Ranjang Tuan Lumpuh

Ranjang Tuan Lumpuh
Bab 57


__ADS_3

Diego –


Banyak hal yang perlu di luruskan saat aku harus memulai hubungan yang baru. Ini hampir enam tahun berjalan, dan aku sudah harus melupakan dia. Dia yang telah pergi meninggalkan ku dan tidak mungkin untuk kembali.



Diego berjalan keluar dari kamar mandi dengan rambut yang setengah kering. Tubuhnya tegap dengan roti sobek 6 kotak yang di tumbuhi bulu-bulu tipis. Dia mengambil kemeja yang disiapkan Ashan, lengkap satu stel dengan jaz, dasi, bahkan sepatu.


"Tuan. Maximo dikabarkan akan menghadiri rapat kali ini. Apa tuan ….?" Perkataan Ashan terpotong tatkala Diego menoleh dan menatapnya.


"Kenapa? Kau takut padanya?"


"Bukan, saya hanya khawatir …." Ashan menelan salivanya. "Ini tentang nona, Tuan. Haruskah saya menyiapkan pencegahan?" lanjutnya.


Diego meninggikan satu sudut bibirnya sambil membetulkan dasinya di depan cermin. Dia seolah tidak peduli akan peringatan yang disampaikan Ashan mengenai Aishe dan pamannya.


"Kau hanya perlu mengawasinya. Dia memang lugu, tapi dia sudah jauh lebih pintar dari saat kita bertemu setengah tahun lalu."


"Mengerti Tuan."



Jam 10 siang BIN bank.

__ADS_1


Diego sedang menikmati secangkir teh di ruang kerjanya. Matanya nampak fokus, menatap kaca yang ternyata dua arah. Dari balik kaca, terdapat beberapa orang yang sedang mengadakan rapat. Disana juga terlihat Ashan dan sekretarisnya, Aishe.


Pada awalnya, rapat sudah diawali dengan problema panas, membahas tentang penurunan performa BIN selama 3 tahun terakhir. Maximo dianggap tidak mampu mengelola kantor pusat, dan berharap segera turun dari jabatannya.


Beberapa dewan mulai bersuara, mengusulkan Diego agar kembali dan menstabilkan BIN. Namun, beberapa orang menolak, menganggap kinerja Maximo sudah cukup kompeten.


"Jangan konyol! Bagaimana bisa pria lumpuh memimpin perusahaan?"


"Ayolah! Sekarang baru 3 tahun berjalan. Cukup wajar jika performa kita sedikit menurun."


Salah seorang dewan yang mendengar itu, sontak berdiri dan menggebrak meja. "Sedikit katamu?" pekiknya membuat semua orang di ruangan diam.


"Dalam kurun waktu 30 tahun. Performa Tuan Max memang yang paling buruk. Kenapa Pak Cen bilang sedikit menurun?"


"Pak Serkan, tolong tenang sedikit." Ashan menepuk pundak pria tua itu, bermaksud untuk menenangkannya.


Pria tua itu pun akhirnya patuh dan kembali duduk. Ruangan seketika menjadi hening, tidak satupun dari mereka yang berbicara. Sampai pada akhirnya ….


"Memang kenapa kalau lumpuh?" Aishe tiba-tiba bergumam. Namun karena ruangan begitu hening, ucapannya terdengar dengan sangat jelas hingga membuat seluruh orang menoleh padanya.


"Bahkan hanya duduk saja, beberapa pengusaha bisa memenangkan tender bernilai jutaan Lyra." Aishe mempertegas ucapannya, membuat Ashan kalang kabut berusaha menghentikan Aishe.


"Apa yang kau bicarakan, gadis muda?" tanya salah seorang pria yang mengikuti rapat.

__ADS_1


"Saya membicarakan hal tentang duduk. Sama seperti sekarang, hanya duduk saja, mampu melengserkan presiden direktur yang kompeten dan menggantikannya dengan seseorang yang tidak kom -…."


Belum sempat dia meneruskan ucapanya, seorang pria berusia sekitar 45 tahun berdiri sambil menggebrak meja.


"Bagian mana kamu?" ucap pria itu lantang.


Aishe bangkit berdiri dan hendak menjawab, tetapi pria bernama Syam bangkit berdiri dan berkacak pinggang.


"Kau marah pada seorang gadis muda? Apa yang dia ucapkan benar. Kau memang tidak kompeten!"


Pria tua yang dipanggil Serkan pun turut menimpali, mengatakan bahwa pria bernama Maximo itu memang tidak kompeten.


Dua kubu saling berdiri, menentang pendapat tentang kubu lain yang berkata bahwa Max tidak kompeten. Pada saat mereka berdebat, Diego yang sejak tadi mengamati justru tertawa.


Tawanya cukup nyaring, juga mengisyaratkan rasa puas. Entah, bagian mana yang membuat pria itu puas dan bahagia seperti itu.


Apakah karena Aishe yang berani membelanya di hadapan dewan?


Atau dua kubu yang bersitegang mempertahankan Maximo, juga melengserkannya


...☆TBC☆...


Mata udah sepet, lanjut besok lagi 🙏

__ADS_1


__ADS_2