Ranjang Tuan Lumpuh

Ranjang Tuan Lumpuh
Bab 187


__ADS_3

...Beautiful Wedding...


...bagian 3...


Guzel pada saat itu sedang membantu Mirey berganti pakaian di kamarnya, lantaran asisten Mirey sedang pergi untuk menjemput seseorang. Sedangkan Rubby tetap tinggal menemani Aishe yang baru selesai merias diri, duduk menikmati makan siangnya, juga ada Berd dan Sasha yang juga menikmati kudapan.


Suara pintu yang diketuk pelan tiba-tiba terdengar dari luar, membuat mereka semua saling menoleh memandang orang yang ada di dekat mereka. Sampai, suara Ashan terdengar menyapa Aishe dan meminta izin untuk masuk.


“Nyonya, apa saya boleh masuk? Ada hal yang ingin saya sampaikan.”


Aishe yang pada saat itu menatap Rubby langsung mengangguk, memberi Ashan izin untuk masuk ke dalam. Rubby hanya bisa menurut, dan langsung membuka pintu untuk Ashan yang sudah rapi dengan jas keabu-abuan.


Pria itu masuk sambil menggaruk pelipis yang sebenarnya tidak gatal, tapi hanya untuk menutupi wajah gugup, yang entah karena apa. Hingga akhirnya membuat Aishe yang sejak tadi penasaran dengan tingkah laku Tangan Kanan suaminya itu bertanya.


“Ada apa Ashan? Apa ada sesuatu yang mengganggumu?” tanyanya dengan lembut.


Mendengar suara lembut Nyonya Muda, wajah Ashan terlihat semakin gugup. Dia terlihat menarik napas panjangnya berapa kali, lalu membuangnya perlahan. Saat perasaan gugupnya perlahan memudar, ia kembali berjalan mendekati Aishe sambil merogoh saku jasnya mengambil sesuatu.


Rubby yang sejak tadi berdiri di samping Ashan, seketika persiap mengeluarkan alat kejut listrik, takut jika pria itu melakukan hal yang berbahaya, meski ia tahu siapa Ashan bagi Diego. Namun, saat ia melihat Ashan mengeluarkan sebuah kartu bank, Rubby langsung menyembunyikan alat kejut yang tadi sempat diambilnya dari dalam tas.


“Nyonya … emm ini. Hadiah pernikahan dari saya pribadi,” ucap Ashan sambil menyodorkan kartu dari BIN bank milik perusahaan suaminya.


“A-apa ini?” Aishe menerima kartu dari Tangan Kanan andalan sang suami, juga pria yang dulu sempat membantunya dalam banyak hal.


“Ha-hadiah, untuk Nyonya dan tuan.” Ashan mulai gugup lagi, dia bahkan menggaruk belakang kepalanya. “Saya, tidak tahu apa yang kalian butuhkan … jadi, hanya bisa memberi ini,” lanjutnya.

__ADS_1


Aishe berpikir sejenak. Melihat ekspresi Ashan yang sedikit gugup, ia berpikir jika pria itu mungkin punya maksud lain saat memberinya hadiah.


“Ashan,” panggil Aishe lembut, tapi dengan mata tajam bagai pedang bermata dua. Membuat Ashan seketika menengadah menatap Nyonya Mudanya. “Kamu … tidak sedang menyogokku kan?”


Dua mata kecoklatan khas pria turki milik Ashan membulat penuh. Pria yang sedang berdiri di depan Aishe itu jelas memiliki niat lain yang berhasil ditebak oleh Aishe.


“I-itu, Nyonya. Se-sebenarnya ….”Ashan berlutut di depan Aishe, lalu membisikkan sesuatu yang membuat mata Aishe membulat dengan mulut yang menganga.


“Oh My … Ashan … Are You Seriously?” tanya Aishe saat Ashan selesai membisikkan sesuatu.


“Tolong, bantu saya, Nyonya,” pintanya sungguh sungguh.


