Ranjang Tuan Lumpuh

Ranjang Tuan Lumpuh
Bab 32


__ADS_3

Diego terkapar di brankar rumah sakit. Merasakan kedua kakinya yang berdenyut sakit. Dua orang tim medis telah memberinya pereda nyeri. Namun sudah lebih dari 20 menit belum juga ada perubahan.


Melihat tuannya merintih, Ashan semakin tidak sabar. Ia menarik baju salah satu tim medis dan berteriak lantang. "Dimana Dokter Ha! Suruh dia keluar sekarang juga!"


"Dok-dokter Ha sedang operasi."


"Tu-tuan, tenanglah. Ini rumah sakit," sela tim medis lain mencoba melerai.


"Kalian tau ini rumah sakit, tapi tidak segera memanggilkan dokter? Kau mau rumah sakit ini ditutup?"


Disaat mereka sedang berdebat, Dokter Ha berlari tergopoh-gopoh masuk ke dalam dan segera memeriksa kondisi Diego.


"Beri dia dosis lebih tinggi," seru Dokter Ha.


"Tapi, Dok. Pasien tidak akan kuat."


"Aku yang paling mengerti kondisi pasienku!" serunya lantang.


Setelah menyuntikkan pereda nyeri dengan dosis yang lebih tinggi, Diego sudah terlihat jauh lebih tenang. Dia bahkan sempat menutup mata selama beberapa menit.


"Kau memaksanya jalan lagi, Ashan?" tanya Dokter Ha.


"Ti-tidak. Tuan sendiri yang ingin melihat pria itu di gua. Aku hanya mengikuti perintah."


"Aku sudah memperingatkanmu sebelumnya. Jangan biarkan Tuan berdiri lebih dari 2 jam. Kau ingin dia kehilangan kemampuan berjalannya lagi?"


Ashan menelan salivanya kasar. Bagaimanapun, hari ini memang dia sudah lalai menjaga tuannya, karena itu, ia pun rela menjadi sasaran amukan Dokter Ha. Namun tiba-tiba, Ashan mendapatkan pembelaan.

__ADS_1


"Jangan marahi dia. Aku sendiri yang ingin melihat kesana." Diego bangkit dari tidurnya.


Jawaban Diego jelas membuat dokter Ha menghela napas panjang. Meski dia sudah bersusah payah membuat Diego bisa berdiri dan berjalan, dia akan tetap kalah dengan keegoisan pasiennya sendiri. Terlebih, jika pasiennya cukup berkuasa atas hidup dan karirnya.


"Kamu sendiri sebagai dokter, tidak bisa kompeten. Kapan kakiku bisa berdiri normal?"


"Tuan, Anda hanya perlu menjalani satu kali operasi lagi, tapi …." Dokter Ha menunduk untuk beberapa saat.


"Itu tidak bisa di lakukan dalam waktu dekat. Setidaknya 1 tahun lagi," lanjutnya menatap Diego.


Lima tahun, merupakan waktu yang singkat untuk membuat seseorang yang hampir lumpuh sepenuhnya, dapat kembali menggerakan tangan dan tubuhnya lagi. Serta, 2 tahun penuh perjuangan yang akhirnya membuat pria bernama Diego itu kembali berdiri dan berjalan selama dua jam.


Sungguh kemajuan yang hebat. Sampai Dokter Ha sendiri bingung. Hal apa kiranya yang mendorong pria itu pulih dengan cepat? Mungkinkah, dendam yang membara?



Hari ini, tepat sepuluh hari sejak Diego dibawa ke rumah sakit. Meski kakinya sempat sakit, itu semua tidak menjadi penghalang untuk aktifitasnya sehari-hari. Termasuk, kembali ke kantor meski dengan kursi rodanya.


"Bagaimana perkembangannya?" tanya Diego yang tiba-tiba bertanya pada Ashan.


"Sesuai dengan yang kita inginkan, Tuan. Dia mulai mencari selisih dana."


Diego sedikit terkejut, tetapi raut wajahnya masih terlihat tenang. "Bagus. Dia cukup teliti rupanya."


Ketika membahas kinerja Aishe, Diego tiba-tiba teringat sesuatu. Sudah berhari-hari berlalu sejak Farhan menandatangani perjanjian hutang dengan BIN.


"Pria itu, bagaimana?"

__ADS_1


"Maksud Anda, tunangan Nona Aishe?"


"Mantan!" pekik Diego tiba-tiba. "Dia hanya mantan! Kau tau kan apa arti kata mantan?" lanjutnya sinis.


Melihat respom Diego, Ashan dengan hati-hati menaikkan dua sudut bibirnya. "Sa-saya tau, Tuan."


"Menurut info dari Rehan. Garam yang kita tabur sudah memancing beberapa ular keluar dari sarangnya. Mungkin, sebentar lagi akan mencari target."


"Bagus, jangan lupa rekam setiap detiknya dan biarkan dia melihat."


"Baik, Tuan."


Ashan --


Tuan sekarang jauh berbeda dari yang dulu. Dia dulu sangat periang, selalu menebar senyum, dan baik hati. Sifat seperti itulah yang akhirnya bisa meluluhkan hati Nona Lyra.


Namun setelah pamannya kembali. Perang kekuasaan pun dimulai. Sifatnya sedikit demi sedikit berubah. Terutama, saat dia kehilangan Nona Lyra dalam kecelakaan.


Aahh ….


Harapanku sekarang tidak banyak. Hanya ingin perang panas ini segera berakhir dan tuan bahagia. Semoga saja, Nona Aishe mampu merontokkan bongkahan es di hati tuan.


...☆TBC☆...



Happy Eid Fitr 1443 H, bagi seluruh umat muslim. 😊

__ADS_1


Othor cuma mau mengingatkan, Votenya jangan sampai lupa 🤭😁😁


__ADS_2