-pura. "Aku bosan, aku ingin pergi ke kantor – benarkah? Aku akan menyuruh Rehan mengantarku – tidak perlu, dia sudah mendengarkan percakapan kita!"
Sebelum menarik ponsel dari telinganya, Aishe sempat melirik melihat ekspresi wajah Rehan, dan …
Sungguh akting yang sangat sempurna. Bahkan Rehan yang berdiri di dekatnya tidak menunjukkan ekspresi apapun.
"Aku sudah menghubungi dia dan mendapatkan izin. Sekarang, kamu sudah bisa mengantarku kan?" Aishe menarik kedua sudut bibirnya, menyimpulkan seulas senyum.
Meski Rehan tidak menunjukkan ekspesi apapun tapi rupanya dia tidak serta merta percaya. Pada akhirnya, dia tetap menguhungi Diego untuk menanyakan kejelasannya. Tentu saja tindakan itu membuat derap jantung Aishe berdetak kencang. Bahkan tangannya gemetar, tetapi gadis itu menyembunyikan tangan capat-cepat.
"Dia sedang sibuk. Kamu tidak percaya padaku, juga tidak masalah." Aishe berpaling dan hendak masuk kembali ke dalam kamar, tapi tiba-tiba Rehan bereaksi.
Berhasil!
Aishe berbalik dengan ekspresi puas yang coba dia sembunyikan dengan wajah datarnya. "Ayo kalau begitu!" ucapnya sedikit lantang, kemudian pergi menuruni tangga.
Begitulah awal mula yang terjadi, bagaimana Aishe bisa meninggalkan rumah pada hari ke dua dan pergi bekerja.
Ashan yang pada saat itu tidak ikut Diego pergi ke Adana, pun merasa terkejut dengan kedatangan Aishe di kantor. Dia ingat dengan betul, sebelum ia mengantar Diego ke bandara, pria dingin berwajah datar itu berpesan agar kekasihnya itu berada di rumah. Akan tetapi ….
__ADS_1
Kenapa dia datang?
Ashan menoleh melihat Rehan yang berjalan di belakangnya, tetapi Rehan hanya mengedikkan bahu. "Dia bilang Diego sudah mengizinkannya!" bisik Rehan di telinga Ashan.
"Kalau begitu, tetap awasi. Pergi ke kandang macan tanpa pawang itu sedikit beresiko."
Harapan rehan pun tentunya sama dengan Ashan, terlebih, dia yang ditugaskan untuk menjaga kekasih bosnya. Tentu dia akan mati jika sesuatu yang buruk terjadi pada Aishe.
Semua berjalan dengan lancar. Aishe duduk di kursinya, mengerjakan laporan dengan baik, pergi makan siang, dan kembali dengan cepat. Wanita itu masih baik-baik saja, sampai dia pergi ke toilet.
Sudah lebih dari 5 menit, tetapi Aishe tak kembali. Ashan bermaksud menunggunya beberapa menit lagi, sampai akhirnya, 10 menit telah berlalu dan Aishe belum kembali.
Aishe menghilang? atau diculik?
Harap tenang, harap tenang.
othor selalu punya kejutan dibalik adegan mendebarkan!
Kalau gak percaya sama Othor, percaya ama Babang Diego aja deh 🤭🤭
__ADS_1
Butuh secawan kopi dan setangkai mawar, biar babang Die cepet balik 😌😌