
Asap mengepul memenuhi ruangan, membuat mata siapapun terasa perih, bahkan tenggorokan terasa tercekik jika tidak sengaja menghirup asapnya. Beruntung, Rehan yang tanggap langsung melempar kaca mata pada Diego, lalu membawanya pergi keluar dari sana.
Uhuk! "Sialan, dia kabur!" Rehan beberapa kali terbatuk, karena sempat menghirup gas asap.
Dua orang yang tadi berjaga di luar, buru-buru menghampiri Rehan dan Diego untuk memberi informasi.
"Tuan, mereka lari ke arah barat daya. Tim dua berhasil melukai pundaknya, tapi … salah seorang anak buahnya langsung membawa dia pergi!" lapor salah satu dari mereka.
Kabar ini tentunya membuat Diego dan Rehan menjadi lebih antusias lagi. Dua sudut mereka kompak menaik bersamaan, sebelum akhirnya Rehan mendapatkan kunci mobil dari anak buahnya.
"Ayo kejar!" Ajak Rehan pada Diego.
Mereka bersama dua anak buah yang lain, berlari menuju sebuah mobil Jeep yang terparkir tidak jauh dari bangunan semi permanen. Kemungkinan, mobil ini adalah kendaraan yang mereka gunakan untuk beraktivitas, dan secara kebetulan, kuncinya ditemukan oleh anak buah Rehan saat menggeledah.
Baru setengah jalan mereka berkendara. Sebuah kabar dari Ashan masuk melalui *ea*rphone yang dipakai Diego dan Rehan.
"Lapor, daerah Gebze sudah bersih. Ada banyak opium seperti yang kita duga." Suara Ashan terdengar sedikit berat dan serak.
"Kami terluka sekarang, tapi kondisi Emmil sedikit lebih serius," lanjutnya.
Kabar yang dibawa Ashan sontak membuat Diego dan Rehan yang duduk bersebelahan kompak saling menoleh.
__ADS_1
"Dia masih sadar?" tanya Diego menekan earphone yang terpasang di telinganya.
"Iya, setidaknya dia masih bisa berbicara beberapa patah kata," jawab Ashan.
Diego menghela napas panjang sambil menutup mata dan menunduk, lalu dia mulai berbicara dengan suara lembut.
"Emmil, kau mendengarku?"
"Em, ya, Tuan." Suara Emmil terdengar lebih berat dari Ashan.
"Bertahanlah! Istri dan anakmu sudah menunggumu sejak lama. Aku akan menyelesaikan pukulan terakhir untukmu."
Dua sudut bibir Emmil terangkat, mengukir seulas senyum lega. Meski tubuhnya tergeletak penuh dengan lumuran darah segar, tapi pria itu justru tidak terlihat kesakitan.
"Terima kasih, kalian sudah bekerja keras. Setelah malam ini, kalian bebas!" ucap Diego kemudian melepas earphone yang terpasang di telinga kiri.
Kata kata terakhir Diego langsung membuat Rehan menoleh untuk sesaat, menatap wajah Diego yang terlihat murung, sedang menghela napas panjang. Entah, apa yang sedang ia pikirkan saat ini, bahkan Rehan tidak bisa membaca ekspresi wajahnya.
Mobil Jeep terus melaju di jalanan menanjak, dengan pepohonan tinggi di sisi kanan dan jurang di sisi kiri. Kecepatan dan ketangkasannya mengemudi, pada akhirnya membuahkan hasil. Mereka berhasil melihat mobil yang di gunakan oleh Maximo dan anak buahnya.
"Tuan, itu mobil mereka!" ucap salah seorang pria yang duduk di baris belakang.
"Bagus!" jawab Rehan sembari menekan pedal gas, hingga kecepatan pada speedometer berada di angka seratus lima puluh.
__ADS_1
Mobil terus melaju, mencoba mendahului mobil yang di kendarai oleh anak buah Max. Namun ketika mobil itu berada sejajar, Rehan dengan brutal membelokkan setirnya ke kiri untuk mengambil ancang-ancang, dan membantingnya ke kanan.
BRAK!
Dua mobil saling berbenturan dan terus melaju beriringan, hingga mereka tiba di tikungan tajam yang langsung berhadapan dengan jurang hampir sedalam 100 meter. Dari keduanya, tidak ada yang mau mengalah, bahkan ketika jarak tikungan itu hanya tinggal 200 meter.
Come on, Beibh! Come on!
Dengan penuh percaya diri, Rehan menekan pedal gas, dan tangan kanannya bersiap menarik tuas rem. Ketika tiba di tikungan, Rehan dengan cepat menarik tuas rem dan langsung membanting setir kemudi.
Bagian kap mobil depan berhasil menyentuh body belakang mobil Max, dan membuat mobil itu hilang kendali. Mobil Jeep berwarna merah itu sempat berputar, tapi tidak sampai terjun ke jurang, hingga akhirnya dia berhenti di sebuah tanah lapang yang luas.
DOR! DOR!
Tembakan kembali terdengar saat kedua kubu itu turun dari mobil.
"Jangan biarkan mereka lolos!" seru Diego dengan lantang.
...☆TBC☆...
Lanjut gak nih??
__ADS_1
Sajen jangan lupa di tabur, jempol juga di goyang 😋