
Sering dijuluki Bunga dari Surga (Flower from the Heaven), Ratu Malam (Queen of the Night) atau pipa Dutchman (Dutchman’s pipe), bunga ini tergolong ke dalam golongan kaktus, dan merupakan salah satu jenis dari golongan tersebut yang paling banyak dibudidayakan.
Dilansir dari berbagai sumber terpercaya, jenis bunga ini berhasil menduduki peringkat nomor satu termahal di dunia. Bahkan terkadang tergolong “tidak ternilai” oleh karena cirinya yang sangat istimewa dalam berbagai segi.
Tidak seperti tumbuhan angiospermae lainnya yang sering membuahkan kembang, tumbuhan Kadupul hanya mekar sekali dalam waktu setahun.
Hal ini pun hanya terjadi pada malam bulan purnama. Maka dari itu, sebagian menganggap bahwa jika seseorang dapat melihat bunga ini mekar, maka mereka adalah manusia yang sangat beruntung. Alasan ini yang membuat Aishe ingin sekali memiliki bunga ini, lantaran besok adalah malam bunga purnama.
Uniknya lagi, bunga ini tidak bertahan mekar untuk lama. Bunga Kadupul hanya mekar di malam hari, cenderung mulai mekar antara pukul 22.00 hingga 23.00, dan akan layu sebelum fajar seakan memiliki sistem jam tersendiri. Proses pemekaran ini pun dapat berlangsung selama sekitar 2 jam. Karena akarnya yang menyerupai kaktus, setiap Bunga Kadupul memiliki jangka usia yang sangat pendek dan hanya mampu bertahan dari malam hari hingga fajar.
Sewaktu semua kuncup memekar, Bunga Kadupul akan mengeluarkan keharuman yang indah dan menenangkan, atau yang sering juga dianggap “memabukkan”. Keharuman Bunga Kadupul memang sering dipuja di seluruh pelosok dunia karena kualitasnya yang menenangkan.
Bunga Kadupul memiliki bentuk yang menyerupai laba-laba atau bintang. Bunganya sendiri memiliki dua aspek warna, yaitu warna putih dan kuning yang tidak mencolok, serta tinggi yang dapat mencapai 30 sentimeter. Secara keseluruhan, satu semak dapat menghasilkan 100 Bunga Kadupul yang penuh dengan keindahan.
Untuk mendapatkan bunga ini, Diego dan Ashan harus terbang ke India. Benar, meski asal negara bunga ini adalah Sri Lanka, tapi bunga ini bisa ditemukan di beberapa negara tetangga, salah satunya seperti India.
Setelah menempuh lebih dari 10 jam perjalanan. Diego akhirnya bisa membawa bunga yang diminta sang istri pulang ke rumah dengan aman. Dia bahkan membelikan 5 buah, agar bisa diletakkan di tempat yang Aishe sukai.
“Ke-kenapa kalian bawa banyak sekali?” Aishe memandangi Ashan yang membawa kotak berisi bunga kadupul yang belum mekar.
“Supaya kamu bisa menaruh mereka di tempat-tempat yang kamu sukai.”
“Cih! Dasar boros!” keluh Aishe yang kemudian menyuruh Ashan menaruh kotak yang dipegangnya ke atas meja.
__ADS_1
Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Diego sudah amat lelah setelah perjalanan begitu lama, begitupun juga Ashan. Aishe yang sedikit iba, menyuruh Ashan untuk kembali pulang. Namun sebelum pergi, dia sempat memberikan satu bunga Kadupul untuk diberikan pada Guzel.
Namun penderitaan Ashan tidak berhenti sampai di bunga Kadupul saja. Sebulan setelah itu, Aishe meminta hal yang lebih aneh lagi dari pada membeli bunga Kadupul yang dibeli langsung ke negara India.
“Ta-tapi, Tuan?” Ashan yang menghadap Diego di kantor, terlihat enggan setelah pria itu menyampaikan keinginan sang istri.
“Seluruh biaya pernikahanmu, aku yang akan mengaturnya?”
