
Mobil hitam yang semula dikemudikan oleh Rehan, kini telah diambil alih oleh Ashan atas perintah Diego. Sebelum pulang, Diego menyuruh Rehan dan Paman Mustafa untuk mengurus pemakaman Max yang juga dilakukan pada hari itu, tetapi berbeda tempat dengan pemakaman Bibi Nie.
Mobil hitam mereka melaju dengan kecepatan sedang. Memecah keramaian kota Istanbul yang tidak pernah sepi oleh kendaraan yang lalu lalang.
Aishe pada saat itu sedang duduk di kursi belakang bersama Diego. Matanya tertutup, terlihat sedang tertidur nyenyak. Kepalanya bersandar di lengan Diego, sela-sela jemarinya di isi oleh jemari Diego. Sungguh, pemandangan yang membuat iri.
Bahkan Guzel yang duduk di depan, dan tidak sengaja melihat dua insan di belakangnya, pun merasakan hal yang sama. Dua orang yang saling menyayangi dan menjaga. Juga sangat romantis dan perhatian, memang membuat orang iri.
Dua mata yang beberapa menit tertutup, tiba-tiba terbuka dengan perlahan. Tanpa memandang Diego, Aishe bertanya, "Apa kita akan kembali ke rumah?"
"Kemana kau ingin pergi, Sayang?" Diego mengusap ibu jari Aishe dengan ibu jarinya.
"Rumah itu memiliki banyak kenangan bersama Bibi Nie." Aishe menunduk, menatap nanar satu lututnya yang bersebelahan dengan lutut Diego.
Tiba-tiba pikirannya melayang, teringat akan momen terakhir dengan Bibi Nie, juga kondisinya. Suara bom yang ia ingat, langsung membuat genggaman tangannya mengerat.
Diego yang sadar jika sang istri mungkin memikirkan kejadian malam itu, pun langsung mengulurkan tangannya ke belakang tubuh Aishe, lalu mendekapnya.
"Jangan diingat lagi," bisiknya lirih.
Ucapan dan dekapan dari Diego, perlahan menenangkan perasaannya yang sempat tegang. Ledakan malam itu memang menjadi malam lain yang tidak bisa ia lupakan setelah Farhan mendorongnya dulu.
"Aku sudah menyuruh Eraz membeli rumah baru. Barang-barang juga sudah ditata dengan rapi," jelas Diego pada sang istri.
"Apa kamu mau kesana?" lanjutnya.
__ADS_1
Aishe terhenyak sesaat. Rumah baru, bagi dirinya yang terlalu susah untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar, tentu menjadi polemik yang berat. Namun disisi lain, Aishe juga masih terlalu trauma dengan rumah lamanya.
Sebentar ia terdiam, Aishe mendongak ke atas, menatap wajah Diego dengan bulu-bulu tipis di sekitar rahang, terlihat sangat mempesona.
"Apa kita bisa kembali ke Villa Luxury?"
Mendengar jawaban Aishe, Diego langsung tertunduk. Melihat kedua mata sang istri yang sejak tadi melihatnya diam-diam.
"Kamu ingin tinggal di sana?"
"Eemm, Villa Luxury cukup nyaman menurutku," jawab Aishe masih menatap lekat mata sang suami. Dalam hati ia bertaruh, akankah Diego mau membawanya ke sana? Mengingat tempat itu dulunya dibangun untuk Lyra.
"Apa … tidak boleh?" Aishe mengangkat tubuhnya dari dekapan Diego, sambil terus menatap mata pria yang kini telah menjadi suaminya.
Diego sempat menghela napas kasar dan tertunduk sesaat, lalu meraih kening Aishe dan menyingkap rambut yang mengganggu matanya.
"Karena Malva berkata, rumah itu kamu bangun khusus untuk Lyra?" tebak Aishe mencoba mengetahui pikiran Diego.
Diego hanya terdiam memandangi Aishe, mungkin jika dia berpendapat lebih dulu, istrinya bisa salah paham.
"Dengar, Die." Aishe meraih dua tangan Diego dan menggenggamnya.
"Kamu punya masa lalu dan kenangan untuk dirimu sendiri sebelum bertemu denganku. Aku menghargai semuanya, apapun itu. Kamu mengerti?" ucap Aishe yang disambut anggukan kepala Diego.
"Kamu tidak cemburu?"
"Tidak jika itu Lyra."
__ADS_1
"Kenapa? Lalu kau cemburu jika itu orang lain?" tanya Diego penasaran dengan alasan sang istri.
"Karena, berkat kenanganmu bersama Lyra, kamu datang ke pulau itu dan menyelamatkanku," jelas Aishe singkat, namun berhasil membuat dua sudut bibir Diego terangkat. Sepertinya, pria itu sangat puas dengan pemikiran Aishe.
"Lagi pula, aku suka dengan desainnya!" Aishe tersenyum, memamerkan dua baris gigi putihnya.
Senyum manis Aishe lagi-lagi berhasil membuat Diego terpesona, dan langsung menghujami kening sang istri dengan kecupan manis.
"Ashan, kita ke Villa Luxury!" ucap Diego pada Ashan yang sibuk mengemudi.
...☆TBC☆...
Yuhuuuuu ....
Sudah mampir ke Hasrat Sang Penggoda?
Yang belum, buruan mampir dan pantengin terus, karena Author akan bagi bagi pulsa disana 🎉🎉
Caranya gampang, cukup komen yang menarik di antara bab 1-3. 'Menarik' ini hanya terpusat dengan cerita ya, tidak membahas hal lain. Dan 5 orang yang beruntung akan mendapatkan pulsa senilai 25 ribu rupiah.
Komentar akan dipilih tanggal 12 Juli 2020 jam 17.00 WIB.
Ingat, sebelum komen pastikan sudah memasukkannya ke Rak baca kalian 💋💋
Hadiah di umumkan di IG, dan di bab HSP
__ADS_1