Ranjang Tuan Lumpuh

Ranjang Tuan Lumpuh
Bab 120


__ADS_3

Mustafa, Ashan, dan Rehan kembali pulang setelah menikmati makan siang buatan bibi Nie. Ashan kembali ke kantor, mengurusi laporan Diego yang dua hari ini mangkrak. Sedangkan Mustafa dan Rehan kembali pulang ke rumah.


Setelah rumah kembali sepi, Aishe bergegas menyalakan televisi di ruang keluarga dengan secangkir Cay hangat dan Baklava. Serialnya baru saja mulai pada saat itu, dan Aishe baru menikmati musik pembuka. Namun Diego yang meninggalkan kursi rodanya, datang merebut remot dan mematikannya.


"Aku sedang melihatnya, kenapa kamu mematikan televisinya, Die?" Aishe memandang Diego dengan tatapan jengkel.


"Tidak! Kamu akan menangis nanti!" Gerutu Diego yang masih trauma dengan tangisan Aishe hanya karena drama.


Aishe memanyunkan bibirnya, lalu bersedekap tangan dan membuang muka, dengan menatap wajah Diego yang di rasa cukup menyebalkan. Sedangkan Diego sendiri hanya bisa menghela napas kasar melihat mood istrinya yang cepat berubah.


Diego mencoba membujuk sang istri, dengan duduk di sampingnya, lalu menyibak helaian rambut yang mengganggu matanya.


"Banyak menangis tidak baik untuk janin, Sayang. Mengertilah, dokter menyuruhmu untuk mengontrol mood."


Suara lembut Diego perlahan meruntuhkan tembok yang baru saja Aishe bangun, dan membuatnya menoleh, menatap wajah Diego dengan mata berbinar.


"Aku hanya menonton drama komedi," katanya dengan nada setengah memohon, yang pada akhirnya membuat Diego menyerahkan remot televisi pada Aishe.


Senyum merekah langsung terpancar dari wajahnya cantiknya. Garis senyum di bibir bahkan dapat Diego lihat dengan jelas. Pria itu terang-terangan menatap wajah sang istri, yang duduk di hadapannya sibuk menonton drama dan tertawa lepas.

__ADS_1


Di luar, salju kembali turun. Padahal sudah seminggu ini salju tidak pernah jatuh di bawah kota Istanbul. Ia jatuh melayang-layang dengan perlahan, bagai bunga putih yang mekar di tengah rumput makanan ternak di musim semi.


Diego berdiri dari duduknya, menyalakan pemanas dan mengambil selimut. "Pastikan dirimu hangat," katanya saat menyelimuti kaki sang istri.


"Terima kasih, Balim." Aishe mendaratkan bibirnya di kening Diego, yang pada saat itu duduk berjongkok di depannya.


Namun sebuah kecupan dari Aishe dirasa kurang memuaskannya. Diego pun buru-buru meraih bibir ranum sang istri, bibir yang selalu bisa membuatnya lupa diri.


Tangan dengan jemari jemari panjang itu meraih tengkuk leher Aishe, membuat ciumannya lebih dalam lagi, seakan ia ingin menelan istrinya secara utuh. Napas hangat perlahan menyingkirkan udara dingin di sekitar mereka, tubuh mereka perlahan menjadi panas secara bertahap.


Jika mereka meneruskannya lebih lama, mungkin keduanya akan segera melupakan saran dokter untuk tidak berhubungan selama satu minggu ini. Sehingga keduanya memutus secara bersama-sama.


"Kau mengganggu dramaku, Die!" Aishe mengerutkan keningnya dengan jengkel.


"Aku sedang mengutarakan perasaanku, tidak bisakah kau masuk ke dalam suasana yang sudah terlanjur romantis dan panas ini?" Diego menatap tajam.


"Sepertinya, aku perlu menghukummu!" Diego meraih pinggang Aishe, memegang erat-erat dan membopong tubuhnya.


"Aku sedang menonton drama. Kamu mau bawa aku kemana, Die!" seru Aishe sesekali memukul dada bidang sang suami.

__ADS_1


Diego tak memberi jawaban atau bahkan respon, ia tetap membawa sang istri pergi ke kamar. Dengan hati-hati ia menaruh tubuh Aishe ke atas ranjang, dia berada di atas, dengan bertumpu kedua lengannya langsung mencumbu Aishe.


Menciumi kening, pipi, bibir, cuping telinga, hingga turun ke tulang selangka.


"Kamu melupakan pesan dokter, Die?" Suara Aishe yang sedang di rengkuhnya terdengar samar, tapi ia bisa mendengar dengan jelas


"Tidak, aku mengingatnya dengan jelas." Diego masih terus mengecup tubuh Aishe.


"Lalu ini?"


"Aku hanya memberimu sedikit hukuman! Hanya sedikit."



Ada pembuka, ada penutup.


yang jomblo silakan bertraveloka, yang udah sah bisa langsung gas pol 🤣🤣


Bab selanjutnya masih berbagi kemesraan dengan mereka, sambil nunggu babang Die nemuin Pak Deniz 😎 Kalau mau buru-buru clear masalahnya juga gakpapa sih, bisa sekalian say good bay sama mereka 🤭🤭🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2