Ranjang Tuan Lumpuh

Ranjang Tuan Lumpuh
Bab 107


__ADS_3

Aishe keluar dari toilet yang ada di ruang kerja Diego. Sambil berjalan, sambil mengelap tangannya dengan tisu, lalu membuangnya ke tempat sampah di samping meja.


Dua tangan yang sudah kering itu membelai kedua pipi kekasihnya, sambil membungkuk ua mendaratkan satu kecupan di kening Diego yang sedang duduk. "Aku akan kembali bekerja," ucap Aishe.


Diego mengambil beberapa berkas yang ada di hadapannya, dan memberikan berkas-berkas yang sudah ia kerjakan itu pada Aishe.


"Berikan ini pada Ashan." Sorot mata dengan garis-garis tegas itu terlihat cukup lembut penuh kasih sayang.


Ini … bukankah dokumen yang seharusnya aku kerjakan?


Aishe terpaku untuk beberapa saat, melihat dokumen yang dipegangnya itu, ternyata adalah dokumen yang memang seharusnya dia kerjakan.


"Kau mengerjakan ini?" tanya Aishe.


Diego menggelengkan kepala dan menjawab dengan lembut. "Aku cuma memeriksanya."


Memeriksa katamu? "Alibimu tidak mendukung," ketus Aishe, yang kemudian memeluk kekasihnya itu. "Terima kasih, Sayang." Dikecupnya kedua pipi dengan bulu-bulu kasar yang menggelitik, tetapi cukup membuatnya terpesona.


Mendapat pelukan dan kecupan dari Aishe, gairah Diego yang sejak tadi dia tahan pada akhirnya mencuat. Namun, pria itu hanya bisa menelan salivanya, manakala manik mata itu dihadapkan oleh setumpuk berkas yang sudah menunggunya.


"Baik, kembalilah sekarang!" Diego mendorong tubuh Aishe agar melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Kamu mengusirku, Die?"


Diego menaikkan satu sudut bibirnya, lalu tertunduk untuk beberapa saat. Ia menatap Aishe, memperhatikan wajahnya yang sedang cemberut dan kesal itu berdiri di hadapannya.


"Aku tidak masalah ..." Diego bersandar dan membuka kedua kakinya itu sedikit. "Jika kamu ingin bermain di kantor Presdir!" Satu alisnya terangkat, dengan senyum menyeringai.


Pandangan mata Aishe langsung menuju ke bagian tengah yang diapit oleh kedua pahanya, bagian yang terlihat sedikit menonjol. Dia pun akhirnya tahu, kemana arah pembicaraan Diego.


Glek. Salivanya pun ia telan kuat-kuat, sebelum akhirnya memutuskan pergi tanpa berkata apapun. Namun sebelum ia berjalan menjauh, Diego buru-buru berdiri dan memeluknya dari belakang.


"Kenapa pergi, ayo kita lanjutkan!" Katanya.


Tanpa menjawab, Aishe langsung menyikut perut Diego, membuat pria itu sedikit mengaduh. "Kau kejam, Ishe. Aku hanya bercanda!"


Diego dengan manja menyandarkan dagunya di pundak Aishe. "Tapi kau menyukaiku, Sayang."


Perkataan itu terdengar cukup menyenangkan, dan juga menjengkelkan bagi Aishe. Bagaimana tidak, dia seperti terjebak dalam permainan kata sang kekasih.


"Baiklah, kau menang! Aku memang tidak bisa berdebat denganmu, Die!" Aishe mencoba melepaskan dekapan Diego, tetapi pria itu tidak mau melepasnya. "Lepas, Die. Aku harus bekerja!"


"Aku sudah memberitahu Ashan, dia akan mengantarmu pulang." Diego perlahan melepaskan pelukannya, lalu membalik tubuh Aishe dan membelai rambut di atas keningnya.

__ADS_1


"Kamu tidak ikut pulang?"


"Tidak, aku harus lembur. Max memberikan banyak pekerjaan yang harus segera diselesaikan." Dengan lembut dia mengecup kening Aishe. "Tidurlah lebih cepat, tidak perlu menungguku." lanjutnya.,


Aishe mengangguk dengan patuh. "Kembalilah jika lelah, jangan memaksakan dirimu."


Dia pergi setelah berkata demikian, dengan membawa beberapa dokumen di tangannya, pergi kembali ke ruang kerjanya. Lalu menyerahkan dokumen itu kepada Ashan.


"Dokumen laporan yang Anda inginkan, Pak."


Ashan mengangguk, lalu menerima setumpuk laporan dari tangan Aishe.


Aishe berbalik, berjalan menuju meja kerjanya dengan senang lantaran beberapa pekerjaanya telah usai. Sedangkan beberapa pasang mata, sudah menatapnya dengan sinis sejak dia kembali. Mungkin Aishe tidak menyadarinya, tetapi mata Ashan cukup cukup jeli menatap raut wajah para stafnya.


*Anda tidak tahu, seberapa besar tuan mencintaimu, Nona. Selain membantu balas dendam, dia juga membantu meredam mulut mereka yang berbicara di belakangmu. Dokumen itu sebenarnya hanya salah satu bentuk perhatian*nya.



Babang Die mau lembur 🤭


Othor juga ikut lembur ahhh ....

__ADS_1


Jempol jangan lupa di goyang 💋💋


__ADS_2