
Di Tempat lain, di sebuah rumah yang berada di kawasan Bahçelievler, İstanbul. Rumah yang cukup megah dengan gaya bangunan American-Modern tiga lantai. Atapnya berwarna biru, dan tembok depan bercat putih lengkap dengan pagar hitam yang tinggi dan kokoh.
Seorang pria muda tengah berlutut di depan dua orang pria dan wanita paruh baya. Keringat dingin mengucur dari pria muda yang umurnya baru 25 tahun. Sedangkan sorot mata pria itu terlihat tegas penuh wibawa.
Sial! Sial! Sial! Pria muda itu mengepal kuat dengan kepala yang tertunduk. Pakaiannya bahkan terlihat compang camping.
"Suamiku, redakan amarahmu!" bujuk sang istri dengan mengusap lengan sang suami yang duduk dengan sorot mata tajam menatap putranya. Namun tangan istrinya di tepis begitu saja.
"Kau bilang 'redakan' huh? Apa matamu buta? BIN sudah memberi Zoe jatuh tempo hingga esok!" Tegas pria paruh baya itu pada sang istri.
"Lihat! Buka matamu lebar-lebar!" Pria yang disapa Zafer itu lantas berdiri dengan raut wajah penuh emosi, mulai menendang anaknya.
"Dia anak bangsat yang kau bela selama ini! Putera yang akhirnya menjatuhkan perusahaanku!" pekiknya lantang.
"Hentikan! Hentikan, Sayang!" rancu sang istri yang bangkit dari duduknya, kemudian memegangi kaki sang suami agar berhenti memandangi puteranya.
Langit di luar sangat gelap, kilat bahkan terlihat menyambar beberapa kali. Angin bertiup sedikit kencang, menggoyangkan dahan pohon bahkan mematahkan ranting-ranting. Nampaknya, hujan akan segera turun.
Sore tadi, tiba-tiba Zafer mendapatkan kabar jika BIN membatalkan pengajuan regulasi kredit. Bahkan, dia meminta Zoe segera melunasi sisa hutang yang memang sudah jatuh tempo dalam waktu 42 jam.
Panik, tentu saja. Dia mencoba menghubungi sekretaris Ashan untuk menanyakan alasannya, akan tetapi ditolak begitu saja. Sampai pada akhirnya, asisten Zafer memberi kabar tentang alasan penolakan pinjamannya di BIN bank.
__ADS_1
Rekaman CCTV di toko kue beredar luas. Mereka bahkan mendukung aksi Aishe saat menonjok wajah Murat, juga saat Diego memberinya kompensasi dengan gaya angkuh. Hal yang tidak menyangka dari rekaman yang beredar, adalah pengumuman resepsi pernikahan Diego dan Aishe kepada publik.
Bak tikus menggigit ekor harimau. Zafer tidak bisa berkutik setelah mendapat kabar itu. Dia langsung mencari puteranya yang sedang bersenang-senang di sebuah club malam. Lalu menyeret pria itu sampai ke rumah.
"Dia tidak tahu, Sayang. Dia tidak tahu jika wanita itu adalah istri dari Direktur BIN!" luruh sang istri masih berusaha membujuk sang suami. Sedangkan Murat masih meringkuk dengan tubuh gemetar.
"Kita bisa membujuk mereka dan meminta maaf. Aku akan membawa Murat menemui mereka, tenang saja, oke!"
Sorot mata Zafer semakin memincing, dengan kuat ia menendang sang istri hingga tersungkur. "Kau pikir siapa dirimu? Harta keluargamu jika digabung dengan Zoe Konveksi saja tidak mencapai 5 persen dari harga saham BIN!" ketusnya lantang dengan urat leher yang meregang
"Kau pikir, kau bisa negosiasi dengan mereka? Wanita bodoh!"
Petir menyambar dengan kuat, bahkan meledakkan sebuah pohon tua yang berada di halaman rumah Zafer, hingga terbakar hebat. Kejadian itu seakan menjadi pertanda, bahwa alam pun tidak berpihak pada mereka.
"Apa yang membuatmu bahagia?" tanya Guzel yang baru saja selesai turun dan melihat Ashan sibuk dengan ponselnya. Pria itu bahkan tertawa terbahak-bahak.
"Kamu ingin tau?" Ashan menoleh, melihat Guzel berjalan ke arahnya, ia buru-buru menyembunyikan ponselnya.
Guzel berdecak kesal sambil menyipitkan kedua matanya, lalu berbalik badan dan hendak pergi. Namun, Ashan buru-buru menarik tangannya hingga wanita itu jatuh ke pangkuannya.
"Oke oke, jangan marah! Akan kuberitahu." Ashan mengambil ponsel, lalu menunjukkan video Guzel dan Aishe yang sedang menjadi trending topik.
__ADS_1
"Lihat! Mereka semua membela kalian. Bahkan mengutuk kehancuran Zoe. Diantara komentar mereka, bahkan ada sebagian yang mengaku sebagai karyawan Zoe, dan membuka kesombongan pewaris itu di depan umum."
Mata Guzel terfokus untuk sesaat. Dia terlalu sibuk membaca komentar-komentar yang hampir 80 persen mendukung aksi Aishe dan Diego. Dua sudut bibir wanita itu kemudian terangkat, menunjukkan dua gigi kelinci imutnya.
"Apa tuan yang melakukan semua ini?"
"Tidak!" ketus Ashan. "Aku yang melakukannya!" lanjutnya sedikit menunjukkan keangkuhannya, padahal ia hanya ingin pamer pada Guzel.
Namun Guzel hanya menghela napas kasar, lalu bangkit berdiri dan pergi.
"Hei! Hei! Setidaknya 'say thank you' padaku! Guzel! Guzel!" teriak Ashan menatap punggung gadis itu berlalu pergi, masuk ke dalam kamarnya.
...☆TBC☆...
Ahh ... mau cuap cuap sebentar 😌
Dengan hati yang bahagia, Kay ngucapin banyak terima kasih pada kalian semua. Sampai pada akhirnya, KAY bisa sampai di titik ini bersama babang Diego dan Aishe.
Terima kasih banyak, untuk doa, dukungan, support sistem, kata-kata manis, dan antusias kalian. Juga semua Tips, Vote, Hadiah, Like dan Komentar kalian.
Love u All 💕💋
__ADS_1
Ohh, satu lagi, yang kemarin menang GA, segera hubungi Author via DM IG. Terima Kasih 💕