
Empat bulan berlalu tanpa terasa, sejak acara pernikahan Aishe dan Diego yang digelar cukup meriah pada akhir bulan April. Media cetak maupun online masih terus membicarakan pernikahan mereka, bahkan tak sedikit yang juga membicarakan tentang kabar kehamilan Aishe yang di umumkan ke publik sebulan setelahnya.
Pengumuman kehamilan istri dari pewaris ke-3 BIN Bank tentu saja menggemparkan publik. Terlebih, mereka baru saja melangsungkan resepsi satu bulan sebelumnya. Banyak orang seakan lupa, bahwa Diego sudah mendaftarkan pernikahan mereka di catatan sipil sepuluh bulan lalu. Tak heran, jika beberapa orang yang menyukai pasangan ini membela terang-terangan saat Aishe mendapat tuduhan telah hamil di luar pernikahan.
Bulan itu, Diego serta Rehan bekerja keras untuk menutup kolom komentar negatif tentang Aishe agar dia tidak melihat nya. Namun entah bagaimana caranya, komentar-komentar penuh cacian itu sampai di telinganya.
Membaca komentar-komentar itu, Aishe bukannya sedih, tertekan, atau bahkan marah. Die justru tertawa terbahak-bahak pada saat itu. Sehingga membuat Emine yang sudah dekat dengan Aishe itu terheran-heran. Bahkan Diego dan Rehan yang mendengar cerita Emine pun tak percaya. Hingga, Aishe memberi mereka alasan dengan beberapa patah kata.
“Ini memang lucu. Membaca komentar komentar mereka yang tidak mengetahui faktanya, tapi mereka bertindak seperti cenayang yang mengetahui sesuatu tanpa melihat faktanya.”
Beberapa patah kata itu akhirnya bisa membuat kedua pria itu menghela napas lega. Terutama Diego, yang kini merasakan perubahan besar dalam diri sang istri. Benar, sejak Aishe bersama Diego, sikap dan juga pemikirannya perlahan berubah. Dia sekarang, bahkan lebih mendominasi dengan sang suami.
“Persiapannya sudah selesai, Tuan.” Ashan melapor pada Diego yang pada saat itu duduk di kursi kekuasaannya di kantor.
“Kau harus memastikan semuanya, Ashan! Aku tidak mau ada kesalahan kali ini, mengerti?” tegas Diego memberi Ashan peringatan.
“Mengerti, Tuan.”
Ashan sudah bersiap-siap pergi meninggalkan ruangan pada saat itu. Namun Diego memanggilnya. Dia bahkan menyuruh Ashan untuk mendekat agar dia bisa membisikkan sesuatu.
__ADS_1
“.... Mengerti?” tanya Diego setelah membisikan sesuatu pada Ashan.
“Baik, Tuan.”
Benar. Sejak pernikahan mereka, Emine menetap di Istanbul sambil melancarkan misinya untuk menarik hati Rehan. Sejak saat itu pula, Emine menjadi dekat dengan Aishe. Bahkan gadis itu tidak merasa sungkan saat mengadu tentang sikap Rehan pada Aishe.
Tindakan Emine itu jelas membuat Diego sedikit kesusahan saat menghubungi sang istri. Apalagi saat Emine yang sering tiba-tiba mengajak sang istri berbelanja atau makan malam di luar. Diego sendiri bukan tidak bisa mencegah Emine, tetapi sang istri sendiri juga senang menghabiskan waktu dengan teman masa kecilnya.
“Hah!” Hela napas Diego terdengar berat jika mengingat banyaknya waktu yang dihabiskan dua wanita itu. Hingga dia sendiri tidak sempat kebagian selain malam hari saat mereka tidur. Dan itupun tidak berlaku jika Emine datang tengah malam dengan kondisi mabuk untuk mengeluh tentang Rehan lagi.
Anggap saja aku menjadi Biro Jodoh untuk kalian kali ini. Demi diriku sendiri juga tentunya.
“Nyonya, Nyonya!” panggil pria itu terdengar sedikit panik dan gugup.
“Kenapa? Ada apa? Kenapa kau terdengar gelisah?” Aishe pun menyadari suara Ashan yang terdengar gugup.
“Nyonya, datanglah ke kantor. Tolong saya,” mohon Ashan dengan nada sedikit pilu.
“Ashan, tenanglah! Katakan dengan jelas padaku apa yang terjadi.” Aishe mencoba mencoba menenangkan Ashan yang terdengar panik.
__ADS_1
“Tuan, Nyonya. Saya ingin merencanakan pernikahan dan meminta pendapat darinya. Tapi … Tuan Diego bilang ideku terdengar konyol. Kami sempat berdebat sesaat, tapi … tapi … tuan tiba-tiba ingin memecatku!” jelas Ashan yang pura-pura menangis.
“Apa? Hanya karena itu dia memecatmu?”
“I-iya, Nyonya.”
Aishe sempat menghela napas kasar, sebelum akhirnya ia menenangkan Ashan dan berjanji akan menghubungi Diego. Akan tetapi Ashan berkelit dengan cepat. Beralasan rapat dan ponsel Diego dimatikan, Ashan akhirnya berhasil membuat Aishe berjanji untuk datang menemui Digo.
Tugas pertama Ashan sudah selesai. Sekarang, tinggal memastikan Rehan dan Emine agar mereka berdua tidak mengganggu acara kejutan yang disiapkan Diego.
“VUE Bar? Untuk apa Diego mengajak kita bertemu disana?” tanya Rehan saat dihubungi oleh Ashan.
“Entahlah, mungkin sekedar ingin minum.”
Setelah memastikan Rehan pergi, kini giliran Emine yang sedikit susah dibujuk. Namun Ashan tidak kekurangan akal, nama Rehan selalu bisa membuat Emine bersedia datang tanpa banyak pertanyaan.
“Dua orang pengacau, sudah selesai diatasi. Kini giliran Anda, Tuan!”
...☆TBC☆...
__ADS_1
Sebelum pindah bab jempol jangan lupa di goyang😚😚