Ranjang Tuan Lumpuh

Ranjang Tuan Lumpuh
Bab 94


__ADS_3

Ashan dan Rehan kompak di buat berlari tungang langang, pergi ke ruang kontrol yang ada di lantai tujuh belas. Dengan suara lantang, pria itu memerintahkan seluruh staf untuk mencari seorang sekretaris yang berkerja dengannya, bernama Ishe. Tentu saja hal itu membuat seluruh staf saling memandang.


"Hanya seorang sekretaris saja, tapi sudah membuat seluruh staf sibuk, mengalahkan istri bos saja," sahut kepala keamanan yang pada saat itu berdiri dari kursinya.


"Siapa kau?" tanya Ashan lantang.


"Aku? Kepala keamanan di sini. Memang siapa kau?" Jawabnya meremehkan, bahkan sempat berkacak pinggang.


"Hanya kepala staf?" Ashan bersendekap tangan dan menaikkan alisnya. "Cepat pergi ambil gajimu! Bilang pada mereka, Ashan yang memerintahkan!"


Dua mata pria bertubuh gemuk itu membulat penuh, bahkan hampir terlepas. Sepertinya, dia tidak menyadari, bahwa pria yang dia tebtang adalah Ashan. Salah satu Direktur Keuangan yang tidak pernah terlihat.


"Apa yang kau tunggu pergi sekarang!" serunya lantang membuat tubuh pria gemuk itu gemetar.


"Kalian juga!" Ashan menunjuk beberapa orang yang masih menatapnya. "Pergi ke bagian HRD dan ambil gaji kalian, S-E-K-A-R-A-N-G!!"


Mendengar suara Ashan yang menggema, selurub staf langsung balik badan dan kembali fokus menatap komputer dan memeriksa rekaman CCTV. Sedangkan pria gemuk itu di seret oleh petugas keamanan yang lain.


"Dia pergi ke toilet! Cepat cari di rentan jam 2 hari ini!" Rehan masih mengawasi beberapa layar di depannya.

__ADS_1


"Ketemu! Sudah ketemu, Pak!" Salah seorang pria berdiri dari kursinya, menunjuk sebuah layar di sisi kiri tempat Ashan berdiri.


Layar itu menunjukkan seorang wanita yang masuk, lalu keluar dengan panik dan berteriak. Membuat beberapa orang berlari dengan panik. Setelah beberapa orang masuk ke dalam kamar mandi, dua orang pria terlihat menggotong Aishe.


"Berhenti! Hentikan!" teriak Rehan.


Staf pun menghentikan rekaman yang sedang menunjukkan kondisi Aishe pada saat itu. Setelah diperbesar, terlihat dengan jelas bahwa kedua matanya tertutup, tangan dan kakinya pun nampak lemas. Bisa di tebak, Aishe tidak sadarkan diri.


Dan yang lebih mengejutkan dari kenyataan itu, adalah wanita yang ikut berlari di belakang dua pria yang menggotong Aishe. Yaitu, Lesa, asisten Maximo.


Rehan dan Ashan pun saling memandang untuk beberapa saat ketika menyadari wanita itu. Wanita yang sempat berlari memanggil beberapa orang. Tanpa banyak bicara, Rehan merogoh saku dan mengambil ponselnya. Jemari tangannya begitu menelisik begitu lincah, entah apa yang sedang dia kerjakan. Bahkan, Ashan pun sempat bertanya.


"Kerja bagus!"


Manik mata Rehan terlihat fokus menatap ponsel, menatap titik merah yang berjalan masuk ke kawasan Atakoy. "Kau hubungi tuan, aku akan menyusulnya!"


Belum sempat Ashan menjawab, Rehan sudah pergi meninggalkan ruangan. Dia tak tega melepas Rehan sendirian dan cepat-cepat menyusulnya, sembari berusaha menghubungi Diego.


"Tu-tuan, nona menghilang!"

__ADS_1


"Bodoh! Jaga wanita saja tidak becus!"


Sebelum menghubungi Diego, Ashan telah menebak, respon seperti apa yang akan dia dapatkan ketika memberi tahu sang tuan.


"Maaf, Tuan. Kami ceroboh.


"Siapkan pesawat sekarang. Jika dia kehilangan sehelai kain atau lebih dari itu, aku akan membuat kalian membayarnya!"


Tanpa menunggu jawaban, Diego mengakhiri panggilan dari Ashan.



Kurang lebih seperti ini gambaran struktur perusahaan BIN Bank. Meski Bank Swasta, mereka tetap punya dewan direksi untuk menjaga kestabilan.


Naah, Ashan nih selain tangan kanan, juga Direktur Keuangan. Ini alasan Aishe bisa bongkar-bongkar data keuangan.


Sampai sini, semoga paham yaaaa 💋💋


Kalau engak, ya nikmatin saja ttsayy 🤭😁😁

__ADS_1


__ADS_2