
Gerai gerai toko dengan berbagai merek siap menyambut kedatangan mereka. Para pramuniaga berdiri di depan toko mereka, dengan senyum yang amat ramah. Mungkin karena manager mereka sudah memberi tahu bahwa orang besar akan berbelanja.
Guzel yang duduk di belakang sampai ternganga. Seumur hidup ia melayani keluarga Gulbar, belum pernah sama sekali menemani majikan mereka pergi berbelanja. Hingga ketika ia melihat pemandangan itu, mulutnya tidak bisa menutup.
Kereta berhenti di sebuah toko dengan papan nama merek terkenal di atasnya. Seperti biasa, Diego turun lebih dulu, membantu istri tercintanya turun. Sedangkan dua pengawal yang sejak tadi berjalan di mengikuti kereta, membantu Mirey serta dua wanita yang duduk di belakang.
"Ayo, habiskan uang suamimu!" ajak Mirey menggandeng Aishe masuk ke dalam.
"Selamat siang. Ada yang bisa saya bantu, Nyonya?" sapa salah satu staff toko itu dengan ramah.
"Aku ingin baju musim panas! Cari bahan yang dingin, nyaman, dan juga, untuk ibu hamil!"
Mirey melenggang masuk ke dalam, dipandu oleh staff toko lain yang mengajak mereka duduk di sofa. Setelah mendengar perintah Mirey, beberapa pramuniaga terlihat sibuk, mengambil beberapa stel baju dan menatanya dalam satu gantungan beroda.
Ada setidaknya 10 model yang mereka bawa ke hadapan mereka. Dengan sabar, staff toko itu mengambil satu baju dan menjelaskannya, mulai dari serat kain hingga bahan.
"Apa ada yang kamu suka, Nak?" tanya Mirey lembut sambil melihat beberapa baju yang di bawa oleh staff toko.
Panggilan Mirey langsung membuat Aishe menoleh. Kali ini bukan pertanyaan yang membuat ia menoleh, melainkan sebutan baru yang baru saja di ucap oleh ibu mertuanya. Aishe terbengong untuk beberapa saat, sampai Diego yang duduk di sebelahnya berbisik padanya.
__ADS_1
"Sayang, ibu bertanya padamu." Perkataan Diego akhirnya membuat Aishe sadar.
"Oh iya. Itu tadi …." Aishe menoleh, melihat sepuluh baju yang terlihat cantik.
Bermaksud berpikir untuk sejenak dan memilih salah satu, Mirey sudah lebih dulu menyuruh mereka membungkus lima dari sepuluh baju itu.
"Tiga dress santai, juga setelan celana dan rok itu, biarkan menantuku mencobanya!" Mirey menunjuk baju yang menurutnya sangat cantik dan pas untuk Aishe.
"Bu, tapi itu semua …."
"Ada yang kamu tidak suka? Atau yang kau mau?" Cekal Mirey sebelum Aishe melanjutkan kalimatnya.
"Kamu hamil tidak hanya satu atau dua bulan saja," terang Mirey menatap teduh sang menantu. "Cobalah bajunya! Jika tidak nyaman, tidak perlu diambil, tapi jangan coba membohongiku, oke!"
Aishe menghela napas panjang, sebelum akhirnya pergi ke ruang ganti dengan wajah pasrah, tak bisa berkutik. Pada awalnya, Diego ingin menemani, tetapi di tahan oleh Mirey, hingga pada akhirnya Aishe ditemani oleh Guzel.
"Nyonya Besar terlihat sangat menyayangi Anda, Nyonya," ucap Guzel saat mereka berdua berjalan menuju ruang ganti.
"Dari mana kamu melihat itu?" tanya Aishe yang sedikit penasaran.
__ADS_1
Aishe sendiri memang sempat salah paham dengan sikap Mirey. Namun ia tidak mau banyak berharap tentang ibu mertuanya itu, lantaran takut kecewa jika ibu mertuanya ternyata tidak benar-benar menyukainya.
"Nyonya Mirey sebenarnya baik. Kesejahteraan para pengurus rumah tangga, Nyonya Mirey sendiri yang mengaturnya. Termasuk sekolah kami," terang Guzel menjelaskan.
"Sikapnya memang begitu, Nyonya. Terlihat angkuh, tidak peduli, tapi jika menyukai seseorang, dia akan perhatian dengan cara yang unik. Seperti sekarang," lanjutnya.
Mendengar itu, ada rasa bahahia di hati Aishe. Namun, masih ada was-was dalam hatinya. Mungkin jika Diego sendiri yang menjelaskan, ia bisa sedikit lebih yakin.
...☆TBC☆...
Bang, Die. kita nunggu sajen dari Readers aja kali ya 🤭 baru UP lagi.
Othor mau ngebakso dulu biar gak mumet🤣
Itu yang tadi mau ngirim martabak 😌 boleh diganti pake kopi gak 🤭🤭
#Mode malak 🤣
__ADS_1