Ranjang Tuan Lumpuh

Ranjang Tuan Lumpuh
Bab 176


__ADS_3

Melihat Aishe pergi sendirian meski di temani Guzel, hati Diego masih tidak tenang. Sehingga ia memilih untuk menunggu kekasihnya di luar sambil memperhatikan toko yang sebagian bagunannya dari kaca tembus pandang.


Dia baru berdiri di sana sebentar, saat sebuah mobil sedan putih berhenti di belakang mobilnya. Seorang pria turun dari mobil, lalu berjalan menghampiri Diego. Ternyata, pria itu Ashan, yang baru saja selesai membereskan kekacauan akibat ulah dari bosnya sendiri.


"Tuan," sapa Ashan pada Diego yang fokus melihat pintu masuk dari kaca yang baru saja dilalui oleh Aishe.


"Sudah selesai?" tanya Diego langsung ke intinya.


"Sedikit, Tuan. Beberapa anggota dewan sempat tidak terima dengan kepergian Anda yang tiba-tiba. Namun Tuan Besar datang tepat waktu."


"Oh, dia datang tepat waktu rupanya," ucap Diego santai sambil terus menatap seorang pria yang sedang berbicara sambil memegangi jaket, terlihat seperti sedang memarahi seseorang.


Dari tempat Diego berdiri, posisi Aishe dan Guzel tertutup oleh tembok, sedangkan posisi pria itu terlihat jelas lantaran ia berdiri tepat di sisi kaca. Sehingga Diego tidak mengetahui, jika pria itu sedang bertengkar dengan sang istri.


Sampai pada saat Aishe meninjunya, dan melangkah satu langkah ke depan untuk menjelaskan statusnya. Barulah Diego tau jika pria itu sedang berdebat dengan istrinya.


Diego yang tadi sedang bersedekap sembari bersandar di mobil. Langsung berlari masuk ke dalam toko kue. Pada saat dia masuk, seorang wanita terlihat membantu pria itu dan ikut mengejek Aishe.


"Kau istri pewaris BIN? Jangan konyol!" ejek wanita itu tak percaya, hingga membuat Guzel ingin angkat bicara. Namun sebelum ia sempat bersuara, dia itu kembali berucap.


"Tapi kalaupun benar, kalian pantas, sih. Dia lumpuh sekarang, tidak ber-gu-na!"

__ADS_1


Amarah Aishe lagi-lagi naik. Dia tidak semarah ini jika dihina. Namun jika itu berurusan dengan sang suami, maka sudah tidak ada ampun lagi.


Aishe sudah melayangkan tangannya tinggi-tinggi, ingin mengajari gadis itu sopan santun. Hanya saja, sebelum tangan itu menyentuh wajah gadis itu, Diego menahan tangannya, dan dalam waktu yang bersamaan ….


PAK!


Tangan Guzel lah yang mendarat di pipi gadis itu dengan sangat indah. Bahkan, kelima jari Guzel terukir di wajahnya. Tindakan Guzel yang tiba-tiba tanpa ancang-ancang, langsung membuat Aishe dan Ashan memandangnya.


"Shiit!"


Gadis bertubuh semampai itu langsung bangkit usai mendapat tamparan dari Guzel. Tidak terima dengan perlajuan Guzel, ia pun melayangkan tangannya, hendak menampar Guzel. Beruntung, Ashan yang masuk menyusul Diego langsung menepis tangan gadis itu.


"Siapa kalian? Jangan ikut campur!" pekik gadis itu lantang, bicara pada Ashan dan Diego.


Tindakann dan ucapan kedua pira itu langsung membuat Guzel dan Aishe saling memandang satu sama lain. "Waah!" seru keduanya bersamaan sambil mengangkat satu ibu jari mereka.


Sedangkan pria yang sempat mendapat layangan tinju dari Aishe langsung menunjuk-nunjuk Diego dengan tidak sopan. "Oh, kau suaminya? Pewaris dari BIN?" ucap pria itu lalu tertawa dengan angkuh sambil berkacak pingang.


"Kalian berdua ini cocok sekali. Sama-sama penipu!" lanjutnya masih tertawa di ikuti oleh rekan wanitanya yang juga ikut tertawa.


Guzel yang berdiri di belakang Ashan, langsung berbisik. " Katanya pewaris Zoe Konveksi!"

__ADS_1


Mendengar itu, Ashan lantas menaikkan satu sudut bibirnya. Ia merogoh saku, mengambil ponsel hendak menghubungi seseorang. Sedangkan Diego, ia memperhatikan pria itu dari atas hingga ke bawah.


"Jaket Louis Vuitton seharga 17 ribu Lira. Kaos Burberry seharga 5 ribu Lira," ucap Diego menebak harga pakaian yang di kenakan pria itu.


"Ckckck. Murah!"


Diego merogoh saku, kemudian mengambil dompet. Ia menarik 15 lembar dolar dengan nilai per lembarnya 100 dolar, dan total keseluruhan uang yang diambilnya sebanyak 15 ribu dolar. Lalu melempar uang itu di bawah kakinya.


"Lima belas ribu dolar. Aku lebihkan untuk kompensasi!" Setiap kata yang keluar dari mulut Diego penuh dengan keangkuhan dan kesombongan.


Diego pun pergi setelah itu sambil mengandeng Aishe keluar dari toko kue, begitu juga Ashan dan Guzel. Saat mereka berjalan keluar, Ashan sempat memberikan ponsel yang sudah terhubung dengan seseorang pada Diego.


"Batalkan penambahan pinjaman dana untuk Zoe Konveksi dan suruh mereka melunasi sisa hutang kemarin dalam waktu dua hari. Ingat, dua hari dari sekarang!"


...☆TBC☆...



Vibesnya udah cocok jadi bapac bapac 🤭


Masih pagi udah 2 bab, sat set kan ....

__ADS_1


Yuk kopinya yuk, disediakan 😌😌


__ADS_2