Ranjang Tuan Lumpuh

Ranjang Tuan Lumpuh
Bab 139


__ADS_3

Dua orang masih berdebat, memperebutkan status 'siapa yang lebih tinggi' diantara mereka berdua, untuk mengakui Aishe. 


"Aku ayah mertuanya. Aku lebih tua darimu!" seru Deniz lantang, dia bahkan berdiri dan menunjuk-nunjuk dirinya untuk mempertegas ucapannya.


"Oh, kau bawa-bawa umur? Aku kakak iparmu, kau paham!" Mustafa pun tidak mau mengalah, masih saja berdebat dengan Deniz.


"Kau sahabat laknat! Bisa-bisanya menikahi kakak sahabat sendiri!" seru Deniz menunjuk Mustafa dengan wajah kesal.


"Entah, sihir apa yang kau pakai untuk menggoda kakakku! Bisa-bisanya dia merayu ayah untuk meminangmu." lanjut Deniz sambil berkacak pinggang.


Mustafa langsung bangkit berdiri setelah mendengarnya, lalu dengan lantang berkata, "Kenapa? Leyla mencintaiku karena aku tampan!"


Mendengar perdebatan konyol kedua orang tua itu, Aishe yang duduk di kursi roda hanya bisa memijat keningnya. Kesal dan jengkel, mungkin seperti itulah yang tergambar. Dia bangkit berdiri sekali lagi dan menghentikan dua pria tua yang mulai saling mencengkram kerah baju, dengan tangan yang mengepal ingin mendaratkan tinjunya.


"Apa kalian tidak bisa berhenti? Bisakah kita kembali ke topik masalah?" Seru Aishe dengan suara lantang, yang langsung membuat dua orang itu menurunkan tangannya. 


Dua orang tua ini …. Sekarang aku tau, dari mana sifat keras kepala yang dimiliki Diego dan Rehan.


Aishe duduk lebih dulu, lalu disusul oleh mereka berdua yang kembali duduk di tempat duduknya semula.


"Jadi, hubungan kalian adalah kakak dan adik ipar?" tanya Aishe menatap kedua pria tua itu secara bergantian.


"Aku tidak mengakuinya!" seru Deniz membuang muka, enggan menatap Mustafa. 

__ADS_1


"Siapa juga yang mau mendapatkan pengakuan darimu? Dasar orang tua idiot!" Mustafa sendiri begitu gigih, tidak mau mengalah.


"Bisakah kalian berdamai sebentar saja?" Oh astaga! Aku menyiapkan hatiku saat mengetahui jika pria ini adalah mertuaku. Tapi apa yang terjadi? Aku justru berteriak padanya seperti ini.


Aishe menghela napas kasar, bahkan menutup wajah dengan kedua tangannya. Situasi ini, benar-benar membuatnya ingin durhaka dan menyumpal mulut mereka.


Setelah suasana sedikit tenang, dan mereka bertiga mulai bisa mengontrol emosi. Aishe kembali mengangkat kepalanya dan menatap mereka berdua secara bergantian.


"Rehan dan Diego itu saudara, tapi kenapa Rehan memanggil Diego tuan? Ayah juga membiarkannya?" 


"Karena dia ingin membalaskan dendamnya pada Max. Jadi dia memilih untuk menutupi nama belakangnya di hadapan anak buah Diego yang lain." Jelas Mustafa yang mulai terlihat serius saat menjelaskan pada Aishe.


"Apa Emmil, Ashan, Eraz … juga tidak mengetahuinya? Bagaimana dengan bibi Nie?" 


Aishe kembali menarik napas panjang. Dia sendiri tidak mengira, jika hubungan orang kaya akan serumit ini.


"Dendam apa, yang membuat dia menyembunyikan identitasnya?" 


Mustafa dan Deniz kompak saling memandang untuk beberapa saat. Seperti ada beban berat, yang tidak bisa diucapkan oleh kedua orang itu.


"Karena Max … membunuh Leyla, ibu Rehan." 


Degh!

__ADS_1


Aishe tertegun hingga tidak bisa berkata apa pun. Sangking terkejutnya, dadanya bahkan terasa sesak, napasnya juga menjadi berat. Sehingga ia perlu membuka bibir kecil itu agar bisa mengeluarkan helaan napasnya.


"Ba-bagaimana bisa?" 


"Dia ingin membunuhku, tapi kakak … dia menyelamatkanku," sela Deniz sembari tertunduk lesu.


Bukan hanya Deniz, bahkan Mustafa juga tertunduk. Kejadian 10 tahun lalu seakan menjadi pukulan terbesar bagi keduanya. 


"Lantas kenapa kalian tidak membuatnya jera? Kenapa kalian tidak membunuhnya? Masih harus menunggu sampai jatuh berapa korban lagi? Apa kalian menunggu giliran anak-anak kalian?" 


Keduanya langsung menengadah, menatap Aishe dengan sorot mata tajam. Perkataan Aishe memang ada benarnya, tetapi ada hal yang tidak dimengerti gadis itu.


"Kita sudah terlanjur bersumpah, untuk tidak saling membunuh hanya karena kekuasaan, dan cinta." 


Aishe kembali bangkit dari kursinya dengan wajah yang memerah geram. Bagaimana tidak, musuh sudah berkali kali menunjukkan taring, bahkan menewaskan nyawa orang lain, tapi mereka justru terbelenggu oleh sumpah ... yang menurutnya konyol.


"Kalau begitu akhiri semua ini demi penerus kalian! Demi anak dan cucu kalian!" 


Mereka berdua dengan kompak terperangah, menatap Aishe. Ucapan gadis itu dirasa sangat benar. Aishe hamil, dan yang di dalamnya adalah penerus BIN generasi keempat. Kini, sudah saatnya bagi mereka untuk bertindak pada Max.



...☆TBC☆...

__ADS_1


Dua bab dulu untuk hari ini. Othor mau nemenin yayang ke Dokter. Kalau sempet tambah 1 lagi agak maleman, gak janji tapi yak 🤣🤣


__ADS_2