Berd dan Sasha yang duduk sedikit lebih jauh dari posisi Ashan duduk saja, bisa melihat kesungguhan yang tergambar dengan jelas di wajah pria itu, apa lagi Aishe? Namun wanita yang sudah merias wajahnya itu terdiam sedikit lebih lama. Tatapannya penuh keseriusan menatap Ashan, membuat pria itu semakin gugup dibuatnya.


Aishe menghela napas panjang, lalu menghembuskannya perlahan. “Baiklah!”


Satu sudut bibirnya terangkat, matanya menatap tajam, lalu dengan nada licik dia bertanya, “Benarkah?”


Apa aku salah bicara? Tatapan Nyonya … sama seperti tuan saat menyusun siasat licik. Ah, perasaanku mendadak tidak enak.


Ashan dengan sedikit gugup menjawab, “Eh itu … saya akan mengusahakannya.”


Aishe terkekeh pelan, lalu berkata dengan lembut, “Baiklah, kamu bisa keluar!”


Setelah Ashan melangkah pergi, Rubby yang memang suka penasaran pun langsung mendekat dan bertanya pada Aishe. “Nyonya, apa yang di katakan tuan Ashan pada Anda?”

__ADS_1


Namun keadaan tidak memihak pada rasa penasaran Rubby, lantaran Guzel dan Mirey masuk dan langsung membuat Aishe meletakkan jari telunjuknya di bibir, memberi kode pada Rubby untuk merahasiakan apa yang barusan terjadi.


“Dimana para pria itu? Sudah jam tiga, dan belum ada yang menjemput mempelai wanitanya!” keluh Mirey kesal dengan tangan yang sibuk memegang ponsel, hendak menghubungi seseorang.


Namun sebelum sambungan ponsel Mirey terhubung, Mustafa datang bersama dengan Rehan untuk menjemputnya. Kedatangan mereka berdua lantas membuat Mirey bernapas lega.


“Kamu sudah siap, Anakku?” tanya Mustafa dengan senyum bahagia.


Aishe menatap pria paruh baya yang terlihat tampan dengan jas hitam, sedang berjalan mendekat ke arahnya. Dia mengangguk, dengan dua garis bibir yang terangkat, memandangi Mustafa dan Rehan secara bergantian.


“Kau sangat tampan, Ayah,” ucap Aishe yang berusaha berdiri dibantu Guzel dan Rubby.


“Hanya dia?” sela Rehan terlihat kesal lantaran adik angkatnya itu tidak memujinya tampan seperti sang ayah.


Aishe mendengus sambil tersenyum, melihat sifat kakaknya yang mulai terlihat kekanak-kanakan, tidak seperti dulu. “Kau juga, Kak,” singkatnya.


Melihat Mustafa dan Rehan, entah mengapa ia mendadak rindu dengan sosok ayah dan ibunya. Hari pernikahan, seharusnya menjadi satu hari yang paling membahagiakan. Terutama moment saat sang ayah, mengantar dan menyerahkan putri perempuannya kepada mempelai laki-laki.


Kedua matanya sekelebat menjadi perih, seperti ada angin bercampur debu yang berhembus. Namun tak sampai membuat air matanya jatuh, lantaran ia dengan cepat bersyukur akan kehadiran Mustafa dan Rehan. Dia sepertinya juga tahu, tentang maksud Diego menyerahkan hak asuh pada Mustafa, karena dengan demikian, pria paruh baya yang juga paman Diego itu, bisa membawa istrinya saat acara pernikahan mereka.


Kau tahu Die. Aku sangat amat bersyukur tentang banyak hal. Terutama saat aku bertemu denganmu, juga orang-orang di pihakmu yang begitu baik. Sangat amat baik.


...☆TBC☆...


__ADS_1


Jempol jangan lupa digoyang, setelah ini kita lanjut lagi💋💋💋


__ADS_2