
Hamburan Rayleigh mulai menghiasi langit. Cahaya kemerahan bersatu dengan langit biru yang masih terang, dan sebagian lagi bersatu dengan malam. Sang surya perlahan berlabuh pada kemucuk bumi bagian barat.
Namun meski senja sudah menghiasi Istanbul, pesta pernikahan Diego dan Aishe masih berlangsung meriah. Beberapa tamu undangan masih berdansa menikmati alunan musik. Sedangkan sorot mata Aishe masih menatap Diego yang sedang berdansa dengan seorang wanita.
"Kapan kau datang?" tanya Diego menatap redup wajah wanita yang tak asing baginya.
"Baru saja. Kenapa kau jahat? Kau tidak memberitahuku jika kau sudah menikah!" ketus Emine terdengar kecewa, juga marah.
"Untuk apa aku memberitahu?" Suara Diego pun terdengar ketus saat mengomentari kekecewaan Emine.
Emine berdecak, lalu mengalihkan pandangan matanya tertuju pada Aishe yang sedang menari dengan Rehan. Dua sudut bibir Emine terangkat, seperti ingin menunjukkan kepuasaannya pada Aishe yang memperhatikan suaminya berdansa dengan wanita lain.
"Kau belum menjawabku, Kak! Jangan kira kalian bisa bersekongkol." Tangan kiri Aishe yang sejak tadi berada di pundak Rehan, tiba-tiba mengerat kuat mencengkram pundak sang kakak.
"Sa-sakit, hentikan! Apa kau mau melukai kakakmu?" protes Rehan menatap adik angkatnya yang sedang cemburu.
"Namanya Emine, dia teman masa kecil Diego juga teman sekolahnya sebelum dia ke perbatasan," jawab Rehan menjelaskan.
"Oh, teman masa kecil?" jawab Aishe singkat, lalu menatap tajam ke arah Rehan, hingga membuat pria itu begiding takut dengan aura adiknya.
"Ke-kenapa? Kamu … tidak mungkin cemburu kan?"
__ADS_1
"A-aku … cemburu?" Aishe menaikkan satu sudut bibirnya.
Ekspresi wajah nya pada saat itu seperti hendak memberitahu Rehan bahwa dia sama sekali tidak cemburu. Namun di balik senyuman itu, dia jelas menyimpan rasa jengkel sebesar gunung Fuji. Akan tetapi, sebelum Rehan melihat lebih jelas ekspresi wajah adiknya, mereka sudah harus berganti pasangan.
Aishe yang pada saat itu melihat Eraz hanya berdiri di samping, langsung menyeretnya begitu saja. Dia berniat menjadikan Eraz senjata untuk membuat Diego cemburu.
Benar saja, ketika Aishe baru saja meraih tangan Eraz untuk naik, Diego langsung melepaskan tangan Emine dan menghampiri sang istri. Dia buru-buru meraih tangan Aishe dan memegangnya kuat-kuat, lalu meraih mikrofon yang dipegang Eraz.
"Para tamu yang terhormat. Mohon maaf, karena istriku sedang hamil muda, aku akan membawanya beristirahat sejenak. Selamat menikmati pestanya!" ucap Diego yang kemudian memberikan mikrofon itu kembali pada Eraz.
Dengan cekatan, Diego membopong tubuh Aishe dan pergi meninggalkan ruang pesta dengan seulas senyum. Sedangkan Aishe pada saat itu tampak sangat keberatan, tetapi dia sendiri tidak bisa protes atau memberontak di depan umum.
Setelah Diego membawa Aishe dengan gaya romantisnya. Emine pun memutuskan untuk minggir dari arena dansa, lalu pergi ke bartender untuk meminta segelas cocktail. Dia duduk dengan santai, sembari menikmati cocktail yang diberi nama Blue Ocean dengan campuran sedikit rum dan Whisky.
"Kenapa kau kembali?" tanya Rehan yang tiba-tiba datang lalu duduk disampingnya.
"Kenapa? Ini tempat kelahiranku!" jawab Emine santai.
Namun jawaban itu membuat Rehan mendengus. "Mau menipu siapa? Sejak kecil kau mendambakan Los Angeles dan segala kehidupan bebas di sana. Bahkan selama 18 tahun ini, kau tidak pulang sama sekali."
__ADS_1
Rehan mengambil secangkir minuman keras tanpa campuran apapun yang baru saja di sodorkan bartender. Namun dia hanya menggoyangkan gelas itu, sambil menatapnya lekat.
"Dia sudah menikah. Menyerahlah!" tegas Rehan.
Alih-alih marah, Emine justru mengangkat kedua sudut bibirnya. Lalu dia meletakkan gelas cantik yang sudah kosong itu di atas meja, dan menoleh menatap Rehan.
"Siapa yang sedang mengejarnya? Jangan konyol!" ucapnya sedikit lantang.
Emine tiba-tiba menarik kerah jas Rehan, hingga membuat pria itu menghadap ke arahnya.
"Kepulanganku kali ini, demi mengejarmu, bodoh!" ucap Emine kemudian mengecup bibir Rehan tanpa permisi.
Kapan kau sadar, bahwa sejak awal yang aku kejar adalah dirimu? Dasar pria bodoh!
...☆TBC☆...
Sinus menyiksa 3 hari ini 🥲🥲 mata buat lihat layar langsung burem 😌
Belum bisa up lancar, tp diusahakan besok Up. Jadi ... jempol dan sajen jangan sampe tertinggal 🥰
__ADS_1