Ranjang Tuan Lumpuh

Ranjang Tuan Lumpuh
Bab 152


__ADS_3

Aishe memalingkan wajahnya, tapi Diego dengan cepat meraih dagu dan membuat sang istri menoleh ke arahnya.


"Tapi aku tidak!"


Sorot mata sang suami terlihat begitu serius. Pengucapan kata demi kata seperti ditekan dengan nada berapi-api. Memang, Diego tidak sedang bercanda untuk hal yang berhubungan dengan Aishe.


"Em, aku tahu!" Aishe menarik dua sudut bibirnya, seraya membelai rahang yang ditumbuhi bulu-bulu tipis yang baru dicukur kasar beberapa hari yang lalu.


"Tapi, aku sudah sangat bersyukur telah memiliki dirimu. Setidaknya, itu secara resmi. Jadi untuk apa resepsi?"


"Tapi aku menginginkanmu. Aku ingin semua orang tahu, jika istriku sangat cantik!" Diego meraih tengkuk leher Aishe, mendorongnya sedikit agar ia dapat meraih bibir sang istri dan mengecapnya secara leluasa.


"Kau memang keras kepala, Die!" ucap Aishe lirih ketika Diego melepaskan kecupannya.


Bukannya menjawab, Diego justru menggoda Aishe dengan menaikkan satu sudut alisnya dan menyeringai. Lalu, ia kembali meraih bibir yang beberapa hari ini tidak ia jamah.


Napas hangat perlahan masuk ke dalam peredaran darah dan sebagian lagi membaur bersama suhu ruangan yang sedikit rendah. Ciuman Diego, selalu bisa membuat Aishe dimabuk kepayang. Sedangkan ciuman Aishe selalu bisa membuat gairah pria itu tersulut.


Namun sebelum semuanya menjadi terlanjur, Aishe lebih dulu mendorong tubuh Diego. "Hentikan! Ini rumah sakit!" ucapnya lirih dengan wajah yang sudah merona merah.


"Sebenarnya aku tidak masalah dengan itu!" Goda Diego tanpa mau peduli jika mereka sekarang berada di rumah sakit.

__ADS_1


Dia bahkan tanpa malu-malu menggerayangi tubuh Aishe, dan sudah memasukkan tangan nakalnya ke dalam tubuh sang istri. Hendak meraih salah satu dari dua buah berkulit putih dengan kemucuk peach yang sangat amat menggoda. Namun dengan cepat tangan itu ditepis oleh Aishe.


"Sudah cukup! Ayo makan!" Aishe mencoba mengalihkan dengan mengajak Diego menikmati makan malam yang sudah tersaji. Yeah, meski sebenarnya ini belum waktunya makan malam, tapi Diego masih belum makan apa pun sejak pertarungan sengit dengan Max.


Aishe bangkit berdiri, lalu mengambil overbed table dan mendorongnya ke sisi Diego. Lalu dengan penuh perhatian mulai menyiapkan beberapa hidangan, serta jus segar.


Melihat Aishe begitu penuh perhatian dan cekatan, Diego mendadak teringat saat Aishe masih menjadi asisten pribadinya beberapa bulan yang lalu. Gadis itu harus bangun sangat pagi, menyiapkan sarapan, bersih-bersih, juga menyiapkan pakaian untuk dirinya.


Sungguh, waktu terasa begitu cepat berlalu bagi Diego. Dia tidak menyangka, jika mereka akan berakhir dengan saling jatuh cinta, bahkan menikah dan akan segera memiliki seorang anak.


"Kenapa malah bengong? Ayo makan!" ucap Aishe saat melihat Diego memandangnya dengan nanar sambil tersenyum.


"Apa itu?"


Satu sudut bibir Diego meninggi, menatap wajah sang istrii penuh rasa penasaran, entah kenapa ia justru sangat senang. Namun Diego enggan memberitahu alasannya pada Aishe, dan mengalihkan pembicaraan ke arah hal yang lain.


"Apa kamu menggoda Ashan hari ini?" tanyanya tanpa menatap Aishe dan justru menyantap makan malamnya dengan santai.


"Me– apa? Menggoda?" Nada Aishe terdengar sedikit meninggi, penuh dengan tekanan emosi.


"Ashan mengadu padamu?" lanjutnya masih menggerutu.

__ADS_1


"Aku cuma mencegah dia membantu Guzel mengganti baju! Menggoda apa! Sialan!"


Umpatan Aishe justru membuat Diego tersedak. Bagaimana tidak, dia sempat berpikir hal lain saat Ashan mengadu. Rupa-rupanya, semua karena nomor lotre yang selisih satu angka di belakangnya.


Pantas saja dia mengeluh padaku.


"Kenapa kamu malah tersedak!" Aishe buru-buru menyodorkan segelas air dan membantu Diego melonggarkan tenggorokannya yang sempat tercekat.



Sedangkan di sisi lain. Ashan yang jengkel karena tidak dibela teman-temannya, terlihat kembali masuk ke ruangan Guzel. Namun saat dia baru saja membuka pintu, tiba-tiba hidungnya terasa gatal, hingga dia bersin beberapa kali.


Siapa yang sedang mengumpatku? Jangan-jangan anak buah Tuan Diego? Pria pria itu … dasar jomblo-man!


...☆TBC☆...



Jadi gimana?


Mau di lanjut sampe mana nih?? 😏😏

__ADS_1


__ADS_2