
Air di dalam bathtubs meluap, manakala Diego yang tiba-tiba ikut masuk dan berendam di dalam. Dengan santainya ia menyandarkan kepalanya di pinggiran bathtubs sambil menutup mata. Sedangkan Aishe, dia hanya menggeleng-geleng dengan herannya.
Wah, dia benar-benar menikmati waktu berendamnya.
Aishe menghela napas panjang, sebelum akhirnya memutuskan untuk menyelesaikan waktu mandinya. Namun ketika dia baru setengah berdiri, Diego sudah menarik tangannya hingga dia jatuh dalam pelukan pria itu.
"Aahh! Die!" Serunya lantang sembari menyeka air yang terciprat ke wajahnya.
"Buru-buru mau kemana?" Diego menahan Aishe dalam dekapannya. Namun bukannya menjawab, Aishe justru mengalihkan pembicaraan.
"Kamu tidak menciumnya, Die?" Dia menarik udara dengan tangan kanannya ke arah hidung dan mengendusnya. "Bau bebek panggang."
Rasa kesal tiba-tiba menggelitik tengkuk lehernya, membuat sorot mata itu memandang Aishe yang sedang tersenyum meringis. Diego buru-buru memangkas jarak bibir mereka yang hanya sekelumit. Meraih bibir merah muda sedikit tebal yang cukup menggoda.
Dia masuk begitu saja, lagi-lagi tanpa permisi, membawa sesuatu yang manis, yang keduanya tidak tahu apa itu. Manis yang begitu memikat, membuat mereka candu ketika saling menikmati.
Aishe bukan malu-malu atau protes manakala lidah tak bertulang itu mulai mengajaknya bergelut. Pergulatan yang berlahan membuat hormon tetosteron dan oksitosinnya meningkat.
Diego seakan tidak puas setelah merasakan bibir manis Aishe, dia pun meraih dua buah ranum yang tak tertutupi apa pun. Meremasnya, mengelus pucuk, dan memainkannya sesuka hati. Sentuhannya membuat Aishe menggeliat manja.
"Kamu mau mandi bebek mandarin?" kata Aishe tiba-tiba ketika ia menarik bibirnya lebih dulu.
Mendengar itu, Diego menaikkan satu alisnya. Seketika ia dibuat bingung dengan perkataan Aishe. Bebek mandarin?
Ketika Diego sedang memikirkan ucapan Aishe, wanita itu sudah berdiri dan langsung keluar dari bathtub.
__ADS_1
"Ishe, kamu mau kemana? Kita masih belum selesai!" Diego protes ketika melihat Aishe sudah meninggalkan bathtub dan sedang memakai bathrobes.
"Bebek, Die. Aku sudah lapar!" Aishe melenggang pergi begitu saja. Sedangkan Diego berusaha memanggil kekasihnya.
"Ishe … ishe … setidaknya kita selesaikan dulu. Kamu sudah membuatnya bangun!"
Aishe tiba-tiba menghentikan langkahnya, dia berbalik sambil berkata, "Tuan, Anda sendiri yang memaksa masuk ke dalam, juga membangunkan kejantananmu. Jadi … Anda bisa menyelesaikannya sendiri, kan?"
Aishe pun pergi, meninggalkan Diego yang meremas kuat pinggiran bathtub. Sedangkan Aishe justru tersenyum karena berhasil mengerjai pria itu.
Kemarin tiba-tiba menyuruhku bangun, sekarang … biar dia merasakan, kalau tanggung itu tidak mengenakkan!
Wuah, enak.
Tanpa menunggu Diego, dia memakan satu ekor bebek panggang utuh sendirian. Memasukan suap demi suap daging yang terasa gurih dan sedikit manis itu ke dalam mulut menggunakan tangannya.
Setelah menghabiskan satu ekor, dia membawa sisa tulang-tulang bebek itu ke dapur dan langsung membilas tangannya, tidak lupa berkumur juga untuk menghilangkan bau bebek dari mulutnya.
Tepat pada saat dia selesai berkumur, Diego datang menghampiri meja makan. Aishe dengan wajah tidak bersalahnya datang menghampiri Diego dan mengecup keningnya.
"Sayang, aku sudah menunggumu. Kamu sudah menyelesaikannya?" Aishe mengalihkan pandangannya ke bagian sensitif Diego.
Diego tidak memberi jawaban, hanya menatap kekasihnya sembari mengibaskan tangan kirinya. Aishe yang melihatnya pun seakan mengerti dengan isyarat dari Diego. Dan entah kenapa, dia tiba-tiba merasa sedikit merasa bersalah pada pria itu.
__ADS_1
"Ayo, ayo makan. Apa yang mau kamu makan, Sayang? Aku akan mengambilkannya." Aishe membantu Diego mendorong kursi rodanya, ia bahkan membalik piring di hadapan Diego.
"Mau makan apa, Sayang?" tanya Aishe penuh perhatian, yang sebenarnya sebagai bentuk rayuannya.
"Nasi!" pinta Diego yang langsung di ambilkan oleh Aishe. "Bebek!" minyanya lagi.
Beruntung, Bibi Nie menyiapkan tiga ekor bebek panggang untuk mereka. Sehingga dia tidak bingung ketika Diego memintanya. Setelah menyiapkan segala keinginan Diego, Aishe kembali duduk di kursi. Dia tidak menyentuh makanan di meja, malah menyangga dagu sembari menatap Diego.
"Kamu tidak makan?" tanya Diego.
Aishe menggeleng perlahan dengan senyum yang merekah. "Tidak," katanya singkat. "Melihat wajah tampanmu, aku sudah kenyang!"
UHUK
Seketika, Diego menyemburkan nasi di dalam mulutnya dan terbatuk. Aishe pun dengan tanggap menepuk nepuk punggungnya sembari memberi air minum.
"Makan aja sampai tersedek begitu!" protes Aishe yang langsung mendapat lirikan Diego.
Bonus Pic bebek mandari lagi mandi.
Silakan bertrapeling 'bebek mandarin' suami masing-masing ya, Bunda. Bagi yang jomblo, jangan sampe bablas 🤓
Dinikahi Om Duda, hari ini sudah Up 5 bab. Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak.
__ADS_1