
Diego menghela napas panjang setelah melihat Aishe dan Guzel pergi ke ruang ganti. Lalu melipat ke dua tangannya ke dada dan bersandar di sofa. Manik mata kecoklatan itu kemudian beralih menatap Mirey.
"Kenapa datang ke rumah tiba-tiba?" tanya Diego terdengar sedikit ketus.
"Menemui menantuku, kenapa? Kau pikir aku datang menemuimu?" jawab Mirey santai, lalu mengambil cangkir Cay yang di sediakan oleh staff toko.
"Kalian tidak seakrab itu. Siapa yang ingin Ibu tipu?" tegas Diego yang kembali mengalihkan tatapan matanya.
"Aku tidak menipumu. Kau memperkenalkan menantuku pada ayahmu, tapi kau tidak memperkenalkannya padaku," jelas Mirey kesal, tapi raut wajahnya justru tenang saat meluapkan kekesalannya.
"Lalu, apa masalahnya jika aku ingin menemuinya?" lanjutnya.
"Aku tidak melarangmu," tegas Diego tetapi tidak menatap sang ibu.
"Lalu?"
Lalu apa?
Diego pun sedang memikirkan alasan ini. Dia sendiri bukan tak yakin Mirey akan berbuat jahat meski wanita berkarismatik itu tidak menyukai istrinya. Mungkin lantaran pembawaan Mirey yang terkesan angkuh dan kaku. Dia takut, jika Aishe akan terganggu dengan karakter sang ibu.
Aishe berjalan keluar setelah mencoba beberapa baju yang di pilih oleh ibu mertuanya. Dalam hal ini, selera Mirey memang tidak perlu diragukan lagi. Semua pilihannya sangat nyaman dan cocok sekali dengan Aishe yang suka baju polos tanpa banyak motif atau pernak pernik.
"Bagaimana, kau suka?" tanya Mirey saat melihat menantunya berjalan mendekat.
__ADS_1
"Em, tentu. Pilihan Ibu sangat cocok."
"Bagus. Bungkus itu semua!" Pinta Mirey pada dua staf yang mendorong rak gantungan di belakang Aishe.
Namun sebelum staff itu beranjak, Aishe lebih dulu berteriak. "Tidak!" Hingga pada akhirnya membuat staff berhenti melangkah lebih jauh.
"Ibu, ini terlalu banyak. Biarkan aku memilih satu," lanjut Aishe meminta pada Mirey.
Namun wanita itu justru mengabaikan menantunya, dan mengalihkan matanya menatap Guzel. "Bagaimana menurutmu, Guzel?"
Dengan riang Guzel menjawab, "Nyonya muda sangat cantik memakai semua itu, Nyonya."
"Tentu, dia menantuku!" jawabnya kemudian berjalan dan menggandeng Aishe pergi. Namun sebelum keluar, Mirey menoleh ke belakang.
"Diego, kau yang bayar itu!"
"Kau yang bayar itu!" ucap Mirey pada Diego.
Setidaknya sudah 6 toko yang mereka datangi. Mulai dari toko baju, underwear, tas, sepatu, juga perlengkapan kebutuhan ibu hamil. Kini, sudah waktunya mereka pulang. Lantaran kedua tangan dari bodyguard serta asisten Aishe sudah penuh dengan barang belanjaan. Termasuk juga tangan Diego.
"Apa kau lelah?" tanya Mirey menggandeng tangan Aishe menuju mobil.
"Apa aku boleh jujur, Bu?"
Jawaban Aishe sontak membuat Mirey menoleh memandang dirinya. Namun Aishe yang memang sudah lelah hanya tersenyum samar.
__ADS_1
"Diego!" panggil Mirey pada Diego yang berjalan di belakang Aishe. "Belikan istrimu jus!" lanjutnya.
"Kamu mau yang manis? Sedikit asam?" Mirey melihat Aishe sedang mengangguk memberinya jawaban.
"Belikan jus strawberry yang di mix dengan apel dan wortel! Itu semua bagus untuk ibu hamil."
Diego pun segera pergi tanpa bertanya lebih jauh. Mereka juga kembali melanjutkan perjalanannya menuju mobil masing-masing. Mirey mengambil tempat duduk di belakang bersama Aishe, seperti sebelumnya.
"Dengar ini. Uang yang aku punya itu juha berasal dari kerja keras suamimu. Jadi entah Diego atau aku yang membayar, semuanya sama. Kamu mengerti?"
"Iya, Bu," jawab Aishe sambil mengangguk pelan, seakan mengerti arah pembicaraan Mirey.
"Aku tau kamu anak baik. Kamu masih bersikap sopan padaku meski aku sudah menyeretmu dalam peliknya masalah rumah kami. Aku beberapa kali menjebakmu tanpa sadar."
Mendengar ucapan Mirey, entah mengapa perasaan ragu yang sempat membatasi dirinya, tiba-tiba lenyap.
"Apa kamu mau memaafkan ibu mertuamu ini?" Mirey dengan lembut meraih kedua tangan menantunya. Dua sudut bibirnya terangkat sedikit, namun itu bukan senyum samar bahagia. Melainkan senyum tulus, ingin mendapatkan maaf sang menantu.
...☆TBC☆...
Baru dapet setengah, eh dapet kabar duka 😔
Alhasil up setelah pulang takziah.
__ADS_1
Besok lanjut lagi, tenang tenang 😌😌