
...Bacanya malem aja, Othor gak tanggung jawab kalau bablas...
Melihat mobil Rubicon yang biasa di gunakan untuk mengantar Aishe pergi ke kantor, berhenti di depan mobilnya. Diego yang pada saat itu bersama dengan Emil, langsung buru-buru turun dan menghampiri Rehan yang juga ikut turun.
Dia berlari sedikit tergopoh, lalu melayangkan tinjunya ke wajah Rehan dengan cukup keras, hingga pria bertubuh semampai itu terjatuh ke tanah. Ashan yang juga ikut turun, langsung berusaha menghentikan Diego.
"Tuan, Nona Aishe membutuhkan Anda," ucapnya berdiri di tengah-tengah Rehan dan Diego. "Max memberinya obat perangsang," lanjutnya.
"Aashh sial!" desah kesal Diego yang kemudian pergi membuka pintu belakang mobil.
Melihat Aishe meringkuk, hati Diego menjadi semakin tak karuan. Dia berteriak meminta Ashan untuk segera mengantarnya ke Villa Luxury, karena di situlah jarak yang paling dekat.
"Ishe, aku datang. Aku sudah datang, Sayang." Diego mengangkat kepala Aishe perlahan, lalu duduk di kursi.
Aishe yang sejak tadi menutup mata sembari menggigit bibir bawahnya, perlahan membuka kedua mata setelah mendengar suara Diego.
"Die … ini sungguh dirimu?" Aishe berbalik, membelai kedua pipi dengan bulu-bulu kasar yang tak asing.
"Aku datang, Sayang. Aku datang."
Setelah memastikan bahwa yang ada di hadapannya itu Diego. Aishe buru-buru merubah posisinya, duduk di pangkuan kekasih dan langsung membuka dasi.
__ADS_1
"Die, aku tidak tahan, sungguh tidak tahan lagi," ucapnya lirih dan langsung memangkas jarak yang hanya sekelumit itu dengan bibirnya.
Tangan kecil dengan jemari lentik, dengan cekatan membuka kancing baju Diego. Membelai tubuh yang dirasanya cukup dingin dan mampu memadamkan kobaran api dalam dirinya.
"Kita di mobil, Sayang. Tahanlah, sebentar lagi akan sampai di Villa." Diego menghentikan tangan yang perlahan merambat ke bagian bawah tubuhnya.
"Aku menginginkanmu sekarang, Die. Bantu aku, please!" Aishe terus merengek dengan mengendus di sekitar leher Diego.
Sial! Jika bukan karena peraturan di negara Turki yang tidak memperbolehkan Having Se'x di tempat umum, dia mungkin sudah memacu hasratnya tidak peduli jika itu di dalam mobil atau bahkan di semak-semak.
Namun Diego terus berusaha menahan Aishe agar tidak lepas dalam kendali, sampai setidaknya 15 menit dan mereka telah sampai di Villa Luxury.
Diego dengan cepat menggendong tubuh Aishe masuk ke dalam rumah dan pergi ke kamar. Dua bibir itu masih saling terpaut sejak di dalam mobil dan terlepas ketika Diego menghentakkan tubuh kekasihnya ke atas ranjang.
Diego dengan cepat mengungkung tubuh Aishe, mengangkat kedua pahanya dan melesakkan senjata andalannya yang sudah menegang sejak tadi.
"Ugh … aahh …." Aishe meremas rambut Diego yang berada dalam dekapnya, ketika senjata laras panjang itu disentakkan masuk dalam satu hentakan.
Diego yang berada di atas, mulai menggerakkan pinggulnya dengan intonasi lembut, yang semakin lama semakin cepat. Membuat dessahan keduanya menggema ke seluruh ruangan.
"Ah, Ishe. Aku mencintaimu!"
Diego menyusuri leher jenjang Aishe memberinya beberapa kali kecupan dengan pinggul yang di hentak-hentakkan dengan cepat.
__ADS_1
Setelah beberapa menit berlalu. Diego membalik tubuh Aishe dalam satu gerakan, merubah posisinya jadi menungging. Lalu, dia kembali memasukkan senjatanya.
"Aahh … Diego …." Semakin lama semakin cepat. Kobaran panas di dalam tubuhnya bukannya padam, tapi makin bergelora. Namun bukannya tersiksa, Aishe justru menikmatinya.
Setiap hentakkan Diego yang membawanya selangkah demi selangkah menuju puncak. Sampai akhirnya, dia mengambil alih. Dengan cepat dia berbalik, mendorong tubuh Diego hingga terbaring telentang, lalu menaikinya dengan cepat.
"Ahh, Ishe!"
Dari bawah, Diego bisa melihat wajah Aishe yang mempesona, sedang menaik turunkan tubuhnya dengan cepat. Begitu cepat sampai membawanya ke puncak.
"Diego … aaahh. Aku mencintaimu.
"Aahh, Baby, I'm Coming!" Diego menghentakkan pinggulnya, membuat senjatanya melesak dengan dalam agar bisa menyemburkan magma putih. Sedangkan Aishe mengapit kedua paha Diego dengan kuat.
Setelah pertarungan sengit dengan berbagai gaya. Aishe akhirnya menjatuhkan dirinya dalam pelukan Diego dan terlelap dengan cepat.
Kau tahu Ishe, jika Max menyentuhmu sejengkal saja. Aku mungkin sudah melupakan janjiku pada kakek serta ayah, dan langsung membunuhnya di tempat.
Nah kan, gerah deh.
Jangan lupa mandi loh 🤣🤣
__ADS_1
Othor mau bikin tempe kemul dulu lah. Sambil nyimak yang kegerahan 🤭 tapi bisa lanjut lagi kalau dapet banyak sajen 🤭