
Deniz Gulbar. Begitulah pria yang umurnya hampir menyentuh angka 60 tahun itu dipanggil. Namun percayalah, pria itu masih terlihat cukup muda dan energic dari kebanyakan pria paruh baya lainnya.
Janggut yang selalu di warnai hitam, seakan menjadi pendukung wajahnya agar terlihat lebih muda. Selain itu, sorot mata tegas membuat dirinya sangat berkarisma dan berwibawa.
Deniz terlihat berdiri dengan tongkat kayunya, memandang lautan biru yang terlihat samar dari pandangan matanya. Benar, sudah beberapa bulan ini dia melihat dengan samar. Sebenarnya ini jauh lebih baik daripada sebelumnya, yang hanya melihat kegelapan saja.
Ya benar, dia, buta. Beberapa bulan setelah Diego kecelakaan dan dinyatakan lumpuh akibat perbuatan adik angkatnya, Deniz menyusun rencana bersama dengan Mustafa. Namun sayangnya, rencana itu gagal.
Deniz sempat terjebak dalam kobaran api yang melahap habis markasnya. Beruntung, Mustafa dengan cepat menemukan pria itu dan membawanya pergi. Namun sayangnya, dia harus kehilangan penglihatannya dalam insiden tersebut.
Empat tahun hidup dalam kebutaan, Deniz akhirnya mendapatkan donor kornea yang sesuai dengan matanya. Hanya saja, dia perlu beradaptasi selama beberapa bulan sampai dia benar-benar terbiasa dan dapat dengan jelas.
Deniz terlihat berbalik, berjalan dengan tongkatnya, keluar dari kamar. Pelan-pelan dia melangkah, dengan tangan yang memegang tembok. Dia bukan sedang mencari pegangan, tapi sedang menghitung pintu kamar.
Dua, tiga … dan empat. Deniz berdiri di depan pintu kamar dengan angka 4 yang terpampang dengan cantik di depan pintu. Nomor dengan dasar berwarna hitam pekat dan angka berwarna kuning keemasan. Sayangnya, Deniz hanya bisa melihatnya dengan samar.
__ADS_1
Seorang wanita terlihat berdiri di depan pintu, dengan suara lembut, ia berbicara pada Deniz. "Apa Anda ingin menemui Nona Ishe, Tuan?" tanyanya dengan sopan penuh hormat.
"Em, dia sudah bangun?" Sorot mata Deniz masih fokus menatap pintu kamar yang tertutup.
"Efek obat bius sepertinya masih ada, Tuan."
Hela napas Deniz terdengar sedikit berat, seperti ingin melepas sedikit sesak dalam dada yang tiba-tiba mampir. Lalu, perlahan ia menarik handel pintu dan masuk.
Semerbak aroma dari bunga Osmanthus langsung tercium begitu pintu terbuka. Osmanthus sendiri termasuk dalam tanaman berbunga dari keluarga Oleaceae. Tanaman ini kebanyakan ditemui di Asia timur, seperti : Tiongkok, Jepang, Korea, Indochina, Himalaya, dan lainnya.
Bunga Osmanthus kuning dari Guilin, China, terkenal berkat keseimbangan aromanya antara bunga dan buah, dengan wangi semerbak yang membuat rileks, menjadikannya sangat berharga sebagai bahan parfum atau sebagai Essential Oil.
Deniz yang sempat berhenti, kini kembali berjalan menuju ke arah ranjang. Sorot matanya langsung jatuh ke bawah, menatap seorang gadis yang sedang terbaring. Dia mengedipkan matanya beberapa kali, sampai … matanya mengalami sedikit perubahan dan bisa melihat lebih baik dari sebelumnya.
"Yah, seleranya sedikit lumayan. Tidak sia-sia aku selama ini mendidiknya," ucapnya singkat sembati menatap wajah Aishe.
Setelah berkata demikian, Deniz berbalik dan pergi dari sana. Meninggalkan Aishe agar tidurnya tidak terganggu.
__ADS_1
Pintu dari kayu itu terbuka dengan pelan, karena Deniz sengaja agar tidak menimbulkan suara berisik. Dia bahkan dengan pelan juga menutupnya.
Namun saat ia berbalik usai menutup pintu, suara samar dari seorang pria berhasil mengagetkan dirinya.
"Cantik bukan?" Mustafa berdendakap tangan menatap Deniz yang sempat terjingkat kaget.
"Kenapa kau berdiri di sini dan mengagetkanku?!" seru Deniz dengan mengerutkan keningnya.
Namun saat melihat ekspresi Deniz, Mustafa justru berdecak dan kembali memojokkan pria yang umurnya lebih tua darinya. "Sudah, pulanglah! Seluruh stafku juga ingin pulang, mereka lelah menjagamu yang banyak sekali maunya!"
Deniz dengan sengaja menulikan telinganya, dan berjalan pergi meninggalkan Mustafa. Pria itu bahkan mengejeknya dengan berpura-pura mengorek telinga menggunakan jari kelingking untuk mengejek Mustafa.
"Dasar bajingan tua tengik!"
Niat merem bentar, eh bablas 🤣🤣
__ADS_1
Mau semedi dulu lah, jangan lupa tabur sajen, karena lilin Othor sudah menyala 😎😎