Ranjang Tuan Lumpuh

Ranjang Tuan Lumpuh
Bab 177


__ADS_3

Langit sangat cerah saat itu. Angin hanya berhembus semilir, langit pun sangat cerah dengan sedikit awan. Jam menunjukkan pukul 4 sore saat Diego memberi perintah pada Farhan untuk membatalkan penambahan pinjaman dari Zoe Konveksi.


Setelah selesai berbicara, ia melempar ponsel yang ia pegang pada pemiliknya. Lalu menyuruhnya membawa Guzel kembali ke rumah dan mengobati lukanya.


"Kamu menghancurkan satu perusahaan lagi, Die!" ucap Aishe setelah Ashan dan Guzel berpamitan.


"Aku tidak melakukannya," elaknya kemudian mengecup kening Aishe.


"Mereka sendiri yang menggali lubang. Lagipula, memberi pinjaman pada mereka tidak menguntungkan untuk BIN." Diego berkata sambil membuka pintu, mempersilahkan istrinya masuk lebih dulu. Dia bahkan menaruh tangannya di atas kepala Aishe, untuk berjaga-jaga agar kepalanya tidak membentur pintu mobil.


"Itu hanya alibi licikmu, Sayang!" lanjut Aishe singkat sebelum akhirnya Diego menyusul masuk ke dalam mobil dan duduk di samping sang istri.


"Pulang ke Villa Luxury!" ucap Diego pada Alv.


Meski ia sedang memberi perintah pada supir, tetapi sorot matanya tidak lepas dari sang istri. Diego bahkan sempat membelai pipi Aishe saat memberi perintah.

__ADS_1


"Memang itu hanya alibi. Tapi kau suka dengan alibiku kali ini kan?" Diego mendekatkan diri, hingga jarak di antara keduanya hanya sejengkal tangan.


Kedekatan Diego langsung disambut oleh kedua tangan Aishe yang ia kalungkan di leher Diego. Lalu, memangkas jarak yang hanya sekelumit itu dengan bibirnya. Lidah tak bertulang Diego pun menerobos masuk, memberikan sensasi yang membuat degup jantung Aishe meletup-letup. Memberinya rasa yang sama, yang selalu membuatnya kehilangan kendali atas perasaannya.



Kau tau rasanya terbiasa hidup dengan seseorang? Aku rasa, perasaan nyamanku datang lebih dulu, dan membangkitkan rasa suka ku padanya. Kemudian rasa itu melebar, membuat benih cinta tumbuh. Takut kehilangan, takut dia pergi, takut tak bisa bersama. Mungkin karena aku telah menemukan pundak yang nyaman untuk bersandar dalam pelarian. Ya, aku mencintanya karena nyaman, dengan sikap lembutnya dan pengertiannya.


Aishe mencengkram rambut lebat Diego, saat pria itu mulai memperdalam ciumannya dalam beberapa detik. Dalam hal ini, Aishe memang sudah mengakui, ciuman Diego adalah satu-satunya yang berhasil membuatnya candu.



"Apa itu sakit?" tanyanya penuh perhatian dan langsung membuat Guzel menggelengkan kepala sebagai bentuk jawaban.


"Kenapa kalian ribut di dalam? Kau tau kalau pria itu bisa melukai kalian?" Ashan mengangkat kepalanya sedikit, dan menatap Guzel yang diam sambil memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


"Tidak! Dia yang berjalan dengan ceroboh dan menumpahkan kopi pada kami!" terang Guzel memberitahu kejadian pertengkaran itu.


"Nyonya hanya ingin membuat dia meminta maaf, tapi pria justru bersikap sombong! Mengatakan statusnya sebagai penerus Zoe Konveksi." Emosi Guzel mulai sedikit meluap saat mengingat kejadian yang baru saja terjadi.


"Lebih parahnya lagi, dia berkata jika Tuan Diego … dia … lumpuh dan tidak berguna di hadapan nyonya!"


Guzel tertunduk. Menceritakan kejadian yang baru saja terjadi membuat amarah Guzel tersulut. Jangankan Aishe yang saat itu berstatus menjadi istri Diego, Guzel pun yang hanya pengurus rumah saja turut emosi. Begitupun Ashan yang baru mengetahui alasan di balik keributan di dalam toko tadi.


Jika tuan tau alasan nyonya meninju pria itu, dia mungkin akan senang bukan main. Bahkan langsung membeli Zoe untuk sang istri. Aah, aku tidak bisa membayangkannya. Haruskah aku memberitahunya?


Ashan menghela napas sesaat, lalu merapikan poni rambut Guzel yang sedikit berantakan. "Ayo kembali ke rumah! Aku akan mengobati lukamu!" ajak Ashan dengan nada lembut.


Namun sebelum berdiri, Guzel sempat menarik pergelangan kemeja Ashan. "Ashan, apa yang Tuan Diego lakukan pada mereka?"


"Tenang saja, tuan selalu tau apa yang terbaik untuk membalaskan rasa sakit hati istrinya. Jangan mencemaskan mereka, kita tunggu saja perintah selanjutnya," jawab Ashan sambil membelai pipi Guzel.

__ADS_1


...☆TBC☆...


__ADS_2