
Asap ledakan mengepul memenuhi ruangan, bercampur dengan asap dari reruntuhan bangunan. Hampir setengah dari gedung itu luluh lantah, darah tercecer di lantai, entah milik siapa. Api mulai menyambar, membakar kain yang menjuntai sisa dari dekorasi.
Teriakan Diego memekik, memanggil nama Aishe dengan lantang. Seolah tidak peduli apa pun yang terjadi, ia menerobos di antara kepulan asap yang masih memenuhi ruangan, segera mencari sang istri.
Namun belum sempat ia menemukan Aishe, suara tawa seseorang terdengar begitu nyaring. Suara berat khas seorang pria yang tak asing di telinga semua orang. Diego berhenti sesaat, melihat sekeliling mencari sumber suara.
"Kau menyukai hadiah dariku, keponakanku tersayang?"
Suaranya menggema dan nyaring, terdengar bersamaan dengan dengungan. Bisa ditebak, jika itu hanya sebuah rekaman suara saja, Max tidak benar-benar ada di sini.
"Max! Kau sialan!"
Tidak ada waktu bagi Diego untuk terus mengumpat, yang paling penting baginya sekarang hanya menemukan Aishe. Dia kembali melangkah dengan hati-hati, sesekali berteriak memanggil nama sang kekasih yang entah berada dimana. Suara Ashan juga tidak kalah nyaring dari tuannya, beberapa terdengar dia memanggil nama Guzel.
Asap yang tadi mengepul, perlahan mulai menipis, membuat penglihatan mereka mulai membaik. Baru sebentar Diego melangkah, samar-samar dia mendengar suara Aishe.
"Die …." Suaranya begitu lirih, hampir tidak bisa ia dengar dengan jelas.
"Disini, mereka disini!" Teriak Mustafa dan Rehan yang lebih dulu menemukan mereka.
Diego dan Ashan yang kebetulan berjalan beriringan buru-buru mendekat. Melihat istrinya terbaring di lantai dengan Guzel berada di atasnya, hatinya sedikit terkoyak. Ingin marah tapi tidak ada waktu.
__ADS_1
"Guzel! Guzel!" Ashan buru-buru membantu Mustafa dan Rehan menyingkirkan bongkahan bangunan yang runtuh menutupi sebagian tubuh Guzel.
"Tuan, segera tarik Nyonya!" seru Guzel dengan suara serak karena menghirup banyak asap. "Kaki saya, kaki saya menindih kaki Nyonya!"
Diego buru-buru meraih tangan sang istri, lalu menariknya dengan hati-hati. Tepat pada saat itu, beban di tubuh Guzel sudah sepenuhnya disingkirkan oleh Mustafa, Rehan, dan Ashan.
Melihat Aishe masih bernapas, Diego sudah cukup bersyukur. Ia segera memeluk tubuh Aishe, bahkan beberapa kali mengecup keningnya.
Sedangkan Ashan, ia memutar tubuh Guzel, menelisik sekujur tubuh wanita itu yang hanya mengalami luka lecet.
"Syukurlah, kau baik-baik saja." Ashan menarik tangan Guzel, hingga wanita itu jatuh dalam dekapannya.
"Ibu?" Guzel buru-buru mendorong tubuh Ashan, lalu berteriak sambil mencari sang ibu.
Namun sayangnya, Bibi Nie tidak selamat dalam insiden ini. Sebagian tubuhnya hancur lantaran ledakan bom.
"IBU! IBU!" Sambil berteriak, Guzel menghampiri Bibi Nie yang terkapar tak bernyawa, lalu memeluk tubuh Bibi Nie yang kedua kakinya sudah tidak utuh.
Teriakannya begitu pilu, sangat pilu hingga membuat mereka semua meneteskan air mata, termasuk Diego yang sejak kecil bersama Bibi Nie.
"AAAA … IBU, IBUKU!"
__ADS_1
Teriakan Guzel membuat Aishe ingin menoleh, tetapi Diego dengan cepat mendekap kepala Aishe, tidak membiarkan ia melihat tubuh bagian Bibi Nie yang hancur
"Jangan dilihat! Bibi Nie sudah pergi, Ishe. Dia pergi!" ucap Diego terdengar sangat berat, seperti menahan segala duka yang sebenarnya ingin ia teriakkan dengan lantang.
Kita baru saja tertawa bersama, aku baru saja merasakan keluarga yang lengkap. Bagaimana bisa? Bagaimana bisa terenggut lagi?
"Bibi Nie … pergi?" sahut Aishe tak percaya. "Die, Bibi Nie sangat baik padaku. Kenapa? Siapa yang melakukan ini?" Aishe mencengkram kemeja biru yang dipakai Diego.
"Jangan khawatir! Aku akan membunuhnya!" Diego beberapa kali mengecup kepala Aishe yang ia sembunyikan dalam dekapannya. Mata bagai elang itu menatap tajam, melihat Guzel memeluk tubuh Bibi Nie dengan sangat erat.
Dalam hati Diego bersumpah, akan mencari Max dan membunuhnya, tidak peduli jika ia harus mengingkari sumpahnya sendiri.
Aku akan membunuhmu, Max! Aku akan membuatmu mencapai titik panas neraka buatanku!
Sek sek, Othor golek kanebo.
Banyu motone luber 😭😭😭😭
Vote dan Hadiah ya, abis ini lanjut lagi ....
__ADS_1