
Aishe –
Aku pikir rencanaku sudah paling sempurna untuk menyeretnya ke neraka, tapi setelah membaca dokumen darinya, aku merasa diriku cukup bodoh.
Bagaimana bisa, dengan mudah menyeretnya ke penjara hanya dengan uang korupsi yang tidak seberapa?
...----------‐--------------------...
Degup jantungnya berhenti sesaat, lalu memacu lebih cepat. Seluruh tubuhnya seakan lemas tidak bertenaga. Dia seperti orang bodoh sekarang, padahal sebelumnya dia sudah yakin jika informasi yang didapatkan sudah akurat. Namun, dia salah besar, justru Diego-lah yang mengetahui semuanya.
Pada awalnya, Aishe berencana menyeret Farhan untuk membawanya berinvestasi ke BIN. Lalu menyeretnya masuk ke penjara dengan setumpuk dokumen korupsi yang dia lakukan di Halley. Dia bahkan sudah memilih, penjara yang tepat untuk Farhan.
Namun setelah membaca semua berkas dari Diego, matanya terbelalak lebar. Dia merasa beruntung, karena Diego mencegahnya bertindak bodoh.
"Tu-tuan," panggilnya lirih dengan suara bergetar menahan rasa jengkel juga amarah yang sudah berakar.
"Menurut berkas yang dia tandatangani, sebentar lagi adalah batas waktu mengambil uang kita. Apa boleh saya …."
Diego dengan santainya mengizinkan Aishe untuk mengambil sebagian uang pribadinya, yang juga dipinjam Farhan dengan menggadaikan saham miliknya di Halley.
"Tentu saja. Aku akan menyiapkan beberapa orang untuk membawamu menagih hutang."
__ADS_1
Rencana dalam sekejap berubah. Tuhan seperti berpihak pada Aishe kali ini. Beberapa minggu lalu, demi bisa meluncurkan teknologi terbarunya, Farhan meminjam uang pada BIN atas nama Halley Elektronik. Namun, Ashan malah menjebaknya dengan taktik yang begitu sempurna.
Memaksanya menandatangani peminjaman hutang yang tidak mungkin terbayarkan dalam tempo dua tahun. Juga, memaksanya menukar seluruh sahamnya di Halley dengan beberapa juta dolar.
Taktik yang sempurna, sekali tanda tangan dia mampu menarik Halley Elektronik dan juga Farhan jatuh begitu saja.
Setelah mendapat izin dari Diego, Aishe tidak mau berlama-lama. Ditemani dua orang kepercayaan Diego, Rehan dan Eraz, dia pergi menemui Farhan untuk menagih hutang.
"Nona …." Eraz pada Aishe, ketika mereka bertemu di basement kantor sebelum berangkat.
"Oh hallo," jawab Aishe ramah.
Pria muda itu bukannya tidak bisa menolak saat Diego menyuruhnya menemani Aishe. Hanya saja, Diego sudah berpesan untuk menjaga Aishe seperti mereka menjaga Diego. Oleh karena itu, Rehan hanya bisa menelan keinginannya untuk menolak secara bulat- bulat.
Rehan berusaha mengabaikan perasaannya dan menuruti perkataan Diego, untuk mengantar Aishe pergi ke tempat yang dia inginkan
Apartemen Baylo Suites. Alih-alih pergi dan menagih hutang di Halley, Aishe rupanya lebih memilih pergi ke apartemen lamanya. Dia pikir terlalu percuma jika mereka pergi ke Halley, karena jam kantor telah usai.
Benar saja, begitu dia masuk ke lobby, manik matanya langsung di pertemukan dengan sosok Farhan yang kebetulan akan masuk ke dalam lift.
__ADS_1
Eraz dengan cekatan berlari dan menghentikan pintu lift agar tidak tertutup.
Selagi pintu lift di tahan. Aishe dengan high heels tingginya berjalan santai. Dia berdiri di depan lift, yang pada saat itu hanya ada Farhan di dalamnya. Pelan-pelan satu sudut bibir yang di poles dengab lipstik dark red itu terangkat. Menunjukkan seulas simpul senyum meremehkan.
Farhan hanya diam terpaku melihat gadis cantik dengan jas coklat itu berdiri di hadapannya. Paras cantik putih dengan polesan deep mate kesukaan Aishe, ditambah kacamata berwarna hitam.
Hatinya bertanya-tanya, siapa gerangan wanita yang berdiri di hadapannya? karena dia tidak pernah melihat wanita secantik itu selama tinggal disini.
Pada saat mata Farhan sibuk mengagumi. Aishe melepaskan kacamatanya, lalu dengan suara sedu sedan, dia menyapa Farhan.
"Hai, Gie."
Dua kata yang keluar dari bibir Aishe, seperti udara dingin yang langsung menusuk membekukan seluruh tulang-tulang Farhan. Sekujur tubuhnya seperti dihujami jutaan jarum. Hingga akhirnya membuat tubuhnya jatuh lemas dengan mata yang terbelalak lebar.
Ting
Aishe sengaja membiarkan pintu lift itu tertutup, dan membiarkan Farhan pergi begitu saja tanpa melakukan apa pun. Berdiri di hadapan pria itu saja, sudah mampu membuat jantung dan nyawanya hampir meninggalkan raga.
...**☆TBC☆...
__ADS_1
Bab selanjutnya meluncur. Jangan lupa tinggalkan like, Vote, dan Hadiah.
Terima kasih 💋💋**