Mendengar itu, Ashan langsung setuju dengan perjanjian yang ditawarkan Diego. Ashan bahkan langsung menghubungi Eraz, meminta bantuan pria itu agar mau membantunya. Namun sayangnya Eraz menolak permintaan Ashan. Dia hanya setuju jika Rehan ikut mengambil bagian.
Tidak banyak bicara lagi, Ashan pun langsung menghubungi Rehan, merayu pria itu dengan dalih 'sang adik' sedang mengidam. Pada akhirnya, Rehan pun luluh dan mau menerima permintaan dari Ashan.
Malam hari setelah rencana mereka bertiga tersusun rapi. Aishe sedang duduk di sofa menikmati secangkir coklat panas dengan beberapa kudapan yang baru saja dibuat Bibi Banu. Ketika ketiga orang itu tiba dengan memakai kostum yang sempat ia inginkan.
Kedua mata Aishe langsung membulat penuh, saat menatap seorang pria dengan wig putih dan pakaian maid, lengkap dengan stocking jaring dan high heels. Lalu di belakangnya berdiri seorang pria berjas rapi, memakai wig serta penutup wajah bak seorang ninja. Lalu seorang lagi mengenakan setelan jas, tapi dibelakangnya ada ekor dan juga telinga di kepala atas.
“Ashan … Eraz, dan … Kakak? Kenapa kau juga?”
“Aku dengar kau menginginkan hal ini,” terang Rehan yang kemudian menatap Eraz dan Ashan.
Sialan kalian berdua!
Melihat respon Rehan, Aishe jelas tahu, jika dia salah satu korban dari Ashan. Namun bukannya menyelamatkan sang kakak, dia justru buru-buru mengambil ponsel dan memotret mereka semua. Setelah beberapa gambar berhasil diambil, Aishe lekas mengirim semua gambar itu ke pesan grup yang berisi dirinya, Guzel, dan Emine.
"Apakah itu Ashan?" Komentar Guzel saat melihat calon suaminya memakai baju cosplay. "Oh, aku benar-benar tidak percaya dia bisa seperti itu."
"Sepertinya aku harus menyuruh Rehan untuk segera pulang dan memberinya pelajaran berharga!" Komentar dari Emine yang diam-diam tertawa saat melihat foto cosplay Rehan.
__ADS_1
Aishe lantas tertawa membaca beberapa obrolan di grup, sedangkan Diego hanya mengacungkan jempolnya. Namun semua itu tidak bertahan lama, sampai Emine dan Guzel datang menjemput para pria itu.
"Kenapa bengong? Ayo pulang!" teriak Emine yang melihat Rehan terbengong saat dirinya datang.
Rehan sempat menoleh, menatap sang adik yang justru acuh tak acuh menikmati buah-buahan yang baru dikupas Diego. Tanpa memperdulikan Rehan yang ditarik paksa oleh Emine.
Melihat Rehan dan Ashan dibawa pergi oleh kekasih merek, Eraz yang sejatinya masih sendiri hanya bisa mendengus kesal. Bagaimana tidak? Dia tadinya sudah membayangkan akan berpose dengan dua pria itu, tapi kenyataannya justru tidak mendapatkan keuntungan sedikitpun. Eraz pun lantas pergi dengan kesal.
"Kamu sangat suka mengerjai mereka," ucap Diego pada Aishe.
"Mereka berdua sebentar lagi menikah. Aku sudah tidak punya kesempatan lagi untuk mengerjai mereka nanti."
Dengan sorot mata gemas, Diego mencubit salah satu pipi sang istri sambil berkata, "Dasar, jahil!"
...☆TBC☆
...
Hai hai, rindu ngak?
Udah lama ya, pasti banyak yang nanya 'othor kemana aja sih?' hemmm ...
Pasti ngak polow IG ya 🤭🤭
__ADS_1
Othor lagi kurang enak badan beberapa minggu ini gengs. Lihat layar lama rasanya makin puyeng 🥲🥲
Minta doanya ya, semoga bisa kembali sehat dan nulis lagi 😘😘