Ranjang Tuan Lumpuh

Ranjang Tuan Lumpuh
Bab 42


__ADS_3

"Padahal kamu bisa meminjam tangan orang ku. Mereka semua kebal hukum."


Perkataan Diego membuat Aishe tiba-tiba tersadar. "Ah, benar! Tapi itu akan merepotkan Anda nanti!"


"Sudah begini masih bisa berkata merepotkan? Lalu kamu mau bagaimana?"


Aishe menghela napas panjang. Dadanya tiba-tiba terasa sesak, ketika membayangkan semua rencananya berubah. Kini, dia hampir seperti wanita idiot yang tidak mampu bertindak meski ada ular yang menggigit kakinya.


"Penggelapan pajak, korupsi, penipuan kontrak. Saya pikir, dengan semua bukti-bukti itu cukup untuk membuatnya masuk penjara." Aishe memandang jauh ke depan dengan tatapan nanar.


"Tapi saya terlalu lugu. Penjara saja tidak cukup untuk membuatnya menderita. Setidaknya, dia masih bisa menghitung setiap hari dimana dia akan bebas nanti. Sedangkan saya?"


"Tidak pernah tahu kapan ada seseorang yang lewat dan menolong saya. Saat itu …." Mata Aishe berkaca-kaca, memori tentang perjuangannya untuk hidup tiba-tiba saja terlintas.


Diego mengulurkan jemarinya dan menyeka air mata yang sempat jatuh menetes membasahi pipinya. "Serahkan dokumen itu ke Ashan besok pagi," ucap Diego.


"Tuan, penjara saja tidak akan cukup untuk dia!"Aishe sedikit berteriak. Namun Diego dengan sabar mencoba menenangkannya dengan tatapan lembut. Sangat lembut hingga gadis itu tidak sadar jika emosinya telah mereda.


"Tenang saja. Aku akan membuatnya tinggal di penjara yang tidak akan pernah dia lupakan meski sudah bebas nanti."


Perkataan Diego jelas membuat Aishe bertanya-tanya. Penjara seperti apa itu? Namun bukannya bertanya, dia justru menyimpan segala rasa penasarannya dalam hati. Ada rasa percaya, yang tiba-tiba membuatnya diam dan menyerahkan seluruh rasa sakit hatinya pada Diego.


__ADS_1


Keesokan harinya ketika Aishe kembali bekerja. Dia mendatangi Ashan dengan setumpuk berkas. Ashan sempat berpikir, bahwa dia tidak memberi gadis itu pekerjaan yang banyak akhir-akhir ini. Namun saat Aishe mulai berkat maksud dan tujuannya, barulah dia mengerti, bahwa bendera perang sudah berkibar.


"Akhirnya kamu menyerahkan ini semua," ucap Ashan.


"Aku tidak yakin pada awalnya, tapi Tuan Diego memberi tahu, bahwa ada penjara yang tidak akan bisa terlupakan oleh mantan napi."


Jawaban Aishe membuat Ashan berkedip beberapa kali dengan tatapan kosong. Pikirannya melayang jauh, menerka sebuah jawaban yang terlintas tentang penjara yang Aishe maksud.


Apa tuan akan membawa Farhan ke sana?


"Kamu tenang saja. Jika Tuan sudah berkata seperti itu, maka dia akan menepati janjinya. Tuan akan membawa mantan tunanganmu ke dasar neraka tanpa batas!"


Benar, neraka tanpa batas yang bisa dia ciptakan untuk semua musuh-musuhnya.


Setelah Aishe kembali duduk di kursinya dan fokus dengan pekerjaan. Ashan pergi ke ruangan Diego untuk melapor. Belum sempat dia mengetuk pintu, Diego sudah memanggilnya.


"Benar. Selanjutnya, apa perintah Anda, Tuan?"


"Bawa saja semua dokumen itu ke dia. Lagi pula, penjara yang ada di selatan juga banyak yang kosong. Tidak ada salahnya juga membantu pemerintah untuk menampung beberapa narapidana kan?"


Ayolah, itu hanya alasan klasik Anda.


Ashan tersenyum dan mengangguk. Samar-samar, pria itu memperhatian aura Diego yang jauh berubah sejak lima tahun terakhir. Meski tempramennya masih seperti dulu, setidaknya, dia bisa melihat senyum senang juga puas dari wajah tuannya.

__ADS_1


"Setelah itu, bagaimana dengan kontrak Halley? Apa Anda akan memberi mereka tempo?"


"Kamu sendiri yang sudah mengatur Halley, kenapa tanya aku?" Mood Diego kembali berubah, merasakan ketidak pekaan salah satu tangan kanan andalannya.


Jelas-jelas, Ashan sendiri sudah merancang agar Halley tidak bisa membayang hutangnya dan menyita seluruh aset. Namun kenapa, sekarang dia sendiri ragu?


"Uang yang di bawa Farhan bukan uang dari perusahaan, tapi itu keluar dari kantong pribadiku. Aku hanya meminjam nama BIN untuk menyegelnya. Selanjutnya, kamu sudah tau harus apa kan?" Diego menatap Ashan yang terlihat kebingungan.


"Baik, kalau begitu saya akan mengaturnya mulai sekarang."


"Ganti semuanya atas nama dia!"


"Tu-tuan, Anda tidak salah? Itu senilai 50 juta Lira!" Ashan terkejut tidak percaya.


"Kenapa, kau meragukan keputusanku?"


"Tidak, Tuan"


"Bagus! Sekarang pergi dan selesaikan itu. Menurut data yang dibawa Aishe. Halley tidak akan bisa bertahan dalam waktu setengah sampai satu tahun."


"Mengerti, Tuan."


__ADS_1


Tengah malam update demi siapa kalau bukan para readers tercinta 💋


Jadi jangan lupa Likenya, Vote dan juha Hadiahnya 💋


__ADS_2