Ranjang Tuan Lumpuh

Ranjang Tuan Lumpuh
Bab 196


__ADS_3


VUE Bar. Salah satu bar yang sering Diego dan beberapa Tangan Kanannya datangi saat senggang dulu. Terletak di daerah Ataköy, yang tak jauh dari Villa Luxury yang ada di daerah Zeytinburnu, Istanbul. VUE yang terletak di rooftop sebuah hotel mewah, Hyyat Hotel, yang juga salah satu hotel tempat Rehan berinvestasi.


Rehan datang lebih dulu pada saat itu. Kondisi Bar sangat sepi tanpa pengunjung, lantaran Ashan sudah membooking seluruh tempat atas perintah Diego. Seorang waiters datang menyapa Rehan yang terlihat kebingungan saat datang. Mungkin lantaran keadaan Bar yang masih sepi.


“Dimana semua orang?” tanya Rehan yang pastinya penasaran. Padahal, Ashan tadi bilang untuk segera datang lantaran Diego telah menunggu. Namun saat sampi, keadaan di sana justru sangat sepi.


“Ah,Tuan Diego dan Tuan Ashan akan segera sampai. Mereka menyuruh Anda untuk menunggu sebentar.”


Penjelasan waiters akhirnya berhasil meyakinkan Rehan untuk masuk ke dalam dan duduk di meja bartender menyapa Vin. Bartender andalannya yang sangat pandai meracik aneka minuman, baik itu cocktail, ataupun mocktail. Selain itu, Rehan dan Vin rupanya dulu adalah teman masa sekolah.


“Sudah lama kalian tidak datang,” ucap Vin begitu melihat Rehan duduk di depan mejanya.


“Kau bercanda, Vin! Bulan kemarin aku datang dengan Eraz.”


“Oh, kekasihmu itu ya?” ledeknya. “Maaf, maaf. Aku melupakan kekasih tampanmu itu!”


Rehan dengan sorot mata memincing tajam, menatap Vin yang pada saat itu sedang meracik minuman. “Aku masih sehat, Vin!”


“Benarkah?”


Kedua pria itu saling melempar pandangan mata, seperti sedang bertengkar secara tidak langsung. Sampai suara ribut-ribut terdengar di luar bar, dan membuat kedua pria itu menoleh ke arah pintu kaca.


Tepat pada saat mereka menoleh, seorang wanita terlihat di dorong oleh sekelompok pria yang entah datang dari mana. Dengan nada emosi, beberapa pria itu berjalan mendekati sang wanita yang tidak punya kesempatan untuk berdiri.


Melihat wajah wanita yang sedang dirundung itu, Rehan langsung berdiri dan menghampiri mereka. Hal yang pertama dia lakukan adalah membantu Emine bangkit berdiri. Dia bahkan melepas jasnya, lalu memasangkan ke tubuh wanita yang mengenakan dress pendek.


Tepat pada saat Rehan membantu Emine memakaikan jas, Vin datang menghalau beberapa orang yang protes dengan kehadiran Rehan diantara mereka.


“Kalian mau apa?” tanya Vin penasaran.

__ADS_1


“Vin? Kami tidak ingin ribut dengan mu, kami hanya menginginkan wanita itu!” ucap salah seorang dari mereka.


“Apa masalahnya? Kalian mengganggu wanita sendirian, apa tidak malu?”


“Malu? Justru karena malu, kami harus mendapatkan dia!” tegas pria itu.


“Dia sudah mengejek kami, jangan kira kami diam saja!” sela salah seorang pria lain yang bertubuh sedikit kurus dari yang lain.


Vin yang mendengar itu, lantas menoleh ke belakang, menatap Emine yang hanya mengedikkan bahu ketika Rehan juga menatapnya. Lalu, dengan pelan Emine menjelaskan, ledekan seperti apa yang membuat mereka marah.


“Aku hanya berkata jika mereka tidak punya uang karena tidak di izinkan masuk ke mari!”


Mengetahui itu, Rehan hanya bisa menggelengkan kepalanya. Gadis yang berdiri di hadapannya itu, ternyata masih tidak berubah sama sekali, termasuk salah satu sifat menjengkelkannya ini.


