Ranjang Tuan Lumpuh

Ranjang Tuan Lumpuh
Bab 160


__ADS_3

Satu setengah jam perjalanan, mereka akhirnya sampai di Villa Luxury. Villa tempat Aishe tinggal setelah berhasil selamat dari pulau kosong, juga tempat ia menyerahkan seluruh hidupnya pada Diego untuk membalas dendam.


Melihat bangunan Villa dengan tiga lantai itu masih tetap sama seperti saat ia meninggalkannya, membuat Aishe kembali ke masa lalu. Ada banyak kejadian tak terlupakan di Villa ini, salah satunya saat Diego menyatakan cintanya.


'Sorry, I Love You'


Dua sudut bibir Aishe terangkat seketika, membayangkan kata-kata manis dari Diego untuk menenangkan hatinya.


Rasanya seperti baru kemarin. Aishe mengusap perutnya, sambil memandang ke arah jendela kamar tempatnya memadu kasih bersama Diego.


"Ayo masuk ke dalam, Nyonya." Ajakan Guzel sontak membuat lamunan Aishe buyar seketika.


"Oh, oke!" jawabnya usai menoleh, melihat Ashan sedang membantu Diego duduk di kursi roda. Ya, setidaknya dia harus duduk disana dalam waktu 3 hari, setidaknya sampai luka tembak di kakinya sedikit membaik.


Perabot di dalam rumah masih sama, seperti saat terakhir dia meninggalkan Villa. Bahkan keadaan Villa juga bersih, tanpa debu. Sepertinya, Diego sering menyuruh orang untuk membersihkan dan merawatnya setiap hari.


"Apa Anda ingin Cay, Nyonya? Atau Sahlep?" tanya Guzel memandang Aishe.


"Eemm, apa ada buah-buahan disana?" Aishe menoleh ke arah dapur, yang memang terlihat dari ruang santai.


"Ingin makan buah?" timpal Diego yang baru saja masuk bersama Ashan dan tidak sengaja mendengar pertanyaan sang istri.


"Tidak. Mulutku pahit sekali, tiba-tiba ingin sesuatu yang segar dan sedikit asam."


Sudah hampir 6 bulan mereka tidak berada di sana. Tentu saja tidak ada bahan makanan yang tersimpan di sana.


"Anda ingin meminum jus? Saya akan pergi berbelanja sekarang!"

__ADS_1


Setelah berkata demikian, Guzel hendak melangkah pergi. Namun Diego buru-buru mencegahnya.


"Tidak perlu. Eraz dalam perjalanan kemari membawa makanan dan beberapa kebutuhan," ucapnya sambil menggerakkan kursi rodanya pergi mendekati Aishe.


"Hanya setengah jam, kamu bisa menunggu kan, Sayang?" Diego meraih kedua tangan Aishe dan menggenggamnya.


"Aku ingin strawberry dan blueberry," kata Aishe diakhiri dengan senyum manisnya.


"Laksanakan, Ratuku!" Diego mengecup punggung tangan Aishe, lalu mendongak ke atas memandangi wajah istrinya.


"Pergilah ke atas dengan Guzel dan segeralah ganti baju. Semua milikmu masih ada di tempat semula," lanjut Diego yang kemudian dijawab anggukan kepala oleh Aishe.


Kedua wanita itu pun akhirnya pergi ke atas, ke kamar Aishe yang dulu sempat ditinggali selama beberapa bulan. Sedangkan Ashan dan Diego duduk berbincang membahas beberapa masalah.



"Mereka tahu Anda pergi ke Gebze untuk kunjungan kerja, Tuan. Hanya saja, saya belum bisa menjawab tentang keberadaan Max," jawab Ashan menjelaskan situasi di perusahaan ketika Diego dirawat beberapa hari ini.


Diego terlibat memijat kening. Nampaknya, meski Max telah mati, pria itu tetap saja membawa beban yang harus ditanggung oleh Diego.


"Huufft!" Diego menghela napas, lalu mendongak ke atas untuk sejenak. "Pria tua itu harus muncul dan menjelaskan semua ini!" kata Diego terdengar sedikit lantang.


"Maksud Anda … tuan besar?"


"Iya, siapa lagi memangnya? Kau pikir aku sedang membicarakan siapa? Paman Mustafa?"


Mendengar jawaban Diego, Ashan langsung menggaruk kening yang sebenarnya tidak gatal. Dengan dua sudut bibir yang terangkat.

__ADS_1


Yaah, sepertinya temperamen bosku ini mulai diluar kendali lagi.


"Setelah ini pergilah ke Mansion Gulbar, Bilang pada Bahadir, jika aku meminta Bibi Banu untuk mengurusku dan Aishe di sini," pesan Diego pada Ashan.


"Baik, Tuan."


Ketika berbicara tentang ini, tidak tau kenapa, Ashan seperti menemukan sebuah kesempatan yang bagus untuk langkah percintaannya.


"Tuan," panggil Ashan yang langsung membuat Diego berdehem sembari melihat laptop.


"Saya ingin menikahi Guzel. Apa – "


Belum sempat Ashan meneruskan kalimatnya, Diego sudah lebih dulu memotong.


"Ingin bawa Guzel? Tanya langsung pada nyonyamu! Apa dia mau memberikan Guzel."


Degh!


Nyali Ashan seketika menciut saat Diego menyuruhnya untuk bertanya pada Aishe. Bukannya takut, tapi Aishe sedikit sulit ditangani dan dibujuk dari pada Diego. Terlebih saat Aishe berhasil menggagalkan akal bulusnya saat ingin membantu Guzel mengganti pakaian saat di rumah sakit.


Berurusan dengan nyonya? Rasanya masa jombloku akan di perpanjang.


...☆TBC☆...



Sabar ya bang Shan 😌

__ADS_1


Yok malakin Readers dulu, biar dapet Vote dan Gift. Siapa tau bisa buat nyogok Bu Bos 🤣🤣


__ADS_2