
Selama dua hari Aishe mendapatkan perawatan dan perhatian extra dari sang suami. Kini, sudah waktunya dia pulang dan melanjutkan istirahatnya di rumah. Zehra, yang pada saat itu menjadi dokter kandungannya cukup memberikan banyak pesan pada Aishe. Termasuk jadwal olah raga mereka, juga memperhatikan waktu istirahat dan pola makannya.
Diego pun mendengar dengan jelas saat Zehra menyampaikan pesan, karena itu, dia menyuruh Bibi Nie untuk membuat banyak makanan sebun mereka pulang.
"Ini ada vitamin, jangan lupa di minum. Bulan depan Anda bisa kembali untuk pemeriksaan lanjutan. Anda juga bisa menghubungiku jika terjadi sesuatu," ucap Zehra sebelum mereka pergi meninggalkan kamar.
"Terima kasih, Dokter Zehra. Aku akan memperhatikannya dengan baik."
Mustafa dan Aishe pergi lebih dulu, didampingi Rehan yang mengemudi. Sedangkan Diego, pergi setengah jam kemudian dijemput oleh Ashan.
"Bagaimana perkembangan tentang ayah?" tanya Diego yang duduk di samping Ashan.
"Tuan Deniz? Kami belum menemukan petunjuk apa pun, Tuan."
"Suruh Emmil mencari di kota. Aku yakin, dia tidak pergi jauh." Dia harus menyelesaikan semua ini segera, sebelum Max menemukan Aishe dan anak kami.
Diego tertunduk untuk beberapa saat, dan larut dalam Dilema kepergian Deniz sejak 5 tahun terakhir. Benar, Deniz menghilang setelah berdebat dengan Max tentang jabatan Diego yang diambil alih.
Sebelum Deniz menghilang, dia sempat menjelaskan pada dewan direksi jika Max tidak pantas menduduki kursi presdir. Namun dia menghilang setelah berpamitan ingin pergi ke Inggris untuk mengambil bukti.
Sudah lima tahun, lewat beberapa bulan setelah Tuan Diego kecelakaan. Masalah dengan tuan Max tidak pernah ada habisnya.
__ADS_1
Ashan sesekali melirik tuannya yang tampak sedang berpikir keras. Bagaimana tidak, musuh sedang di depan mata mengintai dengan sangat jelas, tapi dia justru tidak bisa langsung membunuh musuh karena sumpahnya pada mendiang kakek dan ayahnya.
Hanya berselang sepuluh menit sejak mobil milik Rehan terparkir di halaman rumahnya. Diego yang duduk di kursi roda, masuk bersama dengan Ashan.
Aishe terlihat sedang duduk bercengkrama dengan Mustafa. Sesekali Rehan ikut menjawab jika Mustafa atau Aishe mengajukan pertanyaan.
"Die …." panggil Aishe.
"Kenapa malah duduk disini? Kamu belum makan apa pun dari pagi." Diego mendekat dengan kursi rodanya. "Bibi Nie belum selesai memasak?"
"Sudah selesai, tapi aku ingin makan denganmu!" Aishe bangkir berdiri, lalu membawa Diego pergi ke meja makan.
"Kalian tidak ingin makan?" ucap Diego pada kedua anak buahnya yang masih bengong. Membuat keduanya langsung beranjak mengikuti Diego menuju meja makan.
Diego membalik piring di hadapan Aishe, lalu membalik bersiap membalik piring di hadapannya. Namun sebelum ia membaliknya, Aishe menyela.
"Aku ingin makan sepiring denganmu!" ucapnya membuat Diego langsung menyingkirkan piringnya ke sisi samping.
"Kau lebih manja sekarang." Diego mulai mengambil beberapa hidangan di hadapannya, dan menaruhnya di piring yang dia taruh di tengah mereka.
__ADS_1
"Die …." Panggil Aishe sedikit berbisik. "Apa kau memberitahu Rehan tentang hubungan ku dengan ayah?"
"Tidak, aku tidak memberitahu siapapun," jawab Diego masih sibuk dengan makanan di piringnya.
"Wah! Bagaimana reaksinya jika dia tahu nanti?" Aishe masih berbisik, dengan sesekali menatap Ashan dan Rehan bergantian.
"Dia mungkin akan membully mu!" Diego menatap wajah sang istri, lalu sedikit menaikkan sudut bibirnya, seakan senang jika Rehan membully istrinya.
"Kamu membiarkannya?" Sungut Aishe.
Diego mengedikkan bahunya, "Paman Mustafa adalah guruku!"
"Dia ayahku! Dia pasti akan membelaku!" Aishe mengalihkan pandangannya ke depan, lalu bersandar di kursi seraya bersedekap tangan.
Sedangkan Diego justru terlihat puas dan tersenyum menatap sang istri.
Meski sedang kesal dengan jawaban Diego, Aishe tidak bisa menolak sendok berisikan makanan yang disodorkan Diego. Terlebih, pria itu sempat melirik perut Aishe. Seakan memberitahu pada istrinya, jika janinnya sedang lapar.
Kau menyebalkan, Die!
__ADS_1
Syudah pagi gesss ....
Jangan lupa kopinya 💋💋