Ranjang Tuan Lumpuh

Ranjang Tuan Lumpuh
Bab 166


__ADS_3

Demi bisa membuat hati Aishe lega dan senang. Diego terpaksa mengulur waktu berangkat kerja dan pergi menyusul sang istri turun ke bawah untuk mengganti bajunya.


Benar, ini adalah Vila Luxury. Pada saat mereka tinggal disini, Aishe masih tidur di kamar atas dan Diego di bawah. Sehingga, beberapa baju dan keperluan mereka masih terletak di tempat yang sama, belum sempat dipindahkan menjadi satu.


"Eh, kalian sudah datang?" sapa Aishe saat sampai di bawah dan melihat Guzel dan Ashan duduk mengobrol.


Mendengar suara Aishe, kedua orang itu lantas berdiri dan menyapanya. "Selamat pagi, Nyonya, Tuan."


"Selamat pagi," jawab Aishe dengan ramah, sama seperti sebelumnya. Padahal, sebelum Guzel berangkat, dia sempat cemas dengan sikap Aishe. Khawatir, jika sang nyonya akan membenci dirinya lantaran ia telah ragu.


"Ashan, kamu bisa tunggu beberapa menit lagi kan?" tanya Aishe menoleh pada Ashan, yang kemudian Ashan melirik melihat Diego di belakang Aishe sedang mengangguk.


"Tidak masalah, Nyonya!" jawab Ashan ramah. Padahal anggota dewan sudah menunggu mereka di kantor.


"Bagus! Ayo, Sayang!" ajak Aishe menarik tangan Diego menuju kamar.


Diego hanya bisa diam, sesekali menarik dua sudut bibirnya ke atas saat melihat Aishe sibuk dengan urusan per-bajuan. Aishe sendiri terlihat sibuk, memilih kemeja, jas, hingga dasi.


"Bagaimana, kamu suka?" tanya Aishe menatap Diego yang berdiri di ambang pintu Walk in closet.


Kemejanya berwarna navy, berpadu dengan jas hitam, sudah sangat cocok. Akan tetapi, dasi yang Aishe pilih berwarna merah maroon. Namun Diego masih mengatakan jika pilihannya sangat cocok.


"Sangat bagus," tegas Diego menatap teduh wajah sang istri.


Aishe menarik sudut bibirnya, lalu berlari kecil menghampiri Diego dan mulai melepas pakaian Diego. Diawali dengan dasi, kemeja, lalu jas. Setelah itu, dengan telaten mengantinya dengan yang baru.

__ADS_1


"Kamu sangat senang?" Diego menatap wajah Aishe dengan hiasan senyum manisnya. Sungguh, wajah Aishe sangat cantik tanpa polesan apapun, begitu menurutnya.


"Kamu berpikir aku sengaja membuat drama dan mengotori bajumu?" Aishe terlihat sibuk mengancingkan baju sang suami.


Diego mengangsurkan tangan, menyentuh pelipis dan pipi Aishe. Lalu dengan suara lembut, dia menjawab, "Apapun alasannya, aku senang berlama-lama denganmu."


Dua sudut bibir Aishe bergerak naik. Ia mendongak ke atas, menatap Diego sambil memasang dasi untuknya. Manik mata kecoklatan milik Diego sungguh sangat indah, sangat indah bahkan sampai bisa menghipnotis para wanita.


"Baiklah, sudah selesai," ucapnya sambil menepuk pelan pundak Diego.


"Pakai kursi roda mu! Kau sudah menggunakan kakimu sejak pagi!"


Mendengar kecerewetan sang istri, Diego bukannya kesal. Dia justru meraih tangan kanan Aishe, lalu mengecup punggung tangannya.


Aishe yang sudah tidak bisa menyembunyikan wajah memerahnya, langsung menarik tangan yang di pegang Diego. Kemudian mendorong pria itu pergi keluar kamar.


"Cepatlah pergi!" tegasnya sedikit lantang dan terus mendorong tubuh Diego hingga keluar dari kamar.


"Ishe, kamu mengusirku?" tanyanya saat Aishe mendorongnya keluar dari kamar


Perdebatan kecil mereka sontoak membuat Guzel dan Ashan mengalihkan pandangan ke arah mereka. Menatap sepadang suami istri yang semula adem ayem, sekarang justru salinh berdebat, entah mempermasalahkan hal apa.


"Aku hanya menyuruhmu pergi kerja. Kenapa kamu mendramatisir?" kesal Aishe, menatap Diego sembari berkacak pinggang.


Diego pun ikut berkacak pinggang, laku mengedarkan penglihatannya untuk sesaat. Sebelum akhirnya, ia menarik tangan Aishe dan mengecup bibirnya.

__ADS_1


"Setidaknya beri aku ciuman penyemangat," lirih Diego saat bibirnya berhasil mendarat dengan sempurna di bibir Aishe.


Aishe menarik kerah jas Diego, lalu mengecup bibirnya, "Sudah, pergilah bekerja!"


"Iya." Diego mengusap ubun-ubun Aishe dengan lembut. Sorot matanya sangat teduh, begitu teduh hingga Aishe tidak ingin berkedip.


"Sebentar lagi akan ada bibi pengurus rumah yang datang. Biarkan Guzel memperkenalkannya padamu," lanjut Diego lalu mengecup kening Aishe.


Setelah drama perpisahan mereka berdua. Aishe melepas sang suami pergi bekerja bersama dengan Ashan. Namun kali ini Ashan hanya mengantar saja, lantaran ia harus menjemput Bibi Banu, selaku pengurus rumah yang akan ditempatkan di Villa Luxury.


"Apa Anda ingin mengganti dasi, Tuan?" tanya Ashan saat mereka telah masuk ke dalam mobil.


"Tidak perlu! Dasi ini sangat cocok."


Cocok? Itu karena Anda sedang jatuh cinta, Tuan. Astaga, bagaimana aku mengatakannya?


...☆TBC☆...



Selamat pagi pengagum babang DIE 💋💋


Jangan lupa nanti jam 13.00 WIB, Rank Top Fans ditutup untuk pemenang GA.


Sekian dan terima Vote, gift, dan Like. 💋

__ADS_1


__ADS_2