Ranjang Tuan Lumpuh

Ranjang Tuan Lumpuh
Bab 87


__ADS_3

Satu persatu kain yang menempel di tubuhnya ia tanggalkan di lantai. Lalu dia memutar kran air. Seketika, air hangat mengalir keluar dan langsung membasahi seluruh tubuhnya.


Tangan berjemari lentik itu terulur, meraih sabun cair dari merek terkenal, Jo Malone. Sabun yang harganya mencapai 1200 Lyra per botol, pilihan Diego untuk sang kekasih.


Kualitas sabun pilihannya pun sesuai dengan harga. Selain kaya vitamin E yang melembabkan, juga bisa menutrisi kulit, dan menyegarkan. Harum wangi dari buah Blackberry dan Bay, mampu merilekskan pikiran.


Setelah membalur tubuhnya dengan sabun dan membilasnya, Aishe berpindah ke bathtub. Entah kenapa, dia tiba-tiba ingin berendam dengan air panas sembari menyalakan lilin aromaterapi.


Setelah mengisi bathtub dengan air panas dan menyalakan lilin, dia pun masuk ke dalam. Harum wangi dari lilin yang baru saja dia nyalakan, langsung tersebar di penjuru kamar mandi, membuat Aishe semakin tenang setelah latihan fisik yang menguras tenaganya. Sendi dan lengan yang sempat sakit dan capek, perlahan menghilang.


Aishe nampak menikmati berendamnya, dia bahkan memutar musik sebagai hiburan tambahan, agar tubuh dan pikirannya lebih relax. Dia menengadahkan kepalanya ke atas, menyandarkannya pada pinggiran bathtub, lalu menutup kedua matanya.


Sebuah lagu yang di nyanyikan Bebe Rexa, berjudul Trust Fall, terputar. Irama dan nada yang menyentuh, tiba-tiba mengingatkannya akan kisah penyelamatan Diego. Membuat gadis itu bersenandung dengan suara merdunya, mengikuti lagu yang terputar.


...Skyscraper, skyscraper...


...Gedung pencakar langit, gedung pencakar langit...


...Wind whispering through my hair...


...Angin berhembus melewati rambutku...


...Lifesaver, lifesaver...


...Penyelamat, penyelamat...


...Swear on your life you'll be there...

__ADS_1


...Bersumpah di hidupmu kamu akan berada disana...


...Princess locked in a tower...


...||...


...||...


...So tell me that it's different this time...


...Jadi, katakan padaku bahwa ini berbeda kali ini...


...Tell me I ain't loving a lie...


...Katakan padaku bahwa aku tidak suka kebohongan...


...Oh I wanna trust, then I wanna fall...


...Tell me that you'll catch me when I trust fall...


...Katakan padaku bahwa kamu akan menangkapku saat aku jatuh...


...And I want it all, ah...


...Dan aku ingin semuanya, ah...


...||...

__ADS_1


"Aku akan menangkapmu dan mendekapmu jika kamu terjatuh."


Suara berat khas seorang pria yang dia kenal, tiba-tiba terdengar jelas di telinganya. Aishe pun dengan cepat membuka kedua matanya, dan melihat Diego sudah duduk di pinggiran bathtub.


"Die ….?" Panggilnya sedikit terheran. "Bagaimana kamu bisa …."


"Menyeret kakiku, kenapa? Kau sudah melihat bagaimana aku berpindah dari kursi ke ranjang." Diego bersedekap tangan sambil menatapnya.


"Bukan itu maksudnya, tapi kenapa bisa kamu masuk? Aku kan sedang mandi." Aishe mendengus jengkel, lalu mengalihkan wajahnya.


"Tentu saja mandi," jawab Diego enteng yang kemudian membuka tali bathrobes yang sejak tadi dia pakai.


"Ma-mandi?" Aishe kembali menoleh, melihat pria yang sedang duduk itu telah kehilangan bathrobes yang membungkus tubuhnya. Sontak, Aishe buru-buru menutup matanya.


"Setidaknya biarkan aku mandi dulu!"


"Kamu tidak tahu sekarang musim dingin? Kota mengalami krisis air. Mandi berdua bisa menghemat air!"


"Hemat? Ya ampun, apa kamu tidak bisa memikirkan alasan lain?" Aishe menghela napas kasar.


Namun sebelum dia berkomentar lebih banyak, Diego telah memindahkan kedua kakinya masuk ke dalam bathtub, lalu yang terakhir adalah tubuhnya.


Oh astaga, aku tidak bisa berkomentar apa pun jika berdebat dengannya sekarang! Semoga saja hanya mandi, iya hanya mandi!



Othor jadi pengen nyanyi juga.

__ADS_1


Basah, basah, basah, seluruh tubuhku ... ah, ah, ah, menyentuh kalbu ☻️☻️☻️


Dahlah, perang aernya lanjut nanti, kalau kagak ngantuk 🤭 🤣


__ADS_2