Ranjang Tuan Lumpuh

Ranjang Tuan Lumpuh
Bab 184


__ADS_3

Aishe masih tertegun, menatap lembar dokumen yang tertulis 'Pengalihan Saham' dari Diego Gubar kepada Ishe Zevim Ibran. Setidaknya 65 persen saham itu diberikan kepada istrinya, dan sisanya menjadi milik BIN. Pada intinya, Halley masih berada di bawah naungan BIN meski lebih dari setengah saham berada di tangan Aishe, sampai saham itu terjual bebas di pasaran seperti sebelumnya. Sampai pada akhirnya, Diego menatap wajahnya, barulah ia bertanya.


"Kamu, tidak bermain-main kan?" tatapnya serius. "Halley bukan perusahaan kecil, Die. Bagaimana kamu bisa–"


Sebelum Aishe melanjutkan kalimatnya, Diego sudah menutup bibir sang istri dengan jari telunjuknya.


"Bisa, aku bisa." Dua pasang mata mereka saling memandang selama beberapa saat. "Kamu membuat Halley terjebak hutang, pengungkapan kasus korupsi Farhan, yang pada akhirnya membuat untung BIN," jelas Diego melepas jari telunjuk dari bibir Aishe.


‘“Setengah saham itu tidak ada apa-apanya, Ishe,” jawab Diego sambil membelai pipi sang istri.


Aishe masih terdiam selama beberapa saat. Sampai kemudian kedua matanya tiba-tiba basah. Dia bahkan tidak ragu menyeka matanya di hadapan sang suami. Lalu memeluk pria yang sejak tadi berada di sampingnya itu, dengan perasaan bahagia.


“Terima Kasih, Sayang. Thank you so much,” ucap Aishe kemudian mendaratkan bibirnya di pipi sang suami beberapa kali. “Seni Seviyorum.”


Dua sudut bibir Diego terangkat, ada garis bahagia, juga puas yang tergambar. Mungkin rasa puasnya berasal dari perjuangannya yang tidak sia sia saat mendapatkan Halley untuk sang istri.


“Ini hadiah pernikahan untukmu, Sayang,” ucap Diego dengan sorot wajah teduh melihat dua mata basah Aishe. Lalu, perlahan ia memangkas jarak yang hanya sekelumit itu dengan bibirnya. Merasakan kecup rasa manis yang hampir 12 jam tidak ia rasakan lantaran sibuk mengurus pekerjaan di kantor. Menyesap setiap inci bibir merah Aishe, melummatt setiap sudut rongga mulutnya, yang selalu bisa membuatnya candu. Seperti psikotropika yang tidak mampu untuk diobati lagi.


Ketiga orang yang sejak tadi berada di belakang mereka seketika berbalik badan saat Diego dan Aishe mulai memadu kasih. Guzel bahkan sempat menutup matanya dengan kedua tangannya dengan mulut yang menganga lantaran tindakan mengejutkan dari tuannya.


"Aah … sepertinya tindakan kita untuk tetap di sini adalah kesalahan besar," ucap Rubby yang mendongak ke atas melihat lampu yang masih menyala terang.


‘Ya, kau benar. Ayo kita pergi, biarkan mereka menikmati malam panjang ini,” ajak Guzel yang akhirnya membuat Rubby mengangguk, lalu pergi mengikutinya meninggalkan tuan dan nyonya mereka.

__ADS_1


Sedangkan Alv, dia sempat protes lantaran tidak diajak oleh dua wanita itu. Namun pada akhirnya, dia pun ikut pergi dan memberi ruang pada Diego dan Aishe.


Setelah tiga orang itu pergi, lampu utama perlahan redup sampai akhirnya mati dan digantikan oleh lampu sudut dengan pencahayaan minim. Seakan memberi ruang pada dua orang yang sedang memadu kasih di atas sofa.


“Mereka semua pergi, Die,” kata Aishe saat Diego melepaskan bibirnya.


‘“Biarkan saja,” jawab Diego singkat sembari mengusap tetesan sisa kenikmatan di sekitar bibir sang istri yang sempat ke luar batas.


“Ayo, kita ke kamar dan tidur,” ajak Diego yang kemudian menggotong tubuh sang istri, pergi ke kamar utama yang berada di lantai pertama.


“Jangan menipuku! Sangat tidak mungkin kalau hanya sekedar tidur!”


Perkataan Aishe pun langsung membuat Diego terkekeh pelan, sembari berpikir, jika sang istri telah berhasil menebak pikirannya. namun sebelum ia berkomentar, Aishe sudah lebih dulu memberinya peringatan.


Kali ini, Diego dibuat tak berkutik lagi hanya dengan beberapa patah kalimat yang keluar dari mulut sang istri. Hingga pada akhirnya, ia hanya menelan salivanya kasar, lalu menurunkan Aiahe dengan hati-hati.


“Hah!”hela napasnya kasar. “Aku akan tersiksa malam ini,” ungkap Diego.


Mendengar keluhan sang suami, Aishe justru acuh tak acuh. Ia bahkan menarik selimut, lalu menutup matanya, tak memperdulikan Diego yang duduk di sampingnya sedang menunggu jatah.


“Malam akan cepat berlalu, jadi cepatlah ganti baju dan tidur!” ucap Aishe tiba-tiba dengan mata yang tertutup.


‘“Ta-tapi, Sayang … itu, itu tetap saja berat,” Diego masih mengeluh.

__ADS_1


“Pergilah tidur, Die. Aku harus bangun pagi pagi buta untuk merias diri.” Aishe masih acuh, ia bahkan menarik selimutnya sedikit lebih tinggi, menutupi seluruh tubuhnya, hingga menyisakan kepalanya saja.


Diego sendiri hanya menarik napas panjangnya, lalu bangkit berdiri, mengecup kening sang istri, sebelum akhirnya dia berpaling pergi, melepas kemejanya sambil berjalan masuk ke kamar mandi. Sedangkan Aishe yang tadi sempat berpura pura menutup mata, kini justru membuka matanya sedikit mengintip punggung Diego, sambil menahan tawanya lantaran berhasil menggoda sang suami.


...☆TBC☆...



Gemes banget. Ngetik 2000 kata dan lenyap begitu saja 🥲🥲 auto stress 😭


Dah jangan ditanya alasannya lagi 🥲



Mantan Suami Posesif, punya Author Navizaa.


Ini juga gak kalah keren. Masukin rak guys 😘


Ave Calista adalah seorang single parent dari putra kecilnya yang bernama Aldo berusia 5 tahun. Bekerja menjadi WO milik ibunya di salah satu kota terbesar di USA, New York. Pengalaman masa lalu yang buruk dengan mantan suaminya membuat Ave tidak ingin menikah lagi. Tapi bagaimana kalau dia di tunjuk sebagai WO salah seorang pebisnis wanita dan yang lebih sialnya calon suaminya itu adalah sang mantan suami?


"Austin!! jangan gila!!" seru Ave.


"Hahaha, Ave, kau yang gila! bahkan kau menyembunyikan Aldo dari Ayahnya sendiri!"

__ADS_1


Apakah Ave akan membuat pesta pernikahan mantan suaminya dengan wanita lain, sedangkan sang mantan masih tetap mengejarnya dan selalu bersikap posesif?


__ADS_2