
Aishe –
Pernah berkata pada diri sendiri untuk tidak jatuh cinta padanya, tetapi aku gagal. Perasaanku sepertinya sudah dibuat melambung jauh ke atas tanpa kusadari. Aishe, oh Aishe. Dia pria licik, jika perasaanmu terus melambung, maka kau harus menyiapkan mental ketika di hempaskan. Menyiapkan diri ketika hatimu kembali patah.
Ting.
Bunyi lift membuyarkan pikiran Aishe. Dia hanya sempat memandang pria itu sejenak, mencoba mencari kesungguhan dalam matanya. Namun belum sempat ia menemukannya, dia sudah mengalihkan pandangan matanya.
"A-ayo, Tuan," ajak Aishe yang kemudian membantu Diego mendorong kursi roda.
Sebuah mobil sedan hitam sudah terparkir di depan pintu lift yang ada di basement lantai lima. Ashan terlihat berdiri di samping pintu, dan langsung membukanya begitu melihat pintu lift terbuka.
Alpek, salah satu restoran yang ada di Grand Bazaar Turki, dengan pemandangan langsung mengarah ke selat Bosphorus. Tempat ini berada di rooftop yang berada di lantai sepuluh, sehingga bisa menikmati pemandangan indah yang ada di bawahnya. Selain pemandangannya yang indah, Alpek juga memiliki sajian yang cukup lezat, terutama sajian seafood dan mocktail.
Tak khayal, restoran ini menjadi salah satu tempat yang sering Diego sewa untuk sekedar menikmati makan malamnya. Seperti pada saat ini.
"Pesan apapun yang kau inginkan," ucap Diego begitu mereka duduk di kursi.
__ADS_1
"Benarkah? Apapun yang saya mau?"
Diego mengangguk seakan tidak keberatan dengan apapun yang Aishe inginkan. Bahkan jika dia memesan semua menu atau bahkan wine yang mereka punya. Namun Aishe juga bukan wanita yang serakah, dia cukup tau kapasitas perutnya.
Sembari menunggu hidangan pembuka, appetizer di sediakan lebih dulu. Kabak mücveri, Ini adalah hidangan pembuka yang dibuat dengan campuran zucchini yang telah diparut, tepung, dan telur. Sedangkan untuk perasanya menggunakan bahan-bahan seperti keju turki putih, bawang, peterseli, dill, atau mint.
Selain itu juga ada Mai Tai, begitulah nama ini disebut. Cocktail ringan dengan campuran Jamaican Aged Rum, Aged Cahcaca, Curacao, Lime, Orgeat, dan House Rock Candy Syrup. Menjadi perpaduan pas sebagai menu pembuka beralkohol ringan dan segar.
Suasana terlihat hening, hanya lampu jalanan yang menunjukkan kegemerlapannya di tengah malam, bersama dengan bulan yang bersinar. Musik akustik yang diputar, dengan suasana penuh romansa, seakan membius mereka yang sedang duduk berhadap-hadapan.
"Wanita itu bernama Malva. Adik dari seseorang yang aku kenal." Diego menatap Aishe, tetapi gadis itu enggan menatapnya. Dia lebih suka mengaduk-aduk cocktail yang ada di hadapannya.
"Kenapa Anda menjelaskan ini padaku, Tuan?"
"Karena …." Diego menyentuh ujung dagu Aishe, dan membuatnya mendongak menatap kedua matanya. "Karena mereka boleh salah paham padaku, tetapi kamu tidak!"
Aishe fokus menatap Diego dengan tanda tanya besar di kepalanya. Pikirannya terus menebak, hal apa yang membuat dia tidak boleh salah paham? Dan kenapa begitu?
__ADS_1
Dia ingin bertanya, tetapi sebelum dia menemukan jawabannya, seorang pelayan datang mengantarkan menu utama. Dua porsi steak yang dimasak dengan tingkat kematangan 80 persen, lengkap dengan Cheval Blanc Wine tahun 1947 pilihan Diego.
Melihat kedua hidangan, membuat Aishe lupa tentang hal yang ingin dia tanyakan. Ia justru fokus menikmati steak yang dia pesan, juga meneguk wine pilihan Diego yang sangat enak. Hingga, dia tidak sadar telah menghabiskan hampir setengah botol dan akhirnya mabuk.
Ashan yang mengikuti Diego, lagi-lagi harus menggotong Aishe kembali ke mobil. Namun saat sampai di rumah, Diegolah yang membopong gadis itu sampai ke kamar. Bahkan, ia membaringkan tubuhnya ke kasur, lalu melepas sepatu, menggantikan baju, dan menyeka wajahnya.
Kenapa kamu sulit mengerti maksudku?
Dasar pencuri kecil bodoh!
Nih yang nungguin bab selanjutnya.
Jangan lupa kirimin Vote, atau secangkir kopi boleh deh buat temen begadang 🤣
Follow IG othor juga ya.
IG : Kaykha_kay
__ADS_1