Namun bagaimanapun, pada akhirnya, juga Rehan yang menyelesaikan semua ulah Emine. Setelah memberi mereka semua beberapa botol minuman yang ada di bar, masalah itu akhirnya selesai dengan mudah. Beruntung, lantaran negosiasi berakhir dengan baik tanpa ada pertumpahan darah, padahal Vin sudah mengharapkan itu.



“Dua gelas ini, aku yang traktir!” ucap Vin.


“Wah! Kau baik sekali!” Dengan senyum menawan, Emine berterima kasih, lalu meneguk satu gelas cocktail yang diberikan oleh Vin.


Kedua mata Vin membulat, saat cocktail dengan kadar alkohol tinggi itu diminum dalam sekali teguk. “Eehh itu ….”


“Ada apa?” tanya Emine yang baru selesai meneguk semua cocktail racikan Vin. “Kamu tidak mungkin membatalkan minuman gratis ini kan?”


Vin hanya mampu mendengus saat mendengar ucapan Emine. Dia bahkan sempat menatap ke arah Rehan, tapi pria itu justru acuh tak acuh dan menikmati cocktail dengan tenang.


“Bukan. Aku hanya ingin bilang, kalau kadar alkohol di cocktail ini cukup tinggi. Kau bisa meneguknya pelan-pelan.”


Setelah Vin menjelaskan, barulah Emine merasakan efek pusing dari cocktail racikan bartender itu. Namun ketika dia menatap Rehan yang terlihat santai, Emine menyembunyikan rasa mabuknya.

__ADS_1


“Oh … tapi rasanya enak,” jawabnya singkat. “Buatkan aku satu lagi!”


Vin kembali menatap Rehan. Dia berpikir Rehan cukup perhatian dengan gadis yang duduk di sampingnya, lantaran dia baru saja menghabiskan 100 ribu Lyra untuk membelikan preman tadi sebagai jalan dami. Namun saat melihat pria itu begitu acuh, Vin merubah pandangannya.


Vin kembali meracik cocktail untuk Emine. Satu gelas berikutnya, satu gelas lagi, hingga gelas yang ketiga, ucapan Emine mulai ngelantur. Saat itu, barulah Rehan menatap ke arah Emine, tapi hanya beberapa saat. Sampai akhirnya Emine bangkit berdiri, hendak pergi ke toilet. Pada saat itulah, kaki kecilnya mulai terhuyung-huyung, tak kuat menahan berat tubuhnya. Dan akhirnya, dia terjatuh.


Rehan sempat menghela napas kasar, sebelum akhirnya dia bangkit berdiri membantu Emine. Dengan pelan dia memapah gadis itu hingga sampai ke depan pintu toilet.


“Pergilah sendiri! Aku menunggumu di sini.”


Emine terlihat mengangguk, lalu pergi masuk ke dalam toilet seorang diri. Setidaknya lima menit sudah berlalu, tapi gadis itu tidak terlihat keluar dari sana. Sampai sepuluh menit, barulah suaranya lirih memanggil nama Rehan.


“Ree … Rehan. Bantu aku!”


...☆TBC☆...



Sedikit pengumuman.


Hay guys, sudah lama ya. 😌😌


Pertama-tama, othor mau menyampaikan keadaan othor yang beberapa minggu ini sedang kurang baik. Kedua, juga ingin menyampaikan jika kalian harus mengatakan Say Good Bay pada Diego, Aishe, Rehan, Emine, Asahan, Guzel, dan semua tokoh di RTL, lantaran novel ini akan tamat beberapa bab lagi.


Padahal pengen banget lama-lama sama kalian, tp keadaan othor benar² tidak bisa menunjang itu.


But, gak usah panik. Mereka bakal hadir lagi di judul baru yang entah kapan di rilis 🤣 Pokoknya pantengin terus IG othor, dan follow Author, supaya bisa lihat update terbaru.


Yang udah pernah ketemu Leo dan Sellena, mereka juga bakal hadir. Kebayang kan kalau anak² dari beberapa judul kumpul dalam 1 frame? 🤭🤭


Besok masih Update, tenang ya guys 😘😘

__ADS_1


__ADS_2